Lepas tidak datang ke Indonesia dengan pendekatan setengah hati. Merek premium di bawah Chery Group ini langsung menyiapkan empat model elektrifikasi sekaligus, sambil membangun jaringan 40 dealer sebagai fondasi penjualan dan layanan.
Langkah itu memperlihatkan arah yang lebih matang dibanding sekadar perkenalan produk. Lepas sebelumnya sudah beberapa kali menampilkan modelnya ke publik Indonesia, tetapi belum resmi masuk ke pasar, sehingga ekspansi jaringan kini menjadi sinyal bahwa merek ini benar-benar menyiapkan diri untuk bermain lebih jauh.
Jaringan dealer jadi kunci awal
Vice Country Director Lepas Indonesia, Temmy Wiradjaja, menyebut perusahaan menargetkan 40 dealer untuk tahun ini. Target tersebut disiapkan untuk memperkuat fondasi merek sebelum produk masuk lebih luas ke pasar nasional.
Pendekatan ini penting karena Lepas tidak hanya bergantung pada daya tarik model baru. Jaringan penjualan dan layanan justru diposisikan sebagai penopang utama agar kehadiran mobil elektrifikasi mereka bisa berjalan lebih aman di Indonesia.
Empat nama sudah disiapkan
Dari sisi produk, Lepas menyiapkan L8, E6, L4, dan L6 untuk pasar Indonesia. Komposisi ini menarik karena merek tersebut tidak menempatkan mobil bermesin konvensional sebagai fokus utama, melainkan model yang mengandalkan elektrifikasi.
Seri L dipakai untuk model PHEV, sedangkan seri E digunakan untuk model EV. Dengan pola itu, Lepas terlihat ingin menawarkan dua jalur transisi sekaligus bagi konsumen Indonesia, dari hybrid plug-in sampai mobil listrik murni.
L8 jadi kandidat yang paling siap tampil
Di antara empat nama tersebut, L8 adalah model yang paling sering muncul ke publik. Mobil ini sudah beberapa kali diuji coba oleh media nasional, sehingga posisinya terlihat sebagai kandidat paling depan untuk memperkenalkan karakter Lepas di Indonesia.
L8 juga membawa citra premium yang ingin dibangun Lepas. Secara tampilan, model-model merek ini disebut lebih mewah dibanding produk Chery yang sudah lebih dulu beredar di Indonesia.
Spesifikasi L8 yang sudah dibuka
Lepas L8 punya dimensi 4.688 mm x 1.871 mm x 1.694 mm. Ukuran itu membuatnya cocok untuk konsumen yang mencari SUV modern dengan kabin lapang.
Untuk penggerak, L8 memakai mesin 4-silinder 1.500 cc turbo dengan tenaga 140 dk dan torsi 215 Nm. Tenaga tambahan datang dari motor listrik yang menghasilkan 201 dk dan torsi 310 Nm.
Baterainya menggunakan Lithium Iron Phosphate atau LFP berkapasitas 18,4 kWh. Dalam mode EV, jarak tempuh yang diklaim mencapai 100 km, sementara pengisian daya DC fast charging dari 30 persen ke 80 persen disebut memerlukan waktu 90 menit.
Model EV lain ikut disiapkan
Selain L8, Lepas juga menyiapkan E6 sebagai salah satu model listrik murni untuk Indonesia. Nama E4 sebelumnya juga sudah sempat diperlihatkan kepada publik dalam sejumlah pameran otomotif di Tanah Air.
Kehadiran model EV dan PHEV secara bersamaan menunjukkan bahwa Lepas tidak bertumpu pada satu jenis elektrifikasi saja. Strategi ini memberi pilihan bagi konsumen yang ingin beralih bertahap maupun yang siap langsung memakai EV murni.
Nama lain yang masuk radar adalah L4 dan L6. Meski detail teknis keduanya belum dijelaskan, penyebutan dua model itu menandakan portofolio yang disiapkan Lepas untuk Indonesia cukup luas.
Eksposur awal terhadap L8 dan E4 di motor show juga tampak menjadi bagian dari upaya membangun pengenalan merek. Setelah itu, jaringan dealer besar disiapkan agar langkah masuk ke pasar tidak berhenti pada tahap pameran saja, tetapi berlanjut ke distribusi yang lebih serius.
Source: otodriver.com






