Banyak luka kecil di mulut dianggap sepele karena biasanya memang membaik sendiri. Namun, ketika sariawan tidak kunjung hilang setelah dua hingga tiga minggu, kondisi itu tidak lagi bisa diperlakukan sebagai keluhan biasa dan perlu diperiksa lebih lanjut.
Perubahan yang bertahan lama di rongga mulut dapat menjadi salah satu petunjuk awal kanker mulut, terutama bila muncul bersama gejala lain yang ikut menetap. Kanker mulut atau oral squamous cell carcinoma (OSCC) dikenal dapat tumbuh perlahan tanpa banyak tanda mencolok pada fase awal, sehingga sering terlambat disadari.
Mengapa luka yang menetap perlu diperhatikan
Sariawan umumnya sembuh dalam waktu satu hingga dua minggu tanpa terapi khusus. Jika luka tetap ada setelah lewat dua hingga tiga minggu, pemeriksaan medis menjadi langkah yang dianjurkan karena kondisi tersebut sudah tidak sesuai dengan pola sariawan ringan pada umumnya.
Pada fase awal, lesi di mulut sering tidak menimbulkan nyeri berat. Inilah yang membuat sebagian orang menunda pemeriksaan dan mencoba mengobatinya sendiri, padahal deteksi dini sangat penting untuk membantu keberhasilan terapi.
Tanda lain yang patut dicermati
Gejala kanker mulut tidak selalu muncul dalam bentuk luka yang besar atau nyeri berat. Perubahan kecil yang terus bertahan justru sering menjadi tanda awal di bibir, lidah, langit-langit mulut, dasar mulut, atau tenggorokan.
Beberapa tanda yang perlu diwaspadai antara lain:
- Bercak putih atau merah yang tidak hilang.
- Nyeri ringan saat mengunyah atau menelan.
- Benjolan kecil atau jaringan yang menebal.
- Mati rasa pada bibir atau lidah.
- Gigi goyang tanpa penyebab yang jelas.
- Suara serak yang tidak membaik.
- Pendarahan di mulut yang sulit dijelaskan.
- Bau mulut yang terus-menerus.
- Penurunan kemampuan mengecap rasa.
Keluhan tersebut tidak otomatis berarti kanker. Meski begitu, pemeriksaan tetap diperlukan bila gejalanya bertahan atau makin mengganggu, karena dokter gigi sering menjadi pihak pertama yang menemukan lesi prakanker saat pemeriksaan rutin.
Kelompok yang risikonya lebih besar
OSCC memang lebih sering ditemukan pada usia 60 tahun ke atas. Meski demikian, risikonya juga dapat meningkat pada orang dengan kebiasaan tertentu dan kondisi mulut yang kurang terawat.
Merokok, konsumsi alkohol berlebihan, kebersihan mulut yang buruk, dan iritasi kronis di rongga mulut dapat memperbesar peluang terjadinya masalah. Luka yang terus bergesekan, kondisi mulut yang tidak dijaga, serta kebiasaan menunda kontrol gigi juga membuat pemeriksaan sering datang terlambat.
Kapan harus memeriksakan diri
Pemeriksaan ke dokter gigi atau dokter spesialis terkait sebaiknya dilakukan bila sariawan tidak sembuh setelah dua hingga tiga minggu. Langkah yang sama juga penting jika luka muncul berulang di titik yang sama, membesar, disertai perdarahan, atau membuat sulit menelan.
Sambil memantau kondisi mulut, beberapa langkah sederhana dapat membantu:
- Catat berapa lama sariawan bertahan.
- Amati perubahan ukuran, warna, atau nyeri.
- Hindari rokok dan alkohol.
- Jaga kebersihan mulut dengan menyikat gigi dan membersihkan lidah.
- Lakukan pemeriksaan gigi secara berkala meski tidak ada keluhan besar.
Pemeriksaan dini membantu tenaga medis membedakan apakah keluhan tersebut hanya luka biasa, infeksi, atau perubahan jaringan yang membutuhkan penanganan lanjutan, sehingga sariawan yang tampak ringan tidak berubah menjadi tanda yang terlambat dikenali.
Source: www.beritasatu.com