Fakta yang paling mengejutkan dari persaingan Apple dan Samsung justru datang dari layar iPhone. Panel OLED yang membuat tampilan iPhone begitu tajam dan terang ternyata banyak dipasok oleh Samsung Display, bukan oleh divisi ponsel Samsung Electronics.
Kondisi itu membuat Apple berada dalam posisi unik. Di satu sisi, perusahaan asal Cupertino merancang banyak teknologi inti iPhone sendiri, tetapi di sisi lain tetap bergantung pada Samsung untuk komponen yang menjadi salah satu daya tarik utama perangkatnya.
Samsung Display tetap jadi pemasok penting
Apple tidak membeli panel OLED yang sudah jadi di pasaran. Perusahaan itu memesan panel dengan spesifikasi khusus agar sesuai dengan kebutuhan iPhone, mulai dari warna, kecerahan, hingga kualitas tampilan yang presisi.
Selama bertahun-tahun, Samsung Display menjadi pemasok terbesar panel OLED untuk iPhone. Posisi itu bertahan karena perusahaan tersebut dinilai mampu memenuhi standar kualitas yang diminta Apple dalam skala produksi besar.
| Perangkat | Material OLED | Keterangan |
|---|---|---|
| iPhone 16 Pro | M14 | Menggunakan generasi yang lebih baru |
| Galaxy S24 Ultra dan S25 Ultra | M13 | Masih memakai material generasi sebelumnya |
| Galaxy S26 Ultra | M14 | Baru mendapatkan material M14 pada tahun ini |
Contoh paling jelas terlihat pada iPhone 16 Pro pada 2024. Ponsel itu sudah memakai material OLED Samsung generasi M14, sementara Galaxy S24 Ultra dan S25 Ultra pada periode yang sama masih menggunakan material M13.
Baru pada tahun ini material OLED M14 hadir di Galaxy S26 Ultra. Situasi tersebut menunjukkan bahwa iPhone sempat lebih dulu memakai teknologi layar terbaru dibanding lini Galaxy tertentu dari Samsung sendiri.
Hubungan bisnis ini sudah berjalan sejak iPhone X
Kerja sama Apple dan Samsung Display bukan hal baru. Samsung Display menjadi pemasok panel OLED pertama untuk Apple ketika iPhone X dirilis pada 2017.
Saat itu, Apple menyebut panel OLED di iPhone X sebagai layar pertama yang memenuhi standar kualitas iPhone. Panel tersebut menghadirkan warna lebih hidup, hitam yang lebih pekat, rasio kontras tinggi, serta manajemen warna yang dioptimalkan khusus oleh Apple.
Sejak iPhone X, penggunaan OLED di lini iPhone terus meluas. Mulai seri iPhone 12 pada 2020, seluruh model iPhone menggunakan layar OLED.
Apple tetap mengandalkan lebih dari satu pemasok
Selain Samsung Display, Apple juga menggandeng LG Display dan BOE untuk memperluas kapasitas produksi serta menekan biaya komponen. Namun, Samsung Display tetap memegang porsi terbesar dalam pasokan panel untuk iPhone.
Dominasi itu menegaskan peran Samsung di balik salah satu aspek yang paling sering dipuji dari iPhone, yakni kualitas layarnya. Di sisi lain, Apple tetap memberi sentuhan akhir lewat kalibrasi warna, pengendalian tingkat kecerahan, dan teknologi pencegah burn-in melalui perangkat lunak.
Kombinasi panel berkualitas tinggi dan pengolahan dari Apple membuat layar iPhone kerap mendapat penilaian tinggi dari berbagai penguji layar independen. Artinya, kualitas yang terlihat di depan pengguna lahir dari perpaduan manufaktur Samsung Display dan optimasi khas Apple.
Peran Samsung bahkan meluas ke produk Apple lain
Samsung Display juga disebut memasok panel OLED untuk perangkat Apple lain, termasuk iPad Pro dengan layar Tandem OLED. Hal ini memperlihatkan bahwa hubungan bisnis keduanya tidak berhenti di iPhone saja.
Menurut laporan yang dihimpun KompasTekno dari Gizmodo, Samsung Display bahkan diperkirakan menjadi pemasok eksklusif layar lipat untuk iPhone Fold yang dirumorkan meluncur tahun ini. Jika itu benar terjadi, peran Samsung dalam ekosistem layar Apple akan semakin besar.
Di tengah rivalitas dua merek besar di pasar smartphone premium, kerja sama semacam ini memperlihatkan bahwa persaingan produk tidak selalu menghapus ketergantungan pada komponen penting. Dalam kasus iPhone, layar justru menjadi salah satu contoh paling jelas bagaimana Apple dan Samsung saling terhubung di balik layar.
Source: tekno.kompas.com






