Qualcomm sedang mencoba membuka jalan yang selama ini sulit ditembus di pasar laptop murah. Melalui Snapdragon C, perusahaan itu menargetkan perangkat mulai dari 300 dollar AS sambil membawa ambisi yang lebih besar dari sekadar harga rendah.
Yang membuat langkah ini menarik adalah posisi lawannya. MacBook Neo sudah membuktikan bahwa laptop berbiaya lebih rendah tetap bisa terasa premium, dan minat terhadap perangkat itu disebut sangat tinggi sampai Apple kehabisan stok serta harus memproduksinya dengan biaya lebih mahal.
Pasar murah tidak lagi cukup hanya murah
Situasi tersebut memperlihatkan perubahan besar di kelas laptop terjangkau. Banyak laptop Windows di kisaran harga serupa masih belum mampu mengejar kualitas rakitan, performa, daya tahan baterai, dan pengalaman pakai yang ditawarkan MacBook Neo.
Di titik inilah Snapdragon C menjadi penting bagi Qualcomm. Chip ini tidak hanya diposisikan untuk menekan harga, tetapi juga untuk mengangkat standar laptop murah Windows agar mendekati level pengalaman yang sudah ditetapkan Apple.
Empat hal yang harus dibuktikan
Agar benar-benar dianggap penantang serius, laptop berbasis Snapdragon C harus kuat di empat area. Empat area itu adalah performa yang layak, kompatibilitas aplikasi yang baik, daya tahan baterai yang kuat, dan kualitas bodi yang meyakinkan.
Dari empat syarat tersebut, dua terlihat mulai mengarah ke perbaikan. Kompatibilitas aplikasi disebut meningkat signifikan berkat pembaruan PRISM terbaru dari Microsoft, sementara Qualcomm sudah mengonfirmasi target daya tahan baterai seharian untuk seri Snapdragon C.
Dengan begitu, sisa ujian terbesar ada pada performa dan kualitas fisik perangkat. Dua hal itu akan menentukan apakah laptop murah ini hanya sekadar terjangkau atau benar-benar terasa premium saat digunakan.
Performa menjadi titik paling sulit
Tantangan utama justru datang dari sisi dapur pacu. Qualcomm memiliki core Oryon generasi kedua yang kuat di lini X2, tetapi core itu dinilai kecil kemungkinan dipakai di Snapdragon C karena chip ini ditujukan untuk segmen anggaran.
Qualcomm juga belum membuka detail konfigurasi inti Snapdragon C secara rinci. Sikap tertutup ini memunculkan dugaan bahwa chip tersebut tidak akan memakai core Oryon kustom seperti lini yang lebih tinggi.
Jika dugaan itu tepat, Snapdragon C kemungkinan bergantung pada desain core ARM referensi. Konsekuensinya, performanya memang tidak akan setara Snapdragon X atau X2, tetapi tetap ditargetkan cukup untuk kebutuhan harian di kelas harganya.
Ekspektasi yang paling masuk akal adalah performa yang memadai untuk penggunaan umum. Ada penilaian bahwa kemampuannya bisa berada di kisaran yang sebanding dengan Apple A18 Pro yang digunakan di MacBook Neo.
Harga rendah punya batas pada memori dan bodi
Tekanan biaya juga akan terasa pada komponen lain. Demi menjaga harga jual, Qualcomm kemungkinan memasangkan 8 GB RAM pada perangkat berbasis Snapdragon C.
Pilihan itu masuk akal untuk segmen 300 dollar AS, tetapi tidak otomatis menghadirkan kesan premium. Pada laptop murah, keputusan soal pendinginan, layar, keyboard, dan bahan bodi tetap sangat memengaruhi pengalaman akhir.
Pada level harga paling bawah, sebagian besar model diperkirakan masih memakai sasis plastik. Peluang untuk mendekati MacBook Neo disebut lebih terbuka pada varian yang lebih mahal, terutama model di kisaran 500 dollar AS yang berpotensi memakai bodi metal.
Persaingan baru mulai terbentuk
Bagi Qualcomm, kombinasi performa yang cukup, aplikasi yang makin kompatibel, dan baterai seharian bisa menjadi fondasi awal yang kuat. Jika bodi pada varian tertentu juga ikut naik kelas, maka laptop Snapdragon C berpeluang menampilkan formula yang selama ini membuat MacBook Neo menarik di mata pembeli.
Namun persaingan di kelas ini tidak berhenti pada Qualcomm. Intel juga disebut sedang menyiapkan CPU pesaing untuk segmen serupa lewat platform Wildcat Lake, sehingga pertarungan laptop murah dengan pengalaman yang lebih meyakinkan baru saja dimulai.
Di tengah tekanan itu, Snapdragon C membawa pesan yang jelas ke pasar laptop murah. Harga rendah saja tidak lagi cukup jika pengalaman pakainya belum benar-benar meyakinkan.
