LiDAR, Face ID, dan Thunderbolt 3 Jadi Pembeda iPad Pro dari iPad Air

Bagi pengguna yang sering bekerja dengan file besar, perbedaan antara iPad Pro dan iPad Air terasa paling jelas saat data harus berpindah cepat dan layar eksternal mulai dipakai serius. Di titik ini, iPad Pro bukan hanya unggul di chip, tetapi juga di koneksi, monitor, dan fitur pendukung yang memang tidak tersedia di iPad Air.

Salah satu pembeda paling praktis ada pada port USB-C yang dibawa masing-masing model. iPad Air mendukung USB 3 dengan kecepatan hingga 10 Gb/s dan pengisian 20 W, sedangkan iPad Pro memakai Thunderbolt 3 dengan kecepatan transfer hingga 40 Gb/s.

Perbedaan itu penting untuk pengguna yang sering memindahkan video berukuran besar atau bekerja dengan alur data yang padat. iPad Pro juga lebih fleksibel untuk kebutuhan layar eksternal karena tetap mendukung monitor 6K 60 Hz, tetapi juga bisa dipakai dengan layar beresolusi lebih rendah hingga 5K pada 120 Hz.

Di sisi tampilan, iPad Pro menawarkan pengalaman yang lebih halus lewat layar 120 Hz dengan ProMotion. Perpindahan antar layar dan animasi terasa lebih mulus, terutama bagi pengguna yang terbiasa dengan refresh rate tinggi.

ProMotion juga punya sisi efisiensi yang tidak kalah penting. Saat menampilkan gambar statis atau ketika perangkat tidak aktif, refresh rate dapat turun hingga 10 Hz agar pemakaian daya lebih hemat tanpa mengorbankan kenyamanan visual.

Untuk kebutuhan kreatif, iPad Pro juga membawa kemampuan kamera yang lebih lengkap. Semua model memang sama-sama punya kamera belakang 12 megapiksel dengan Smart HDR dan kamera depan dengan Center Stage, tetapi iPad Pro menjadi satu-satunya yang mendukung Portrait Mode dan Portrait Lighting.

Sensor LiDAR menjadi pembeda lain yang tidak dimiliki iPad Air. Sensor ini membantu autofocus bekerja lebih cepat dan juga berguna untuk pemetaan ruang, pengukuran, serta pengalaman augmented reality yang lebih baik.

LiDAR memancarkan cahaya untuk membuat peta spasial 3D yang akurat hingga jarak 16 kaki. Dalam praktiknya, sensor ini bisa membantu mengukur tinggi seseorang, jarak antar dinding, atau panjang furnitur dengan hasil yang lebih presisi daripada pengukuran berbasis kamera saja.

Kemampuan itu juga membuat iPad Pro lebih cocok untuk pekerjaan yang berhubungan dengan denah lantai, render 3D objek dan ruangan, serta aplikasi pihak ketiga yang memanfaatkan augmented reality. Aplikasi Measure di iPad Air dan iPad tetap bisa dipakai, tetapi hasil dari LiDAR di iPad Pro memberi tingkat akurasi yang lebih tinggi.

Di bagian depan, iPad Pro juga membawa Face ID dengan dukungan TrueDepth. Sistem ini memungkinkan perangkat dibuka tanpa kata sandi atau sidik jari, sekaligus menjadi dasar untuk fungsi pemindaian wajah yang lebih canggih.

TrueDepth tidak berhenti pada keamanan semata. Teknologi ini juga mendukung pembuatan dan pembagian Animoji, serta membantu iPad Pro mengetahui apakah pengguna sedang melihat layar agar perilaku tampilan bisa menyesuaikan, misalnya tidak cepat mati atau meredup saat perangkat masih dipakai.

Untuk video, semua tablet dalam pembahasan ini sama-sama mampu merekam 4K 60 fps. Namun hanya iPad Pro yang mendukung Apple ProRes, Audio Zoom, dan Stereo Recording, sehingga posisinya tetap lebih kuat untuk kebutuhan produksi konten yang lebih serius.

Dengan rangkaian fitur itu, selisih iPad Pro dan iPad Air terlihat bukan hanya pada performa chip. Bagi pengguna yang sering mengandalkan transfer data cepat, monitor eksternal, pemindaian wajah, perekaman video, atau pengukuran ruang yang lebih presisi, iPad Pro masih menyimpan beberapa kemampuan yang tidak hadir di iPad Air.

Berita Terkait