Liontin Amber Elizabeth I Melonjak, Dari £5.588 Kini Diburu Hingga £150.000

Author: Redaksi Android62

Nilai sebuah liontin amber langka bergambar Ratu Elizabeth I kini melonjak tajam di hadapan rumah lelang Sotheby’s. Perhiasan kecil berbentuk hati itu diperkirakan bisa terjual hingga £150.000, padahal sebelumnya hanya berpindah tangan seharga £5.588.

Perbedaan harga yang sangat lebar ini membuat benda berusia sekitar 1600 tersebut kembali menjadi sorotan. Selain usianya, daya tarik utamanya terletak pada detail ukiran yang sarat simbol kekuasaan dan makna pribadi bagi Elizabeth I.

Ukiran kecil dengan makna besar

Liontin itu memiliki ukuran hanya 4 cm tinggi dan 3 cm lebar, tetapi permukaannya memuat beberapa detail penting. Di satu sisi terdapat cameo Elizabeth I, sementara sisi lainnya menampilkan burung parrot yang dikaitkan dengan lambang keperawanan sang ratu.

Pada bagian permukaan juga tertera tulisan “Elisabet.D.G.Ang.Fran.Hib.Et.Vir.Regi.F.D”, yang merujuk pada gelar Elizabeth sebagai Ratu Inggris, Prancis, dan Irlandia. Sotheby’s menilai tingkat kehalusan bingkai, kejernihan permukaan, dan detail ukiran menunjukkan pengerjaan yang sangat mahir.

Asal-usul dan dugaan pembuatnya

Benda ini diyakini dibuat dari amber, material yang sangat diminati pada akhir abad ke-16 dan awal abad ke-17. Pada masa itu, amber dipercaya bermanfaat bagi tubuh dan diyakini bisa mengeluarkan aroma tertentu saat ada bahaya atau racun.

Para ahli menduga pembuatnya adalah Hans Klingenberg atau Georg Schreiber dari Prusia. Namun, siapa yang memesan pembuatannya belum diketahui secara pasti, meski ada kemungkinan liontin itu merupakan hadiah kerajaan atau bahkan dibuat atas permintaan Elizabeth I sendiri.

Jejak kepemilikan yang panjang

Menurut catatan Lyon & Turnbull, liontin ini berasal dari “former contents of Poltalloch House, Kilmartin, Argyll.” Benda tersebut kemudian masuk ke keluarga Malcolm hampir tiga abad setelah kematian Elizabeth I pada 1603.

Sotheby’s menyebut John Malcolm, 1st Baron Malcolm of Poltalloch, sebagai salah satu kolektor terpenting di Inggris pada abad ke-19. Riwayat kepemilikan itu menambah bobot historis pada perhiasan yang kini kembali masuk ke pasar lelang.

Simbol kerajaan yang terus dibaca ulang

Gambar Elizabeth I pada sisi depan diduga terinspirasi dari ukiran karya Crispijn de Passe the Elder, yang bersumber dari potret Isaac Oliver sekitar 1590–1592. Geoffrey Munn, pembawa acara dan sejarawan Antiques Roadshow, menyebut liontin ini sebagai lambang luar biasa dari kedaulatan Elizabeth.

Munn juga menilai bentuk hati pada liontin itu mencerminkan keyakinan sang ratu bahwa dirinya hanya menikah dengan Kerajaan Inggris. Dalam pembacaan simboliknya, status selibat Elizabeth pada masa lanjut hidupnya ikut membentuk citra publik yang melekat kuat pada sosoknya, sementara burung parrot di bagian belakang dipandang sebagai isyarat keperawanan sang ratu.

Berita Terbaru