Kemenangan 1-0 Lecce atas Fiorentina pada pertemuan pertama musim ini masih jadi pengingat bahwa laga di Via del Mare tidak bisa dipandang sebelah mata. Meski Fiorentina datang dengan status yang lebih meyakinkan, tuan rumah tetap punya alasan kuat untuk percaya diri karena mereka pernah mematahkan prediksi saat tampil di Franchi.
Situasi itu membuat duel pekan ke-33 Serie A ini terasa penting bagi kedua tim dengan kebutuhan yang berbeda. Fiorentina ingin menjaga jarak aman dari zona degradasi, sedangkan Lecce butuh poin untuk keluar dari tekanan papan bawah yang semakin menyesakkan.
Fiorentina membawa modal yang lebih stabil
La Viola masuk ke partai ini setelah meraih kemenangan tipis atas Lazio, hasil yang memberi mereka tambahan tenaga dalam persaingan liga. Tambahan tiga poin itu membuat Fiorentina mengoleksi 35 poin dan menjauh delapan angka dari zona degradasi.
Kondisi tersebut membuat pasukan Paolo Vanoli tampil dengan kepala lebih tenang saat bertandang ke Via del Mare. Selain itu, fokus mereka kini sepenuhnya tertuju ke kompetisi domestik setelah perjalanan di Conference League dihentikan Crystal Palace pada pertengahan pekan.
Kembalinya Fagioli menambah pilihan di tengah
Di laga seperti ini, Fiorentina membutuhkan kendali permainan yang rapi agar tidak mudah terseret tempo lawan. Kembalinya Nicolò Fagioli menjadi kabar penting karena ia sudah selesai menjalani sanksi larangan bermain dan langsung tersedia untuk memperkuat lini tengah.
Keberadaan Fagioli memberi Vanoli opsi tambahan dalam menjaga aliran bola dan mengatur serangan. Dalam pertandingan tandang, ketenangan di area tengah sering menjadi faktor penentu, terutama ketika lawan menekan dengan motivasi tinggi di kandang sendiri.
Meski begitu, Fiorentina belum sepenuhnya bebas masalah. Kondisi fisik Moise Kean dan Marco Brescianini masih diragukan, sehingga Vanoli perlu menyiapkan penyesuaian bila keduanya belum siap masuk daftar pemain.
Lecce datang dengan tekanan besar
Dari kubu tuan rumah, Lecce berada dalam situasi yang jauh lebih sulit. Tim asuhan Eusebio Di Francesco menempati peringkat ke-18 klasemen sementara dengan 27 poin, sejajar dengan Cremonese dan masih berkutat di papan bawah.
Rangkaian hasil yang mereka dapat juga tidak membantu membangun rasa percaya diri. Lecce sedang menelan empat kekalahan beruntun, termasuk hasil negatif saat menghadapi Bologna pada pekan lalu.
Masalah terbesar mereka terlihat dari produktivitas lini depan. Lecce baru mencetak 21 gol sejauh ini, catatan yang menegaskan status mereka sebagai tim dengan serangan paling tumpul di kompetisi.
Peluang kecil harus dimaksimalkan Lecce
Dengan situasi seperti itu, setiap peluang yang muncul harus dimanfaatkan sebaik mungkin. Jika penyelesaian akhir masih tidak efisien, Lecce berisiko kembali kesulitan memberi perlawanan yang sepadan kepada Fiorentina.
Walau begitu, ada beberapa unsur positif yang bisa membantu tuan rumah menambal kekurangan. Antonino Gallo sudah kembali tersedia untuk mengisi sisi kiri pertahanan, sementara Omri Gandelman juga bisa dimainkan sebagai gelandang serang.
Dua pemain tersebut memberi Di Francesco tambahan opsi untuk memperbaiki keseimbangan tim. Namun, perubahan personel saja tidak cukup bila performa kolektif Lecce tidak ikut membaik.
Fiorentina tetap harus waspada di markas lawan
Di atas kertas, Fiorentina memang lebih difavoritkan karena datang dengan kondisi yang lebih tenang. Akan tetapi, laga tandang melawan tim yang sedang berjuang lepas dari zona merah kerap menghadirkan tekanan berbeda dan bisa mengubah alur pertandingan.
Lecce memiliki motivasi besar untuk menghentikan tren buruk di kandang sendiri. Dengan dukungan situasi yang mendesak, mereka bisa tampil lebih agresif dan berusaha menekan tim tamu sejak awal.
Fiorentina sendiri pasti tidak ingin mengulang hasil pertemuan pertama yang berakhir pahit. Karena itu, La Viola diperkirakan akan lebih berhati-hati sejak menit pembuka sambil berusaha menjaga ritme permainan agar tidak kehilangan kendali di area tengah.
