Framework kembali menegaskan bahwa laptop modular tidak harus identik dengan kompromi. Pada Framework Laptop 13 Pro, pengguna tetap mendapat perangkat kelas atas yang bisa dibongkar, di-upgrade, dan disesuaikan, sambil tetap membawa arah yang jelas untuk pengguna Linux.
Yang membuat perangkat ini menarik bukan hanya sisi modularnya, tetapi juga posisinya sebagai semacam “MacBook Pro untuk pengguna Linux” menurut CEO Framework, Nirav Patel. Label itu muncul dari kombinasi perangkat keras premium, dukungan Linux dari pihak pertama, opsi Ubuntu yang sudah terpasang, serta pendekatan bring-your-own-OS.
Performa tinggi dengan ruang konfigurasi lebar
Di bagian dapur pacu, Framework Laptop 13 Pro memakai Intel Core Ultra generasi ketiga berbasis arsitektur Panther Lake. Pilihannya dimulai dari Ultra 5 325 hingga Ultra X9 388H, dan Framework juga menyediakan varian AMD Ryzen AI 300.
Untuk model Intel tertinggi, Framework memasangkan grafis Intel Arc B390 dan NPU dengan performa AI hingga 50 TOPS. Laptop ini juga bisa diatur dayanya dari mode hemat 15W sampai 60W saat dibutuhkan performa penuh.
Memori, penyimpanan, dan port tetap bisa diganti
Salah satu poin penting dari perangkat ini ada pada penggunaan modul LPCAMM2 berbasis LPDDR5X. Format ini tetap memberi ruang upgrade, berbeda dari RAM LPDDR biasa yang disolder, sehingga kapasitas masih bisa dinaikkan hingga 64GB.
Pada sisi penyimpanan, laptop ini memakai slot PCIe Gen5 M.2 2280 dengan dukungan SSD hingga 2TB. SSD PCIe Gen4 berkapasitas lebih besar juga masih dapat digunakan, sehingga fleksibilitas penyimpanan tetap terjaga.
Framework juga mempertahankan sistem kartu ekspansi modular sebagai ciri utamanya. Pengguna dapat mengganti port sesuai kebutuhan, termasuk USB-C, HDMI, dan Ethernet.
Layar 3:2 dan bodi yang lebih premium
Untuk urusan tampilan, Framework Laptop 13 Pro membawa layar 13,5 inci dengan resolusi 2880×1920 piksel dan rasio 3:2. Panel LTPS ini mendukung refresh rate adaptif 30–120Hz, cakupan warna 100 persen sRGB, dan kecerahan hingga 700 nits.
Lapisan matte dipakai untuk membantu mengurangi pantulan cahaya. Dengan kombinasi itu, layar ini diarahkan untuk pemakaian kerja yang nyaman dalam berbagai kondisi pencahayaan.
Sisi fisiknya juga mendapat perhatian lebih. Framework kini memakai sasis aluminium hasil proses CNC, keyboard dengan travel 1,5 mm, dan touchpad haptik berbasis piezoelektrik untuk umpan balik yang lebih presisi.
Masih selaras dengan komponen lama
Framework menyebut kompatibilitas dengan generasi sebelumnya tetap dipertahankan. Artinya, pengguna lama masih bisa memanfaatkan komponen yang sudah dimiliki tanpa harus mengganti laptop secara penuh.
Laptop ini juga dibekali baterai 74Wh dengan target hingga 1.000 siklus pengisian. Di bagian konektivitas, tersedia dukungan Wi-Fi 7 dan webcam 1080p dengan sakelar privasi fisik.
Untuk pasar DIY, Framework Laptop 13 Pro dijual mulai dari $1.199. Perangkat ini dirancang agar bisa dirakit sendiri dalam waktu sekitar 10 hingga 20 menit, lalu disesuaikan lagi pada RAM, penyimpanan, port, dan sistem operasi sesuai kebutuhan pengguna.







