Malaysia kembali menempatkan Kuala Lumpur sebagai pusat perhatian pembahasan energi berkelanjutan di Asia Tenggara. Konferensi tingkat tinggi Internasional Energi Berkelanjutan atau ISES akan digelar pada 11-12 Agustus di Kuala Lumpur Convention Centre.
Ajang yang diselenggarakan Sustainable Energy Development Authority (SEDA) Malaysia itu membawa tema “Envisioning Sustainable Energy Beyond Borders”. Pemerintah Malaysia melalui Kementerian Transisi Energi dan Transformasi Air atau PETRA juga memberi dukungan terhadap penyelenggaraan forum tersebut.
Forum yang Disiapkan untuk Lintas Negara
ISES dirancang sebagai ruang pertemuan bagi pembuat kebijakan, pemimpin industri, investor, lembaga keuangan, organisasi multilateral, penyedia teknologi, peneliti, dan praktisi energi dari berbagai negara. Forum ini ingin menegaskan peran Malaysia sebagai platform utama bagi dialog, inovasi, dan kolaborasi energi berkelanjutan lintas negara.
Wakil Perdana Menteri Malaysia, YAB Datuk Amar Haji Fadillah bin Haji Yusof, dijadwalkan membuka acara secara resmi. Kehadiran pejabat tinggi tersebut memperlihatkan bahwa pemerintah Malaysia memberi perhatian besar pada agenda ini.
| Informasi Utama | Detail |
|---|---|
| Penyelenggara | Sustainable Energy Development Authority (SEDA) Malaysia |
| Tanggal | 11-12 Agustus |
| Lokasi | Kuala Lumpur Convention Centre |
| Tema | Envisioning Sustainable Energy Beyond Borders |
| Dukungan Pemerintah | Kementerian Transisi Energi dan Transformasi Air (PETRA) |
Jejak ISES yang Terus Membesar
Chief Executive Officer SEDA Malaysia sekaligus Ketua Penyelenggara ISES, YBhg Dato’ Hamzah bin Hussin, menilai tema tahun ini menegaskan bahwa forum tersebut bukan sekadar konferensi tingkat tinggi. Ia memandang ISES sebagai ruang agar gagasan berkembang menjadi kolaborasi, lalu berlanjut ke investasi dan dampak jangka panjang bagi kawasan.
Menurut Dato’ Hamzah, transisi energi kini tidak lagi menjadi isu yang berdiri sendiri di setiap negara. Tantangan perubahan iklim, ketahanan energi, kemajuan teknologi, dan keberlanjutan sudah menjadi persoalan bersama yang memengaruhi banyak negara secara kolektif.
Dalam penyelenggaraan sebelumnya, ISES menarik peserta dari 24 negara, melibatkan 52 kedutaan besar, dan mencatat lebih dari 5.800 peserta terdaftar. Ajang itu juga menghasilkan nilai publikasi media lebih dari RM10 juta.
Tahun ini, ISES diperkirakan kembali dihadiri para pemimpin pemerintahan, pembuat kebijakan, pakar industri, pemangku kepentingan internasional, lembaga keuangan, dan investor. Forum tersebut juga diproyeksikan memberi dampak regional yang lebih besar lewat kolaborasi dengan berbagai platform media internasional.
Kerja sama itu diharapkan memperluas percakapan tentang energi berkelanjutan melampaui Malaysia dan meningkatkan eksposur di Asia Tenggara serta pasar regional lainnya. Pendaftaran peserta dan peluang kemitraan untuk ISES 2026 telah dibuka melalui situs resmi ises.gov.my.
Source: www.cnnindonesia.com






