Layar OLED 4K HDR dan Intel Core Terbaru Jadi Senjata Asus Pro Art Go Pro, Mulai Rp30 Jutaan

Author: Redaksi Android62

Di pasar internasional, Asus Pro Art Go Pro langsung diposisikan sebagai laptop premium untuk kreator yang membutuhkan mobilitas tinggi tanpa mengorbankan kemampuan kerja. Perangkat ini dibangun untuk menangani alur produksi yang berat, dengan kombinasi layar OLED 4K HDR, prosesor Intel Core generasi terbaru, dan grafis NVIDIA GeForce RTX.

Fokus utamanya jelas mengarah ke pengguna profesional seperti desainer grafis, fotografer, dan videografer. Asus mencoba menyatukan akurasi visual, performa, dan portabilitas dalam satu bodi yang tetap terlihat mewah.

Layar jadi pusat perhatian

Salah satu daya tarik terbesar laptop ini datang dari panel OLED 16 inci beresolusi 4K. Layar tersebut mendukung cakupan warna 100 persen DCI-P3 dan akurasi warna Delta-E < 2, dua hal yang penting untuk pekerjaan yang menuntut presisi tinggi.

Asus juga membekali layar ini dengan teknologi HDR dan refresh rate tinggi. Kombinasi itu membuat tampilan lebih hidup sekaligus responsif saat dipakai untuk editing, retouch foto, atau menavigasi proyek visual yang kompleks.

Bagi kreator, kualitas panel seperti ini bukan sekadar pelengkap. Dalam pengeditan video dan desain visual, akurasi warna sering menjadi faktor yang sangat menentukan hasil akhir pekerjaan.

Mesin kerja untuk aplikasi berat

Di sisi performa, Asus Pro Art Go Pro mengandalkan prosesor Intel Core generasi terbaru. Selain itu, perangkat ini juga disebut hadir dengan opsi AMD Ryzen seri tinggi, sehingga konfigurasi bisa disesuaikan dengan kebutuhan pengguna.

Untuk pengolahan grafis, Asus memasangkan GPU NVIDIA GeForce RTX. Susunan ini ditujukan untuk menjalankan aplikasi berat seperti Adobe Premiere Pro, After Effects, Blender, hingga AutoCAD.

Laptop ini juga mendukung RAM hingga 32GB. Penyimpanan SSD NVMe berkapasitas besar turut disiapkan agar multitasking, pemindahan file besar, dan pembukaan proyek yang kompleks bisa berlangsung lebih lancar.

Fitur produktivitas untuk kreator

Asus menambahkan Asus Dial sebagai fitur eksklusif pada perangkat ini. Kontrol fisik tersebut dirancang untuk memudahkan pengaturan parameter di aplikasi kreatif Adobe agar proses editing terasa lebih cepat dan intuitif.

Keyboard ergonomis dengan lampu latar juga disediakan untuk mendukung kenyamanan saat mengetik. Fitur ini membantu ketika perangkat dipakai di ruangan dengan pencahayaan minim.

Untuk kebutuhan komunikasi, Asus menyertakan AI noise-canceling pada mikrofon. Teknologi ini membantu suara terdengar lebih jernih saat meeting online atau saat kolaborasi jarak jauh.

Port lengkap dan pendinginan stabil

Kelengkapan koneksi menjadi nilai tambah lain yang cukup penting pada laptop ini. Asus menghadirkan Thunderbolt 4, HDMI, dan slot SD card untuk memudahkan sambungan ke monitor eksternal, media penyimpanan, dan perangkat pendukung produksi lainnya.

Sistem pendingin canggih juga disiapkan agar suhu tetap stabil saat perangkat dipakai merender proyek berat. Hal ini penting karena kestabilan suhu sangat berpengaruh pada performa yang konsisten dalam sesi kerja panjang.

Asus membungkus perangkat ini dalam bodi tipis dan ringan supaya mudah dibawa ke luar studio. Material aluminium berkualitas tinggi juga digunakan untuk memberi kesan premium sekaligus menjaga ketahanan perangkat saat mobilitas tinggi.

Masuk kelas premium

Harga Asus Pro Art Go Pro di pasar internasional diperkirakan mulai dari Rp30 juta hingga Rp45 juta. Perbedaan harga ini bergantung pada konfigurasi yang dipilih, termasuk prosesor, grafis, memori, dan kapasitas penyimpanan.

Dengan banderol tersebut, laptop ini jelas menyasar segmen premium. Targetnya adalah kreator yang membutuhkan perangkat portabel dengan layar akurat, performa tinggi, dan fitur yang mendukung produktivitas profesional.

Karakter itu sejalan dengan lini Pro Art yang memang difokuskan untuk kebutuhan kreatif. Asus menempatkan performa, kualitas layar, dan fitur kerja sebagai tiga pilar utama agar perangkat ini tetap relevan untuk workflow profesional yang makin fleksibel.

Berita Terbaru