China Rebut Puncak Komputer Tercepat Dunia, LineShine Tembus Hampir 2,2 Kuadriliun Hitung

Author: Redaksi Android62

China kini memegang posisi teratas daftar superkomputer tercepat dunia melalui mesin bernama LineShine. Sistem ini mencatat 2,198 exaflops per second dalam pengukuran TOP500, atau hampir 2,2 kuadriliun kalkulasi per detik.

Pencapaian itu langsung menggeser dominasi lama superkomputer asal Amerika Serikat di puncak peringkat. LineShine dibangun oleh Shenzhen Cloud Computing Center dan ditempatkan di National Supercomputing Centre di Shenzhen.

El Capitan turun ke posisi kedua

Perubahan besar di papan atas membuat El Capitan milik Lawrence Livermore National Laboratory bergeser ke posisi kedua. Meski lab tersebut menyebut El Capitan mampu mencapai 2,821 exaflops per second, angka yang tercatat di edisi TOP500 kali ini adalah 1,809 exaflops per second.

TOP500 sendiri telah menjadi acuan peringkat superkomputer sejak 1993. Daftar ini lahir dari pertemuan superkomputer di Mannheim, Jerman, lalu dirilis setiap enam bulan untuk memetakan mesin-mesin tercepat di dunia.

Bagaimana TOP500 menilai kinerja

Peringkat TOP500 disusun berdasarkan performa mesin saat menjalankan paket perangkat lunak High-Performance Linpack, atau HPL. Tes ini mengukur seberapa banyak kalkulasi yang dapat dilakukan dalam rangkaian algoritma kompleks dalam satu detik.

Hasilnya dinyatakan dalam exaflops, satuan yang menunjukkan kekuatan komputasi superkomputer. Satu exaflop setara dengan satu quintillion operasi per detik, atau satu miliar miliar operasi per detik.

LineShine tercatat memiliki 13,79 juta computing cores yang dibangun dalam prosesor LX2 berisi 304 core. TOP500 juga menyebut mesin ini masih berpotensi lebih cepat secara teoritis, dengan estimasi puncak 2,736 exaflops per second.

Peta lima besar masih ketat

Di belakang LineShine dan El Capitan, dua superkomputer lain dari Amerika Serikat serta satu dari Jerman melengkapi lima besar. Frontier milik Oak Ridge National Laboratory di Tennessee mencatat 1,353 exaflops per second, sementara Aurora milik Argonne National Laboratory di Illinois berada di bawahnya dengan 1,012 exaflops per second.

Superkomputer Lembaga Negara Hasil TOP500
LineShine Shenzhen Cloud Computing Center China 2,198 exaflops per second
El Capitan Lawrence Livermore National Laboratory Amerika Serikat 1,809 exaflops per second
Frontier Oak Ridge National Laboratory Amerika Serikat 1,353 exaflops per second
Aurora Argonne National Laboratory Amerika Serikat 1,012 exaflops per second
JUPITER Booster Julich Supercomputing Centre Jerman 1 exaflop per second

JUPITER Booster dari Julich Supercomputing Centre di Jerman menutup lima besar dengan tepat 1 exaflop per second. Komposisi itu menunjukkan persaingan di kelas tertinggi masih sangat ketat, meski posisi pertama kini berada di tangan China.

Perubahan ini juga memperlihatkan jarak performa yang masih lebar antara pemimpin baru dan para pesaing terdekatnya. Di saat yang sama, superkomputer klasik tetap menjadi tolok ukur utama dalam daftar seperti TOP500, sementara quantum computer mulai dipandang sebagai tantangan jangka panjang.

Perbandingan dengan quantum computer tidak sederhana karena dua jenis mesin itu bekerja dengan prinsip berbeda. Quantum computer tidak dibatasi kalkulasi biner seperti superkomputer tradisional, sehingga ukuran exaflops per second tidak relevan untuk menilai performanya.

Berita Terbaru