Lima Tewas Dalam Penembakan Dan Penyanderaan Di Supermarket Kyiv, Polisi Akhiri Kepungan Setelah Negosiasi Gagal

Author: Redaksi Android62

Polisi Ukraina menembak mati seorang pria bersenjata yang menyandera sejumlah orang di sebuah supermarket di Kyiv setelah upaya negosiasi selama sekitar 40 menit tidak membuahkan hasil. Sedikitnya lima orang tewas dalam insiden itu, sementara sedikitnya 10 orang lain harus mendapat perawatan di rumah sakit akibat luka dan trauma.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyebut empat sandera berhasil diselamatkan dan mengatakan serangan terhadap warga sipil itu telah dihentikan. Aparat masih mengamankan lokasi kejadian di kawasan permukiman di selatan ibu kota untuk menelusuri rangkaian peristiwa dan motif pelaku.

Ketegangan bermula di sekitar blok apartemen

Sebelum masuk ke supermarket, pelaku dilaporkan terlihat membawa senjata api dan menembak seseorang dari jarak dekat di area dekat blok apartemen. Tak lama kemudian, suara tembakan terdengar lagi dari dalam bangunan yang menjadi sasaran penyanderaan tersebut.

Seorang reporter AFP melihat area supermarket sudah ditutup ketat oleh aparat keamanan. Kaca etalase toko tampak bercak darah, sementara petugas berbaju antipeluru dan penyidik datang untuk mengamankan tempat kejadian.

Pelanggan panik saat suara keras terdengar

Tetyana, pegawai supermarket, mengatakan suara pertama yang terdengar dari dalam toko sempat disangka sebagai botol sampanye pecah atau balon meletus. Namun, suasana segera berubah panik ketika para pelanggan berteriak agar semua orang berlari menyelamatkan diri.

Ia bersama orang lain kemudian bersembunyi di balik kulkas untuk menghindari bahaya. Dalam kepanikan itu, terdengar pula suara seseorang mengerang kesakitan dari dalam toko, menandakan situasi di dalam supermarket semakin gawat.

Pelaku disebut warga Moskow

Jaksa Agung Ukraina Ruslan Kravchenko menyebut tersangka sebagai pria berusia 58 tahun yang lahir di Moskow. Berdasarkan laporan awal, pria tersebut juga disebut menggunakan senjata otomatis saat melakukan aksinya.

Menteri Dalam Negeri Ukraina Igor Klymenko menjelaskan polisi mencoba berkomunikasi dengan pelaku selama sekitar 40 menit. Aparat bahkan menawarkan bantuan untuk menghentikan pendarahan jika ada korban luka di dalam, tetapi pelaku tidak memberi respons.

Keputusan tembak mati diambil saat situasi tak terkendali

Klymenko mengatakan keputusan untuk menembak mati pelaku diambil setelah situasi dinilai tidak lagi dapat dikendalikan. Ia juga menyebut pelaku telah membunuh salah satu sandera yang sempat ditahan di dalam supermarket.

Setelah penembakan berakhir, petugas langsung memperluas pengamanan dan penyelidikan di lokasi. Tim penyidik terus mengumpulkan keterangan untuk memastikan kronologi lengkap serta alasan di balik serangan bersenjata itu.

Penyelidikan masih berlanjut

Zelensky meminta penyelidikan cepat atas insiden tersebut dan menyatakan semua rincian kejadian masih dihimpun oleh aparat. Ia juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga para korban yang tewas.

Ukraina memang berada dalam situasi perang berkepanjangan dengan Rusia, tetapi negara itu selama ini dikenal memiliki tingkat kriminalitas yang relatif rendah meski sesekali terjadi penembakan. Kasus di Kyiv ini menambah daftar insiden bersenjata yang mengguncang kota tersebut, setelah tahun lalu seorang pria juga menembak mati dua orang di pinggiran ibu kota dalam perselisihan terkait penjualan senjata api.

Berita Terbaru