Lintas Alam UGM Tarik 4.000 Peserta, Sebagian Biaya Lomba Disalurkan untuk Beasiswa Mahasiswa

Author: Redaksi Android62

UGM Trail Run 2026 tidak hanya menyiapkan ajang lari lintas alam untuk para pegiat olahraga luar ruang, tetapi juga membawa misi sosial yang langsung menyentuh mahasiswa. Dari target 4.000 peserta yang dipasang panitia, sebagian biaya pendaftaran akan diarahkan untuk dana beasiswa bagi mahasiswa UGM yang membutuhkan bantuan biaya kuliah.

Ajang ini dijadwalkan berlangsung di kawasan Kaliurang, Pakem, Sleman, pada 26-27 September 2026. Dengan latar alam di sekitar Taman Nasional Gunung Merapi, penyelenggara melihat event ini sebagai perpaduan antara olahraga, wisata, dan kepedulian sosial.

Lari, wisata, dan kepedulian sosial

Panitia menempatkan UGM Trail Run 2026 sebagai ruang sport tourism yang diharapkan memberi dampak lebih luas dari sekadar lomba. Kehadiran peserta dan pendukung acara diproyeksikan ikut menggerakkan ekonomi masyarakat di kawasan sekitar.

Pemilihan Kaliurang juga didasarkan pada daya tariknya sebagai tujuan wisata alam. Panitia menilai lokasi tersebut cocok untuk konsep wisata berbasis keindahan alam sekaligus mendukung pergerakan wisatawan ke area sekitarnya.

Lima kategori untuk berbagai level pelari

Race Director UGM Trail Run 2026, Roostian Gamananda, menjelaskan bahwa panitia menyiapkan lima kategori lomba. Kategori itu meliputi 7K, 15K, 30K, 50K, dan Kagama Group Open 77K Relay.

Format relay tersebut memiliki syarat khusus, yaitu tiap tim minimal harus memiliki satu pelari perempuan. Menurut Roostian, pembagian kategori itu dibuat agar pelari pemula hingga level advance bisa memilih jarak yang sesuai kemampuan.

UGM Trail Run juga sudah terdaftar sebagai ajang resmi Asosiasi Lari Trail Indonesia atau ALTI. Untuk kategori 30K dan 50K, peserta juga berpeluang memperoleh poin International Trail Running Association atau ITRA.

Run, Edu, dan Care dalam satu rangkaian

Ketua Panitia UGM Trail Run 2026, Budi Susila, menyebut penyelenggaraan tahun ini membawa tiga konsep utama, yakni Run, Edu, dan Care. Run menjadi ruang bagi para pegiat trail run, sementara Edu dijalankan bertahap sejak pra-event hingga hari pelaksanaan.

Pada bagian edukasi, panitia bekerja sama dengan RSUP Dr. Sardjito. Kolaborasi itu mencakup pelatihan emergency rescue dan strength training bagi para penghobi lari melalui talk show serta kegiatan kecil yang akan berlanjut beberapa kali.

Budi menegaskan bahwa ajang ini tidak ingin berhenti sebagai perlombaan semata. Panitia juga ingin kegiatan ini menjadi sarana pembinaan pelari sekaligus edukasi keselamatan dalam olahraga.

Sebagian biaya pendaftaran untuk beasiswa mahasiswa

Aspek Care menjadi pembeda penting dalam UGM Trail Run 2026. Sebagian biaya pendaftaran peserta akan dialokasikan untuk dana beasiswa mahasiswa yang membutuhkan bantuan biaya kuliah.

Pada awal 2026, KLUB telah menyerahkan donasi sebesar Rp500.202.576 kepada UGM untuk program beasiswa tersebut. Panitia juga akan menggabungkan perolehan dana dari event ini dengan UGM Ultra Charity Run yang digelar pada Bulan Desember.

Budi menyebut skema itu diharapkan membantu mahasiswa agar bisa menuntaskan perkuliahan. UGM menilai konsistensi komunitas penyelenggara sebagai bentuk dukungan nyata terhadap kebutuhan sivitas akademika.

Hadiah disiapkan untuk para pelari terbaik

Selain membawa misi sosial dan edukasi, panitia juga menyiapkan total hadiah senilai Rp200 juta. Penghargaan itu akan diberikan kepada tiga pelari tercepat, pemenang kelompok umur, dan juara di setiap kategori lomba.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Alumni UGM, Arie Sujito, mengapresiasi penyelenggaraan yang memadukan olahraga, edukasi, dan kepedulian sosial. Ia menilai komunitas tersebut konsisten membantu mahasiswa yang membutuhkan sambil memberi kontribusi di luar kompetisi lari semata.

Source: mediaindonesia.com
Berita Terbaru