Maldini Langsung Dihadapkan pada Tugas Terberat di Italia, Pembenahan Dimulai dari Pelatih Baru

Author: Redaksi Android62

Paolo Maldini langsung menghadapi pekerjaan besar setelah ditunjuk FIGC sebagai direktur teknik tim nasional Italia. Tugas pertamanya adalah membantu mencari pelatih baru untuk Gli Azzurri, di tengah tekanan besar akibat rentetan kegagalan yang terus menimpa tim juara dunia empat kali itu.

Penunjukan ini diumumkan FIGC melalui media sosial pada Minggu (12/7), setelah presiden federasi Giovanni Malago menyatakan Maldini sudah menerima posisi tersebut. Keputusan itu menjadi langkah strategis untuk membenahi tim nasional Italia yang kembali masuk fase krisis setelah gagal lolos ke Piala Dunia untuk ketiga kalinya secara beruntun.

Babak Baru di FIGC

Kebijakan ini menjadi langkah besar pertama di bawah kepemimpinan Malago, yang baru terpilih sebagai Presiden FIGC bulan lalu. Ia menggantikan Gabriele Gravina, yang mundur setelah kegagalan Italia di babak kualifikasi Piala Dunia pada April lalu.

Laporan media Italia menyebut Maldini menandatangani kontrak jangka panjang hingga 2028. FIGC juga menyiapkan Leonardo, mantan rekan setim Maldini di AC Milan, untuk ikut bergabung sebagai penasihat.

Nama Peran Baru Catatan
Paolo Maldini Direktur teknik Menandatangani kontrak hingga 2028
Leonardo Penasihat Mantan rekan setim Maldini di AC Milan

Rekam Jejak yang Jadi Modal

Maldini kini berusia 58 tahun dan dikenal sebagai salah satu bek terbaik dalam sejarah sepak bola dunia. Selama kariernya, ia mencatat 126 penampilan bersama timnas Italia dan menghabiskan seluruh perjalanan klubnya hanya di AC Milan.

Bersama Rossoneri, Maldini mengoleksi tujuh gelar Serie A dan kemudian sempat menjabat sebagai direktur teknik AC Milan selama empat tahun. Pengalaman itu membuat namanya dinilai punya bekal kuat untuk menangani pembenahan sepak bola Italia dari level federasi.

Tekanan Besar yang Menanti

Kegagalan lolos ke Piala Dunia untuk ketiga kalinya secara beruntun memicu kritik tajam dari suporter hingga kalangan politik di Italia. Situasi itu memperbesar sorotan terhadap FIGC, apalagi perubahan kepemimpinan belum langsung diikuti kepastian di bangku pelatih tim nasional.

Federasi sebelumnya mengakhiri kerja sama dengan Gennaro Gattuso setelah Italia tersingkir secara dramatis lewat adu penalti melawan Bosnia dan Herzegovina pada babak playoff Maret lalu. Karena itu, Maldini masuk ke peran barunya pada saat yang paling menuntut, ketika hasil cepat sudah menjadi kebutuhan utama.

Source: mediaindonesia.com
Berita Terbaru