Layar AMOLED Masuk Ke Forerunner 70 Dan 170, Daya Tahan Baterai Tetap Panjang

Garmin Forerunner 170 menjadi model yang paling menonjol di lini baru ini karena sudah dibekali NFC untuk transaksi nirsentuh lewat Garmin Pay. Di sisi lain, tersedia juga varian Forerunner 170 Music yang memungkinkan penyimpanan lagu dan podcast langsung dari layanan pihak ketiga seperti Spotify.

Di luar fitur tersebut, Garmin tetap menjaga fokus utamanya pada daya tahan baterai dan kenyamanan pakai. Forerunner 70 diklaim mampu bertahan hingga 13 hari dalam mode smartwatch, sedangkan Forerunner 170 disebut sanggup digunakan hingga 10 hari dalam mode yang sama.

Perubahan paling terlihat dari dua jam tangan lari ini ada pada layarnya. Garmin Forerunner 70 dan Forerunner 170 sama-sama memakai panel AMOLED 1,2 inci yang memberikan tampilan lebih tajam dan kontras lebih tinggi.

Langkah ini juga menandai pergeseran penting di seri Forerunner. Selama ini, keluarga jam tangan lari Garmin identik dengan layar Memory in Pixel atau MIP, sehingga kehadiran AMOLED membuat keduanya terasa lebih modern untuk penggunaan harian maupun saat latihan.

Meski panel AMOLED umumnya dikenal lebih boros energi, Garmin tetap menempatkan efisiensi daya sebagai perhatian utama. Kehadiran layar baru itu tidak membuat daya tahan baterai dikorbankan, sehingga dua model ini tetap ditujukan bagi pengguna yang menginginkan visual lebih baik tanpa kehilangan ketahanan pakai.

Dari sisi desain, Garmin masih mempertahankan ciri khas seri Forerunner. Keduanya memakai bodi bulat yang ergonomis dan menggabungkan layar sentuh dengan lima tombol fisik di sisi perangkat.

Kombinasi tersebut membantu navigasi tetap praktis saat berolahraga. Tombol fisik memberi kemudahan tambahan ketika sentuhan layar kurang nyaman dipakai di tengah aktivitas lari.

Untuk kebutuhan latihan, Garmin menyematkan GPS bawaan pada kedua model. Fitur ini dipakai untuk merekam rute dan jarak secara presisi, sementara pemantauan dasar juga tetap tersedia melalui sensor detak jantung berbasis pergelangan tangan, waktu, dan pace.

Garmin juga menambahkan Quick Workouts agar latihan terasa lebih terarah. Melalui fitur ini, pengguna bisa menentukan durasi dan intensitas latihan yang diinginkan, lalu sistem akan menyusun program yang sesuai dengan tingkat kebugaran.

Dukungan Garmin Coach membuat perangkat ini tidak hanya berfungsi sebagai pelacak aktivitas. Pengguna bisa mengikuti program latihan adaptif untuk persiapan kompetisi atau peningkatan kebugaran harian.

Rekomendasi harian dari Garmin Coach akan menyesuaikan kondisi fisik dan proses pemulihan pengguna. Pendekatan ini membuat pengalaman latihan terasa lebih dinamis dari hari ke hari.

Di luar fungsi lari, Garmin membekali kedua model dengan rangkaian pemantauan kesehatan yang cukup luas. Fitur yang hadir mencakup Sleep Tracking, Sleep Coach, status HRV, Pulse Ox, tingkat stres, Health Snapshot, Training Readiness, dan Running Power.

Keduanya juga mendukung lebih dari 80 mode olahraga. Kehadiran banyak mode latihan ini membuat Forerunner 70 dan 170 tetap relevan bagi pengguna yang ingin memantau berbagai aktivitas, bukan hanya lari.

Soal harga, Garmin Forerunner 70 dibanderol 250 dollar AS atau sekitar Rp 4,3 jutaan. Forerunner 170 dijual 299,99 dollar AS atau sekitar Rp 5,2 jutaan, sementara Forerunner 170 Music menjadi varian paling mahal dengan harga 349,99 dollar AS atau sekitar Rp 6,1 jutaan.

Ketiganya mulai tersedia di pasar global melalui kanal resmi Garmin pada 15 Mei 2026. Untuk pasar Indonesia, perangkat ini dijadwalkan masuk secara resmi pada 17 Juni 2026, meski Garmin Indonesia belum mengumumkan harga resmi untuk pasar domestik.

Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow UsGoogle NewsFlipboard
Berita Terkait
Berita Terbaru
Populer