Apple resmi membuka jalur masuk baru ke ekosistem Mac di Indonesia lewat MacBook Neo. Yang paling menarik, laptop ini dijual mulai Rp10,749 juta dan langsung diposisikan sebagai MacBook paling ekonomis yang pernah dirilis Apple.
Kehadirannya membuat opsi untuk masuk ke lini MacBook terasa jauh lebih mudah dijangkau dibandingkan kelas harga yang selama ini melekat pada produk Mac. Pre-order sudah tersedia melalui iBox, Blibli, dan Digimap, sementara ketersediaan resminya di Indonesia dijadwalkan mulai 22 Mei.
Pintu masuk baru untuk pengguna yang lebih luas
Dengan harga yang lebih rendah, MacBook Neo diarahkan untuk menarik pelajar, mahasiswa, dan pekerja kreatif. Perangkat ini juga memberi peluang bagi pengguna baru yang selama ini melihat MacBook sebagai laptop yang terlalu mahal untuk dimiliki.
Strategi harga tersebut menjadi salah satu daya tarik utamanya. Apple tampak ingin memperluas akses ke ekosistem Mac tanpa harus mengorbankan identitas premium yang selama ini melekat pada lini MacBook.
Desain tipis dengan pilihan warna lebih segar
Dari sisi fisik, MacBook Neo tetap membawa bodi aluminium agar tampil premium. Laptop ini hadir dengan desain tipis dan bobot sekitar 1,2 kilogram, sehingga tetap nyaman dibawa untuk mobilitas harian.
Apple juga menyiapkan pilihan warna citrus, blush, indigo, dan silver. Kombinasi desain ringkas dan warna yang lebih beragam membuat perangkat ini terasa lebih segar di kelasnya.
Layar 13 inci yang tetap serius untuk kerja harian
MacBook Neo memakai layar Liquid Retina 13 inci dengan resolusi 2408 x 1506 piksel. Panel ini mendukung hingga 1 miliar warna dan tingkat kecerahan 500 nits.
Apple juga menambahkan lapisan anti-refleksi untuk membantu penggunaan di ruangan terang. Karakter layar seperti ini membuat MacBook Neo tetap relevan untuk mengedit foto, menonton streaming, hingga membuat desain visual.
A18 Pro jadi sorotan utama di laptop ini
Bagian paling mencolok dari MacBook Neo ada pada chip yang dipakai. Apple menggunakan A18 Pro, prosesor yang sebelumnya hadir di iPhone 16 Pro dan iPhone 16 Pro Max.
Keputusan ini menarik perhatian karena Apple membawa chipset mobile ke laptop. Meski begitu, perusahaan menyebut perangkat ini tetap sanggup menangani browsing, mengedit dokumen, streaming video, mengolah foto, dan multitasking dengan lancar.
Apple juga mengklaim sejumlah aplikasi seperti Messages, WhatsApp, Canva, Excel, Safari, hingga aplikasi editing ringan dapat berjalan tanpa hambatan berarti. Bahkan, performanya disebut bisa hingga 50 persen lebih cepat untuk aktivitas sehari-hari dibanding laptop PC terlaris dengan Intel Core Ultra 5 generasi terbaru.
Didesain untuk fitur AI dan penggunaan seharian
MacBook Neo turut dibekali GPU terintegrasi 5-core dan Neural Engine 16-core. Kombinasi ini mendukung fitur Apple Intelligence agar berjalan lebih optimal.
Beberapa fitur AI yang disebut tersedia antara lain rangkuman catatan otomatis di aplikasi Bear dan Clean Up di Photos untuk menghapus objek yang mengganggu pada gambar. Untuk kebutuhan AI, Apple mengklaim performanya bisa tiga kali lebih cepat.
Di sisi daya, Apple menonjolkan efisiensi yang memungkinkan laptop ini bertahan seharian untuk penggunaan normal. Perangkat ini juga masih membawa keyboard Magic Keyboard, trackpad Multi-Touch, Wi-Fi 6E, Bluetooth 6, dan jack headphone.
John Ternus, Wakil Presiden Senior Apple untuk Hardware Engineering, sebelumnya menyebut perangkat ini dirancang agar lebih terjangkau bagi lebih banyak orang. Dengan kombinasi harga mulai Rp10,749 juta, desain premium, layar berkualitas, dan dukungan fitur AI, MacBook Neo langsung menjadi salah satu laptop Apple yang paling menyita perhatian di pasar Indonesia.
