Liku 9 Hingga Pantai Sungai Suci, Bengkulu Pamer Rute Touring yang Lengkap

Bengkulu kembali mencuri perhatian lewat rangkaian jalur touring yang tidak hanya menyajikan jalan, tetapi juga lanskap alam yang berlapis-lapis. Dalam gelaran MAXi Tour Boemi Nusantara Bengkulu pada 25–27 April 2026, peserta diajak merasakan kombinasi jalur menantang, panorama pesisir, hingga destinasi yang masih terasa tersembunyi.

Bagi pecinta touring jarak jauh, pengalaman semacam ini menjadi daya tarik utama karena satu perjalanan bisa menghadirkan banyak karakter wilayah sekaligus. Bengkulu pun tampil bukan sekadar sebagai rumah bunga Rafflesia Arnoldii, melainkan sebagai daerah dengan rute yang memadukan petualangan, pemandangan, dan kekayaan lokal.

Jalur yang jadi pusat perhatian

Salah satu ruas yang paling menonjol adalah Liku 9. Jalur berkelok dengan tikungan tajam ini membelah Bukit Barisan dan memberi sensasi berkendara yang menantang.

Di saat yang sama, pemandangan hutan tropis yang masih asri ikut memperkuat daya tariknya. Kabut tipis pada pagi hari membuat suasana jalur ini terasa lebih dramatis, sehingga tidak hanya menarik untuk rider, tetapi juga untuk pencinta fotografi.

Alam Bengkulu yang terasa berbeda di tiap titik

Selain jalur berkendara yang memacu adrenalin, peserta juga diajak masuk ke suasana yang lebih tenang di Sungai Trokon. Lokasi ini berada di kawasan hutan Bengkulu dengan air jernih, bebatuan besar, dan vegetasi lebat yang masih terjaga.

Karena letaknya relatif terpencil, Sungai Trokon cocok untuk relaksasi dan trekking. Tempat ini memberi pengalaman yang berbeda dari destinasi wisata yang lebih ramai.

Masih dalam satu rangkaian perjalanan, Danau Mas Harun Bastari di Rejang Lebong juga masuk dalam rute. Danau ini menawarkan perpaduan air, perbukitan hijau, dan udara sejuk yang terasa kuat pada pagi hari.

Ciri lain yang membuatnya unik adalah air terjun yang langsung mengalir ke badan danau. Saat kabut tipis muncul, lanskapnya terlihat semakin eksotis.

Pesisir, kebun teh, dan suasana perjalanan yang beragam

Rute touring ini tidak berhenti di pegunungan dan danau. Kebun Teh Kabawetan di Kepahiang menjadi salah satu titik penting yang menghadirkan hamparan hijau luas dengan suasana tenang.

Kawasan ini juga menyimpan nilai sejarah karena perkembangannya sudah berlangsung sejak masa kolonial Belanda. Kombinasi panorama dan latar sejarah membuatnya terasa relevan bagi peserta yang ingin menikmati perjalanan santai sekaligus bermakna.

Di sisi lain, Pantai Sungai Suci memperlihatkan wajah pesisir barat Sumatra. Ombak besar Samudra Hindia, tebing karang, dan sebuah pulau kecil yang terhubung jembatan gantung menjadi ciri khas kawasan ini.

Nama Sungai Suci berasal dari aliran air tawar di area tersebut. Masyarakat setempat meyakini aliran itu memiliki nilai spiritual, sehingga lokasi ini punya lapisan cerita di luar keindahan alamnya.

Budaya dan kuliner ikut dibawa ke rute touring

Pengalaman di Bengkulu tidak hanya diisi oleh jalan dan panorama. Agenda MTBN juga memperkenalkan budaya serta kuliner khas daerah secara langsung kepada peserta.

Pendap menjadi salah satu makanan yang dikenalkan dalam kegiatan ini. Hidangan khas Bengkulu tersebut memakai ikan berbumbu rempah, dibungkus daun talas, lalu dimasak dalam waktu lama.

Daun talas memberi aroma khas pada pendap. Cita rasanya dikenal gurih, asam, dan sedikit pahit.

Sirup Jeruk Kalamansi juga masuk dalam daftar khas Bengkulu yang diperkenalkan. Minuman ini dibuat dari jeruk kalamansi yang aromanya kuat dan rasanya asam menyegarkan.

Karena buahnya mudah rusak, masyarakat setempat mengolahnya menjadi sirup. Minuman ini pas dinikmati saat cuaca panas.

Kesenian Musik Perkusi Dhol melengkapi pengalaman budaya yang dibawa dalam perjalanan ini. Tradisi yang identik dengan Festival Tabot itu dimainkan menggunakan alat musik besar bernama dhol dengan ritme yang menghentak.

Deputy GM Sales & Manager Yamaha Main Dealers Thamrin Brothers, Wahidin, mengatakan MTBN menjadi cara Yamaha memperkenalkan Bengkulu sebagai destinasi touring yang kaya keindahan alam, budaya, kuliner, dan jalur perjalanan menarik. Ia menegaskan bahwa Bengkulu tidak hanya identik dengan bunga Rafflesia.

Salah satu peserta, Tino, juga merasakan langsung pengalaman tersebut. Ia menyebut perjalanan pertamanya menjelajahi Bengkulu bersama Yamaha terasa nyaman berkat skutik MAXi Yamaha yang punya posisi berkendara ergonomis, performa tangguh, dan fitur modern.

Setelah Bengkulu, rangkaian MAXi Tour Boemi Nusantara 2026 berlanjut ke Lampung pada 8–11 Mei 2026. Agenda berikutnya tetap membawa semangat menjelajahi keindahan Nusantara dari Barat hingga Timur Indonesia bersama line-up MAXi Yamaha.

Source: www.liputan6.com

Berita Terkait