Mahasiswa Jadi Sumber Masukan Baru Bagi Pemprov Jateng, 161 Tim Tunjukkan Gagasan Terbaik

Juara pertama lomba penulisan artikel populer tentang program Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akhirnya jatuh kepada tim dari Universitas Sebelas Maret. Tim Kalau Menang Kita Makan Merugame meraih posisi puncak lewat artikel berjudul “Inovasi Program Kantor Gubernur Rumah Rakyat dalam Mewujudkan Good Governance yang Responsif terhadap Aspirasi Masyarakat”.

Kemenangan itu menjadi sorotan karena ajang ini diikuti 161 tim dari 32 perguruan tinggi. Dari jumlah tersebut, hanya 15 finalis yang berkesempatan mempresentasikan karya terbaik mereka di Kantor Gubernur Jateng.

Kompetisi ini bukan sekadar lomba menulis. Gagasan yang dibawa para peserta dinilai memberi sudut pandang baru tentang pembangunan daerah yang lebih dekat dengan publik dan lebih peka terhadap kebutuhan masyarakat.

Ruang partisipasi mahasiswa dalam kebijakan publik

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, mengapresiasi keterlibatan mahasiswa dalam ajang tersebut. Ia menilai pembangunan Jawa Tengah akan lebih optimal jika dikerjakan bersama seluruh elemen masyarakat, termasuk kalangan akademisi muda.

Sumarno juga berharap tulisan para peserta tidak berhenti sebagai karya lomba. Menurut dia, gagasan yang muncul bisa menjadi masukan langsung bagi pemerintah daerah, terutama karena kritik konstruktif dari generasi muda dinilai penting untuk memperbaiki kualitas pelayanan publik.

Kepala Biro Umum Provinsi Jawa Tengah, Laksono Dewanto, memandang kompetisi ini memiliki nilai edukatif dan inspiratif. Ia juga menilai ajang tersebut efektif untuk mempublikasikan capaian pembangunan sekaligus menumbuhkan kepedulian zilenial terhadap kemajuan daerah.

Seleksi ketat hingga lahir gagasan visioner

Proses penjurian dilakukan oleh dewan juri yang terdiri dari akademisi, jurnalis, dan peneliti. Setelah melalui seleksi ketat, dewan juri menetapkan para pemenang dari kompetisi yang berlangsung sejak 14 April hingga 25 Mei 2026 itu.

Seluruh finalis yang masuk daftar pemenang menerima trophy, uang pembinaan, dan piagam penghargaan yang ditandatangani Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi. Penghargaan tersebut menunjukkan bahwa karya mahasiswa mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah.

Selain juara pertama, karya-karya para finalis juga disebut menghadirkan gagasan visioner. Hal itu memperlihatkan bahwa minat mahasiswa terhadap isu pembangunan daerah cukup besar ketika diberi ruang untuk berpartisipasi secara terbuka.

Antusiasme kampus dan pesan dari kompetisi

Kehadiran 161 tim dari berbagai kampus memperlihatkan bahwa topik pembangunan daerah bisa menarik perhatian generasi muda. Kompetisi ini menjadi wadah untuk menyampaikan ide melalui tulisan sekaligus mempertemukan pandangan mahasiswa dengan kebutuhan kebijakan publik.

Dari ruang kampus, gagasan para peserta masuk ke percakapan pembangunan Jawa Tengah melalui artikel yang menyoroti program-program Pemprov Jateng. Ajang ini pun menegaskan bahwa mahasiswa tidak hanya hadir sebagai peserta lomba, tetapi juga sebagai sumber masukan yang dapat ikut membentuk arah kebijakan daerah.

Source: radartegal.disway.id
Berita Terkait