Kunjungan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ke Nabire menempatkan Bandara Douw Aturure sebagai salah satu titik utama perhatian pemerintah di Tanah Papua. Di lokasi itu, Gibran meninjau langsung hasil revitalisasi bandara yang telah dibenahi sejak 2025, sebagai bagian dari agenda percepatan pembangunan di wilayah tersebut.
Kehadiran Gibran juga langsung mencuri perhatian karena ia datang mengenakan mahkota kasuari dan noken khas Papua. Atribut lokal itu memberi warna tersendiri pada agenda resmi yang dijalankan, sekaligus memperlihatkan kedekatan dengan masyarakat dan budaya setempat.
Peninjauan fasilitas bandara yang sudah dibenahi
Setibanya di Bandara Douw Aturure, Gibran disambut Gubernur Papua Tengah Meki Fritz Nawipa bersama jajaran pemerintah daerah. Dari rombongan pemerintah pusat, turut hadir Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago serta Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk.
Setelah bersalaman dengan para pejabat daerah, Gibran melihat kondisi bandara yang baru direvitalisasi. Ia meninjau ruang tunggu dan sejumlah fasilitas lain setelah menerima penjelasan mengenai pembaruan infrastruktur yang telah dilakukan.
Kunjungan ini menandai dimulainya rangkaian agenda kerja Gibran di Tanah Papua. Fokusnya tidak hanya pada satu titik, tetapi juga pada upaya pemerintah memastikan pembangunan di wilayah timur Indonesia berjalan lebih merata.
Antusiasme penumpang dan suasana di lokasi
Di area bandara, kehadiran Wapres memicu reaksi antusias dari masyarakat. Sejumlah penumpang memanfaatkan momen tersebut untuk bersalaman dan berfoto bersama saat Gibran berada di Bandara Douw Aturure.
Interaksi singkat itu menambah nuansa hangat dalam kunjungan kerja yang berlangsung di tengah agenda pemerintahan. Situasi tersebut juga menunjukkan bahwa peninjauan infrastruktur bisa menjadi ruang bertemu langsung antara pejabat negara dan warga.
Pemakaian mahkota kasuari serta noken khas Papua menjadi sorotan tersendiri dalam agenda ini. Simbol budaya lokal itu memperlihatkan bahwa kunjungan ke Papua tidak hanya berkaitan dengan pemeriksaan proyek, tetapi juga dengan penghormatan terhadap identitas daerah.
Agenda pembangunan yang lebih luas di Papua Tengah
Peninjauan bandara bukan satu-satunya agenda yang disiapkan di Nabire. Gibran juga dijadwalkan meninjau pelabuhan dan kawasan pusat pemerintahan Provinsi Papua Tengah sebagai bagian dari pemantauan pembangunan di wilayah itu.
Salah satu titik yang masuk dalam agenda ialah progres pembangunan rumah susun bagi aparatur sipil negara atau ASN. Langkah tersebut menunjukkan bahwa perhatian pemerintah diarahkan bukan hanya pada transportasi, tetapi juga pada fasilitas penunjang aktivitas pemerintahan daerah.
Agenda di Nabire juga disiapkan untuk membuka ruang dialog dengan pemangku kepentingan lokal. Pertemuan dengan tokoh masyarakat dan pelaku usaha menjadi bagian penting agar aspirasi dari lapangan bisa terserap dan program pemerintah dapat berjalan sesuai target.
Sinyal perhatian pemerintah untuk Papua
Rangkaian kegiatan di Nabire memperlihatkan bahwa Papua tetap berada dalam perhatian khusus pemerintah. Peninjauan langsung ke bandara, pelabuhan, dan kawasan pemerintahan menunjukkan pendekatan yang menempatkan pembangunan fisik dan kebutuhan warga dalam satu kerangka kerja.
Kunjungan ini juga disebut sebagai bagian dari prioritas nasional yang diarahkan langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto. Karena itu, aktivitas Gibran di Nabire dapat dibaca sebagai penegasan bahwa pembangunan di Papua terus dipantau dari dekat oleh pemerintah pusat.
Setelah dari Nabire, Gibran dijadwalkan melanjutkan perjalanan ke Timika untuk menjalankan sejumlah agenda, termasuk berinteraksi langsung dengan masyarakat setempat. Rangkaian kunjungan kerja di Tanah Papua kemudian akan berlanjut ke Sorong hingga Raja Ampat, dengan fokus pada pemantauan pembangunan dan dialog dengan warga di berbagai titik strategis wilayah timur Indonesia.
Source: mediaindonesia.com






