Lenovo Yoga Tab langsung menekan posisi laptop entry-level karena dijual bersama keyboard case dan stylus dalam satu paket. Dengan pendekatan itu, perangkat ini terasa siap dipakai untuk bekerja sejak keluar dari kotak, bukan sekadar tablet hiburan.
Di kelas harga sekitar Rp9 jutaan, langkah Lenovo menjadi menarik karena menawarkan perangkat ringkas untuk mobilitas harian tanpa mengorbankan fungsi produktivitas utama. Kondisi ini sejalan dengan kebutuhan kerja dari mana saja yang semakin kuat pada 2026, terutama untuk rapat online, kerja di kafe, dan penggunaan saat bepergian.
Perangkat ringkas dengan kesan premium
Yoga Tab hadir dengan bodi full metal berwarna silver dove yang tampil elegan dan tetap rendah profil. Ketebalannya hanya 6,2 mm dengan bobot 458 gram, sehingga masih nyaman digenggam satu tangan dalam durasi panjang.
Lenovo juga menyertakan Lenovo Pen Pro dan Keyboard Case Pack di dalam boks. Keyboard tersebut dilengkapi trackpad responsif yang mendukung multi-finger gesture, sehingga pengalaman mengetik dan berpindah aplikasi terasa lebih dekat ke laptop.
Produktivitas didorong lewat mode desktop dan fitur AI
Untuk membantu transisi dari laptop ke tablet, Lenovo membekali perangkat ini dengan Mode Desktop bawaan. Fitur split screen dan floating window juga tersedia untuk multitasking harian yang lebih fleksibel.
Di sisi perangkat lunak, Lenovo menambahkan beberapa fitur AI yang diarahkan ke pekerjaan praktis. Smart AI Input memungkinkan perintah AI langsung di berbagai aplikasi, AI Live Transcript mengubah percakapan rapat online menjadi teks, sedangkan Sketch to Image dan AI Super Resolution membantu menyempurnakan sketsa di Lenovo Note.
Layar dan audio dipasang di kelas atas
Untuk tampilan, Yoga Tab menggunakan panel IPS 3.2K PurePro dengan refresh rate 144Hz dan tingkat kecerahan hingga 800 nits. Kombinasi ini membuat layar terlihat tajam dan responsif, baik untuk kerja maupun menikmati konten.
Sektor audio ditopang empat speaker bertenaga. Lenovo menyebut kualitas suaranya setara laptop Yoga konvensional, meski perangkat ini dipasarkan di kisaran harga yang jauh lebih rendah.
Snapdragon 8 Gen 3 menjadi motor utama
Di bagian performa, Lenovo memasang Snapdragon 8 Gen 3 dengan RAM 12GB dan penyimpanan 256GB. Konfigurasi ini menempatkan Yoga Tab di level tinggi untuk menjalankan aplikasi berat tanpa gejala reload yang mengganggu.
Ada catatan menarik saat pengujian gim. Beberapa gim sempat terkunci di 60Hz, tetapi batas itu terbuka ketika PC Mode diaktifkan dan gim dapat berjalan hingga 120Hz.
Ada batasan yang perlu dipertimbangkan
Meski kuat untuk produktivitas, Yoga Tab tidak menyediakan slot SIM card fisik maupun eSIM. Artinya, konektivitas perangkat ini tetap bergantung pada Wi-Fi dan Bluetooth.
Kapasitas baterai 8.860 mAh juga memiliki catatan saat dipakai bermain gim berat. Resolusi layar 3.2K membuat GPU bekerja lebih keras dan daya lebih cepat terkuras, terutama ketika menjalankan judul seperti Wuthering Waves.
Rasio layar 16:10 juga belum tentu cocok untuk semua pengguna produktivitas. Sebagian orang bisa jadi lebih nyaman dengan rasio 3:2 yang terasa lebih kotak untuk dokumen dan penjelajahan web.
Nilai tambah untuk pekerja mobile
Lenovo menempatkan Yoga Tab sebagai perangkat siap pakai untuk pekerja mobile dan kreator konten. Untuk mendukungnya, perusahaan memberi bonus uji coba Adobe Express dan Lightroom Mobile selama 3 bulan.
Dukungan perangkat lunaknya juga tergolong panjang, dengan janji 2 kali peningkatan sistem operasi dan 4 tahun patch keamanan. Lenovo turut menyertakan Accidental Damage Protection selama 1 tahun untuk satu kali klaim kerusakan akibat kelalaian pengguna.






