Calvin Verdonk resmi mencatat pencapaian besar bersama LOSC Lille setelah timnya memastikan tempat di Liga Champions musim depan. Bek Timnas Indonesia itu menjadi pemain Indonesia pertama yang akan tampil di fase grup atau league phase kompetisi antarklub paling bergengsi di Eropa.
Kepastian itu lahir dari akhir musim Ligue 1 yang berlangsung ketat hingga pekan terakhir. Lille menutup kompetisi di posisi ketiga klasemen akhir dengan 61 poin dari 34 pertandingan, hasil yang cukup untuk mengamankan tiket otomatis ke Liga Champions.
Persaingan di papan atas Prancis memang berjalan rapat. Lille hanya unggul satu poin dari Olympique Lyon yang finis di urutan keempat dengan 60 poin, sehingga selisih tipis itu menjadi penentu nasib kedua tim.
Dengan finis di tiga besar, Lille tidak perlu melewati babak tambahan untuk masuk ke kompetisi elite Eropa. Mereka langsung berhak melaju ke fase utama musim depan, sementara Lyon harus menempuh jalur playoff.
Verdonk ikut merasakan momen penentuan itu saat Lille menjalani laga terakhir melawan Auxerre di Stade Pierre-Mauroy. Ia turun sebagai pemain pengganti dalam pertandingan yang berakhir dengan kekalahan 0-2 bagi Lille.
Hasil di laga penutup itu tidak mengubah posisi Lille di klasemen. Pesaing terdekat seperti Lyon dan Rennes juga gagal meraih hasil maksimal pada pekan terakhir, sehingga Lille tetap bertahan di urutan ketiga hingga kompetisi selesai.
Bagi Verdonk, pencapaian ini bukan sekadar keberhasilan klub, tetapi juga tonggak bersejarah untuk sepak bola Indonesia. Namanya kini tercatat sebagai pemain Indonesia pertama yang lolos ke Liga Champions, sebuah capaian yang belum pernah dicapai pemain asal Indonesia sebelumnya.
Eks pemain NEC Nijmegen itu kini akan berada di panggung yang sama dengan klub-klub besar Eropa yang rutin tampil di Liga Champions. Situasi ini menambah arti penting perjalanan kariernya bersama Lille pada musim ini.
Capaian Verdonk juga memberi gambaran bahwa pemain Indonesia bisa menembus level kompetisi yang sangat ketat jika mampu tampil konsisten di klubnya. Bagi publik sepak bola nasional, kehadirannya di Liga Champions menjadi simbol bahwa langkah pemain Indonesia di level Eropa bisa mencapai tahap yang lebih tinggi.
Format Liga Champions membuat posisi akhir di liga domestik sangat menentukan. Dalam kasus Lille, finis ketiga di Ligue 1 sudah cukup untuk mengamankan tiket langsung karena Prancis mendapat tiga jatah otomatis berdasarkan koefisien UEFA.
Satu tiket lain dari Prancis diberikan melalui playoff kepada tim peringkat keempat, yang musim ini ditempati Lyon. Selisih hanya satu angka antara Lille dan Lyon memperlihatkan betapa tipisnya batas antara lolos langsung dan harus menjalani jalur tambahan.
Lille sendiri mampu menjaga konsistensi pada fase paling krusial. Keberhasilan mereka bertahan di zona yang paling menguntungkan membuat Verdonk ikut mengukir sejarah bersama klub asal Prancis tersebut.
Source: bola.bisnis.com






