Luxeed RX langsung menarik perhatian bukan hanya karena statusnya sebagai SUV listrik premium, tetapi juga karena desainnya dianggap sangat mirip dengan Ferrari Purosangue. Di China, perwakilan Ferrari bahkan disebut mempertanyakan asal usul rancangan mobil hasil kolaborasi Huawei dan Chery itu.
Kemiripan tersebut muncul setelah Luxeed RX terungkap melalui filing resmi di Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi China. Dokumen itu memperlihatkan SUV berpostur besar dengan grille depan tertutup, lampu berbentuk-L, tiga bagian air intake, profil rendah, dan rear diffuser agresif yang memunculkan perbandingan kuat dengan Purosangue.
Desain yang memicu sorotan
Secara visual, Luxeed RX tampil jauh dari kesan konservatif. Bentuk bodinya besar, sementara garis atap yang rendah dan diffuser belakang yang agresif membuatnya cepat mencuri perhatian pengamat otomotif.
Mobil ini juga tercatat membawa empat sensor LiDAR, yang menegaskan posisinya sebagai SUV listrik dengan fokus pada teknologi berkendara cerdas. Dimensinya mencapai panjang 5.020 mm, lebar 2.007 mm, tinggi 1.585 mm, dan wheelbase 3.000 mm.
Peran Huawei dan Chery dalam Luxeed
Luxeed merupakan merek kendaraan listrik premium yang lahir dari aliansi Huawei dan Chery. Kerja sama ini berada di bawah payung Harmony Intelligent Mobility Alliance atau HIMA, yang resmi dibentuk Huawei pada November 2023.
Dalam skema tersebut, Huawei tidak memproduksi kendaraan secara langsung. Perusahaan asal Shenzhen itu berperan dalam definisi produk, desain, pemasaran, pengalaman pengguna, kontrol kualitas, serta penyediaan perangkat lunak dan keras cerdas, termasuk sistem kokpit HarmonyOS dan teknologi mengemudi otonom.
Adapun Chery sebagai produsen otomotif asal Wuhu memegang tanggung jawab penuh pada proses manufaktur. Pembagian peran ini membuat Luxeed menjadi contoh kolaborasi yang menggabungkan kekuatan teknologi Huawei dan basis produksi Chery.
Klaim soal desainer Ferrari ikut dipersoalkan
Kontroversi tidak berhenti pada tampilan luar. Persoalan meluas setelah Zhao Changjiang, Executive Director sekaligus Executive Vice President Luxeed, menyebut perusahaannya telah merekrut “mantan chief designer Ferrari” serta tim tuning chassis dari BMW dan Aston Martin.
Pernyataan itu segera memicu respons dari Ingrid Sun, PR Director Ferrari Greater China. Melalui media sosial, Sun mempertanyakan keabsahan klaim tersebut dan meminta penjelasan tentang identitas mantan desainer Ferrari yang dimaksud.
Keraguan publik ikut meningkat setelah netizen menyoroti bahwa posisi chief designer Ferrari telah dijabat orang yang sama selama lebih dari satu dekade. Per 11 Juni, unggahan tantangan dari Sun dilaporkan sudah dihapus dari akun media sosialnya.
Posisi pasar dan jadwal peluncuran
Luxeed RX diposisikan sebagai SUV listrik premium, sehingga desain eksterior menjadi bagian penting dalam membangun citra merek. Namun, kemiripan visual dengan Ferrari Purosangue justru membuat model ini berada dalam sorotan yang tidak sepenuhnya menguntungkan.
Di tengah perhatian tersebut, Luxeed RX dijadwalkan resmi memasuki pasar pada musim gugur 2026. Mobil ini juga ditawarkan dalam dua pilihan motor, yakni single-motor 277 kW atau 372 hp, serta dual-motor 160 kW atau 215 hp ditambah 277 kW atau 372 hp.
Source: www.cnnindonesia.com






