Jarak harga antara Surface dan MacBook Neo makin mudah terlihat ketika angka awal yang dipasang Microsoft masih berada jauh di atas laptop Apple tersebut. Surface termurah yang tersedia saat ini, 12-inch Surface Pro, bahkan naik dari $799 menjadi $1,049 karena kekurangan memori yang masih berlangsung, sementara Surface Laptop 13-inch dibuka mulai $1,149.99.
Di sisi lain, MacBook Neo tetap dipasarkan pada level yang jauh lebih rendah, yakni $599 untuk penyimpanan 256GB atau $499 dengan harga pendidikan. Selisih ini membuat Microsoft tampak fokus pada kelas premium, bukan pada segmen laptop terjangkau yang kini justru jadi perhatian banyak pembeli.
Penyegaran Surface tetap kuat, tetapi arahnya masih premium
Bocoran internal Microsoft menunjukkan bahwa lini Surface akan mendapat pembaruan penting lewat peluncuran bertahap untuk Surface Laptop dan Surface Pro baru. Model berbasis Intel disebut akan hadir lebih dulu pada musim semi, sedangkan varian Snapdragon X2 menyusul pada musim panas karena kendala rantai pasok.
Dari sisi perangkat, pembaruan itu terdengar menjanjikan. Microsoft disebut membawa sejumlah peningkatan besar, termasuk haptic yang lebih baik dan kemungkinan layar dengan resolusi lebih tinggi pada beberapa model.
Salah satu perubahan yang paling menonjol adalah kehadiran panel OLED pada Surface Laptop untuk pertama kalinya. Namun, fitur ini disebut hanya tersedia pada konfigurasi kelas atas, sehingga tidak otomatis membuat Surface lebih ramah bagi pembeli yang sensitif terhadap harga.
Spesifikasi baru belum cukup menggeser kesan mahal
Lini baru Surface juga diperkirakan hadir dengan RAM 16GB dan penyimpanan 256GB pada varian dasar. Pada model tertinggi, kapasitasnya bisa mencapai 64GB RAM dan 2TB penyimpanan, yang menegaskan bahwa Microsoft masih bermain di level premium hingga ultra-premium.
Dengan susunan spesifikasi seperti itu, Surface memang terlihat naik kelas. Tetapi posisi produknya tetap jauh dari laptop yang diburu karena harga masuk yang rendah dan nilai pakai yang seimbang.
Masalahnya bukan hanya soal kemampuan perangkat, melainkan juga cara Microsoft menempatkan produknya di pasar. Ketika harga awal sudah berada di atas seribu dolar, daya tarik untuk pengguna umum yang hanya membutuhkan laptop untuk belajar, bekerja, atau mobilitas harian menjadi lebih sulit terbentuk.
MacBook Neo tetap unggul di sisi nilai
MacBook Neo justru tampil kuat karena paket yang terasa seimbang di kelasnya. Perangkat ini disebut menarik bukan hanya karena harga, tetapi juga karena baterai yang lebih baik, kualitas rakitan yang solid, fitur AI yang berguna, serta bobot yang lebih ringan.
Di rentang harga $400 hingga $600, ada beberapa pesaing seperti Acer Chromebook Plus 514 dan Asus Chromebook Plus CX34. Namun, Chrome OS membatasi akses ke aplikasi desktop penuh, sehingga pilihan itu tidak selalu cocok untuk semua pengguna.
Laptop Windows murah seperti Lenovo IdeaPad atau beberapa model HP dengan Intel Core i3 dan 8GB RAM memang berada di kisaran yang mirip. Meski begitu, perangkat seperti itu sering kalah dalam daya tahan baterai dan kualitas rakitan, sehingga MacBook Neo tetap terlihat lebih stabil sebagai opsi value.
Microsoft belum menyentuh titik yang paling sensitif
Bocoran yang beredar memperlihatkan Microsoft memilih memperkuat Surface lewat performa dan kualitas layar, bukan lewat perang harga. Langkah itu masuk akal untuk menjaga citra premium, tetapi belum cukup untuk merebut ruang yang sudah diisi MacBook Neo di segmen value.
Apple disebut juga memanfaatkan posisinya sebagai salah satu penjual laptop besar untuk mengatur momentum pasar dan menekan produk kompetitor yang populer. Jika MacBook Neo tetap bertahan di harga saat ini, Surface akan terus berada dalam posisi sulit karena bermain di kelas yang berbeda.
Bahkan bila Apple menaikkan harga MacBook Neo menjadi $600 atau $700, sambil menambah RAM 16GB dan chipset yang lebih kencang, perangkat itu masih berpeluang tetap menarik bagi pengguna iPhone dan pembeli laptop harian. Karena itu, meski Microsoft membawa Surface ke level yang lebih mewah, celah harga dengan MacBook Neo masih tampak lebar dan belum terlihat akan tertutup dalam waktu dekat.







