Lomba Sihir Menghadapi Kemungkinan Terburuk, Di Seberang Jadi Gerbang Emosional Baru

Author: Redaksi Android62

Di Seberang” menandai langkah baru Lomba Sihir menuju wilayah yang lebih intim, tanpa meninggalkan tenaga alternative rock yang keras dan berisik. Lagu ini juga menjadi pintu masuk menuju album Setelah: Obrolan Jam 3 Pagi yang dijadwalkan rilis pada 4 September.

Proyek tersebut merupakan perluasan dari album Obrolan Jam 3 Pagi, album kedua band asal Jakarta itu yang beredar pada 2025. Dalam posisi itu, “Di Seberang” bukan hanya single baru, tetapi juga penanda arah emosional yang lebih personal.

Berangkat dari obrolan tentang kehilangan

Secara tematik, lagu ini lahir dari percakapan sederhana para personel Lomba Sihir soal kemungkinan terburuk dalam hidup, yaitu kematian. Enrico Octaviano menyebut gagasan itu berawal dari obrolannya dengan pasangan mengenai kemungkinan jika salah satu meninggal lebih dulu.

Dari sana, pembicaraan berkembang menjadi pertanyaan tentang apa saja yang perlu dipikirkan dan disiapkan jika keadaan itu benar-benar terjadi. Tristan Juliano kemudian menjelaskan bahwa diskusi itu membuat lagu ini tumbuh sebagai cara memandang kehilangan dari sisi yang sangat manusiawi.

Tenaga alternatif rock yang kembali ditegaskan

Di sisi musik, “Di Seberang” memperlihatkan kembali karakter Lomba Sihir yang lebih keras. Lagu ini dipenuhi riff gitar berdistorsi dan mengingatkan pada “Seragam Ketat” serta “Nirrrlaba” dari album Selamat Datang di Ujung Dunia yang rilis pada 2021.

Proses pembuatannya dilakukan secara berlapis dan dikerjakan bersama. Baskara Putra menjelaskan bahwa setelah topik ditentukan, komposisi disusun lebih dulu sebelum sesi berikutnya dipakai untuk merumuskan nada vokal dan lirik.

Informasi Keterangan
Judul lagu Di Seberang
Tanggal rilis 15 Juli 2026
Peran lagu Single pembuka menuju album Setelah: Obrolan Jam 3 Pagi
Pengisi tamu Rishanda Singgih pada bas
Gaya musik Alternative rock dengan riff gitar berdistorsi

Baskara menuturkan bahwa liriknya disusun dari upaya menyintesiskan cerita yang kerap disampaikan Enrico ketika membahas topik itu. Pendekatan tersebut membuat tema berat tetap terasa dekat, sekaligus mempertahankan identitas bising yang selama ini melekat pada Lomba Sihir.

Menjadi pembuka album yang lebih personal

Setelah: Obrolan Jam 3 Pagi akan memuat sejumlah lagu baru dengan tema yang lebih dalam dan personal. Ide album ini muncul setelah para personel duduk bersama dan membicarakan arah musik mereka selanjutnya.

Dari percakapan itu, mereka merasa masih ada banyak sisi dari Obrolan Jam 3 Pagi yang belum tergarap, terutama bagian yang dekat dengan pengalaman pribadi. Udu menilai “Di Seberang” menjadi pembuka yang tepat untuk membawa pendengar masuk ke arah baru tersebut.

Enrico juga menegaskan bahwa lagu yang sudah dirilis tidak lagi hanya milik penciptanya. Menurut dia, sebuah karya akan menjadi bagian dari pendengar yang menerimanya, dan Lomba Sihir berharap “Di Seberang” bisa menemani keseharian mereka.

Video musik “Di Seberang” memperkuat pesan itu dengan cara yang tetap sejalan dengan energi lagunya. Melalui rilis ini, Lomba Sihir menunjukkan bahwa tema kehilangan bisa diolah menjadi karya yang keras, tetapi tetap menyisakan ruang bagi emosi yang sangat personal.

Source: www.medcom.id
Berita Terbaru