Lelang Fosil T. Rex Gus Bidik Rp 544 Miliar, Kolektor dan Ilmuwan Sama-Sama Mengincar

Author: Redaksi Android62

Fosil Tyrannosaurus Rex bernama Gus diperkirakan menjadi salah satu kerangka prasejarah termahal yang pernah dilepas ke publik. Sotheby’s New York menetapkan penawaran awal 19 juta dolar Amerika Serikat, dengan estimasi nilai total di kisaran 20 juta hingga 30 juta dolar Amerika Serikat.

Jika mengacu pada kurs 1 dolar AS setara Rp 18.140, angka itu dapat mencapai sekitar Rp 544 miliar. Nilai tersebut menempatkan Gus dalam jajaran fosil dinosaurus dengan daya tarik lelang yang sangat besar, baik bagi kolektor maupun pengamat ilmiah.

Ukuran Besar dan Tingkat Kelengkapan Tinggi

Gus memiliki panjang 11,6 meter dan tinggi tubuh mencapai 3,8 meter. Sotheby’s menilai ukuran, kualitas, dan tingkat pengawetan menjadi alasan utama fosil ini dibanderol tinggi.

Kerangka ini berhasil dirangkai dari 183 tulang dengan tingkat kelengkapan 63 persen. Cassandra Hatton, Kepala Ilmu Pengetahuan dan Sejarah Alam Global Sotheby’s, menegaskan bahwa fosil dinosaurus tidak pernah keluar dari tanah dalam keadaan utuh.

Menurut Hatton, proses pencarian dan identifikasi membutuhkan tenaga yang ahli, teliti, rajin, dan terampil untuk membedakan batu biasa dari bagian hewan purba. Karena itu, setiap fosil utuh yang berhasil dipulihkan memiliki nilai ilmiah dan komersial yang sangat tinggi.

Nama Gus Berasal dari Pemilik Lahan

Nama fosil ini diambil dari mendiang Gary “Gus” Licking, peternak sapi asal South Dakota, Amerika Serikat. Ia lebih dulu mencurigai pecahan tulang dan gigi kecil di lahan 6.500 hektar miliknya menyimpan sesuatu yang jauh lebih besar.

Kecurigaan itu terbukti benar ketika peternakan di Harding County menyimpan kerangka prasejarah yang luar biasa. Temuan tersebut kemudian disebut sebagai salah satu kerangka predator raksasa terbesar yang pernah ditemukan manusia.

Hampir 5 Tahun untuk Menyusun 183 Tulang

Penggalian dan rekonstruksi Gus dilakukan oleh tim paleontologi komersial dari Theropoda Expeditions. Prosesnya memakan waktu hampir lima tahun untuk meneliti, menggali, dan menyatukan kembali tulang-tulang yang tersebar.

Thomas Heitkamp, Presiden Theropoda, menggambarkan proses itu seperti menyelesaikan teka-teki tersulit di dunia karena setiap kepingan harus ditemukan satu per satu. Ia juga menyebut penyatuan tulang yang telah terpisah selama 67 juta tahun terasa hampir seperti keajaiban.

Informasi Detail Keterangan
Nama fosil Gus Tyrannosaurus Rex
Panjang 11,6 meter
Tinggi 3,8 meter
Jumlah tulang 183 tulang
Kelengkapan 63 persen
Penawaran awal 19 juta dolar AS Sotheby’s New York
Estimasi nilai 20 juta hingga 30 juta dolar AS

Pasar Fosil yang Kian Meluas

Hatton menyebut estimasi harga Gus sebagai proyeksi tertinggi yang pernah ada untuk sebuah kerangka dinosaurus di bursa lelang. Meski begitu, rekor harga akhir tertinggi masih dipegang kerangka Stegosaurus bernama Apex yang terjual 44 juta dolar Amerika Serikat.

Minat terhadap peninggalan prasejarah kini tidak lagi terbatas pada kelompok pembeli tradisional. Sotheby’s menilai pasar dinosaurus semakin meluas, sehingga pelelangan seperti Gus ikut menarik perhatian besar.

Namun, pelelangan privat atas barang prasejarah juga memunculkan perdebatan di kalangan ilmuwan dan akademisi. Sebagian pihak menilai tren ini bisa mengurangi kesempatan museum publik atau lembaga penelitian untuk mengakses spesimen penting.

Di sisi lain, Sotheby’s membela penjualan tersebut sebagai cara untuk menyelamatkan fosil yang jika tidak dilepas ke pasar bisa saja hilang bagi semua orang. Dari kasus Gus, lelang bukan hanya soal harga besar, tetapi juga soal bagaimana fosil langka berpindah tangan di tengah tarik-menarik kepentingan ilmu pengetahuan dan koleksi pribadi.

Source: www.suara.com
Berita Terbaru