Mach 3 dan Hulu Ledak Bermanuver, Mengapa Kheibar Shekan Sulit Dicegat

Author: Redaksi Android62

Kheibar Shekan menjadi perhatian setelah Iran menggunakannya dalam serangan yang diklaim menargetkan pangkalan udara Amerika Serikat di Al-Azraq, Yordania. Rudal balistik ini disebut dapat melaju pada kecepatan Mach 2 hingga Mach 3 ketika memasuki fase mendekati sasaran.

Kecepatan tersebut, ditambah hulu ledak yang dapat bermanuver, menjadi unsur yang dikaitkan dengan tingkat kesulitan pencegatannya. Namun, penilaian bahwa rudal ini sulit dihentikan oleh sistem pertahanan udara merupakan klaim yang beredar mengenai performa Kheibar Shekan.

Kombinasi Kecepatan dan Manuver

Rudal Kheibar Shekan membawa hulu ledak berdaya ledak tinggi dengan bobot sekitar 550 kilogram. Hulu ledak itu disebut memiliki kemampuan bermanuver, yang dapat mengubah karakter lintasan saat rudal berada di fase akhir penerbangan.

Kemampuan pemandu satelit juga dikaitkan dengan akurasi sistem ini. CNN Indonesia melaporkan bahwa perpaduan pemanduan satelit dan hulu ledak bermanuver dipandang sebagai salah satu capaian teknologi penting dalam program rudal balistik Iran.

Aspek Detail
Jenis Rudal balistik jarak menengah
Tahun diperkenalkan 2022
Panjang 11,4 meter
Daya jelajah Hingga 1.450 kilometer
Bobot hulu ledak Sekitar 550 kilogram
Kecepatan mendekati sasaran Mach 2 hingga Mach 3

Peluncur yang Sulit Dideteksi

Keunggulan lain rudal ini terletak pada opsi peluncurannya yang fleksibel. Dengan ukuran yang relatif ringkas, Kheibar Shekan disebut dapat ditembakkan dari beragam jenis peluncur.

Euronews, sebagaimana dikutip CNN Indonesia, menyebut adanya keterangan bahwa rudal tersebut bahkan dapat diluncurkan dari kendaraan komersial biasa, termasuk truk sipil. Penggunaan kendaraan seperti itu berpotensi menyulitkan pihak lawan mendeteksi dan menghancurkan rudal sebelum peluncuran.

Karakter bahan bakar padat turut mendukung kesiapan operasionalnya. Berbeda dari sistem yang memerlukan pengisian bahan bakar sebelum digunakan, rudal berbahan bakar padat dapat disiapkan untuk peluncuran dengan lebih cepat.

Klaim Serangan di Al-Azraq

Korps Garda Revolusi Islam Iran atau IRGC menyatakan serangan ke Al-Azraq berlangsung pada Kamis dini hari WIB. Menurut pernyataan IRGC, sasaran operasi mencakup landasan penyimpanan jet tempur Amerika serta pusat komando dan kendali AS yang baru di Asia Barat.

IRGC menyebut aksi tersebut sebagai balasan atas serangan AS yang dikaitkan dengan evakuasi anak penderita kanker di Ahvaz. Pernyataan itu juga mengaitkan operasi tersebut dengan serangan pada Maret yang disebut menewaskan 168 anak di sebuah sekolah di Minab.

Dalam pesan kepada masyarakat Yordania, IRGC mendesak agar wilayah negara itu tidak digunakan untuk “kejahatan terhadap anak-anak”. Klaim tentang sasaran dan dampak serangan di Pangkalan Al-Azraq berasal dari pernyataan pihak IRGC.

Bagian dari Program Rudal Iran

Kheibar Shekan diperkenalkan pada 2022 sebagai rudal balistik jarak menengah generasi ketiga Iran. Rudal sepanjang 11,4 meter ini memiliki daya jelajah hingga 1.450 kilometer, menjadikannya salah satu aset serang jarak menengah Iran.

Sistem ini dirancang oleh ilmuwan dari Angkatan Udara IRGC dan diresmikan oleh Jenderal Mohammad Bagheri, yang ketika itu menjabat Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran. Kheibar Shekan dilaporkan pernah digunakan dalam operasi “Sadiq Promise 1” dan “Sadiq Promise 2” pada April serta Oktober 2024.

Dalam dua operasi tersebut, Iran disebut meluncurkan sekitar 180 rudal ke arah Israel sebagai respons atas pembunuhan pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah dan komandan IRGC Abbas Nilforoushan. Penggunaannya kembali dalam serangan ke Al-Azraq menegaskan posisi rudal ini dalam kemampuan serang regional Iran.

Source: www.cnnindonesia.com
Berita Terbaru