Lonjakan Data Center Indonesia, Uptime Institute Soroti Risiko Siber Yang Kian Terbuka

Author: Redaksi Android62

Laju pembangunan data center di Indonesia tengah bergerak cepat, tetapi percepatan itu membawa konsekuensi yang tidak kecil. Uptime Institute menilai keamanan siber harus diperlakukan sebagai fondasi, bukan sekadar tambahan, karena semakin besar peran data center, semakin besar pula risiko gangguan yang bisa muncul.

Peringatan itu mengemuka di tengah kebutuhan konektivitas yang terus naik seiring transformasi digital nasional. Data center kini menjadi tulang punggung layanan digital, penyimpanan data, dan keandalan operasional di berbagai sektor, sehingga setiap celah keamanan berpotensi berdampak lebih luas.

Sorotan dari Uptime Institute

Datacenter Cybersecurity Program & Product Manager Uptime Institute, Lanre Rotimi, menyampaikan komitmen lembaganya untuk mendorong kinerja dan keandalan infrastruktur data center. Uptime Institute sendiri dikenal sebagai lembaga riset dan sertifikasi infrastruktur pusat data global yang juga memberi perhatian pada penguatan ekosistem di Indonesia.

Pandangan yang dibawa lembaga itu tegas: pertumbuhan data center yang sangat pesat harus diimbangi kesiapan keamanan siber yang memadai. Tanpa penguatan tersebut, kompleksitas risiko akan ikut membesar seiring makin vitalnya posisi data center dalam layanan digital.

Mengapa risiko ikut naik

Kapasitas data center yang terus bertambah membuat fungsi infrastruktur ini semakin strategis. Di saat yang sama, layanan publik dan bisnis kian bergantung pada sistem yang ditopang data center, sehingga ancaman siber tidak lagi bisa dipandang sebagai isu terpisah.

Karena itulah pembahasan cyber resilience menjadi penting dalam konteks Indonesia. Fokusnya bukan hanya menambah kapasitas, tetapi juga memastikan fondasi digital tetap andal, aman, dan siap menghadapi gangguan yang muncul saat infrastruktur terus berkembang.

Infrastruktur, keamanan, dan AI saling terkait

Dari sisi penyedia solusi, Sangfor Technologies menilai digitalisasi tidak cukup hanya bertumpu pada infrastruktur. Vendor asal China yang bergerak di solusi infrastruktur teknologi, keamanan jaringan, dan cloud computing itu menekankan bahwa sinergi antara infrastruktur, keamanan siber, dan AI menjadi kunci dalam adopsi teknologi digital.

Sangfor juga mengembangkan inovasi infrastruktur IT yang dipadukan dengan teknologi keamanan jaringan serta adopsi AI. Pendekatan tersebut diarahkan untuk meningkatkan efisiensi investasi IT perusahaan, sekaligus menjawab kebutuhan organisasi yang ingin tumbuh cepat tanpa mengorbankan perlindungan sistem.

Forum yang mempertemukan dua sudut pandang

Pembahasan soal keamanan data center dan ketahanan siber itu muncul dalam Tech & Telco Forum 2026 bertema “Building a Safer Digital Nation: From Connectivity to Cyber Resilience”. Forum ini membahas strategi, prospek, dan tantangan Indonesia dalam memperkuat keamanan siber untuk menopang transformasi digital nasional.

Dalam forum tersebut, Lanre Rotimi berdialog dengan Senior Cloud Consultant Sangfor Technologies Indonesia, Steven Tanuwijaya. Diskusi mereka dipandu oleh Shafinaz Nachiar dan memperlihatkan bahwa keamanan data center bukan urusan satu pihak saja.

Kehadiran lembaga riset infrastruktur pusat data dan penyedia solusi teknologi dalam satu forum menunjukkan bahwa perlindungan data center membutuhkan pendekatan yang menyeluruh. Desain infrastruktur, penguatan jaringan, dan pemanfaatan teknologi baru perlu berjalan bersama agar fondasi digital nasional tetap siap menghadapi tekanan pertumbuhan.

Source: www.cnbcindonesia.com
Redaksi Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow Us
Berita Terbaru