Jalan EVOS menuju panggung Call of Duty: Mobile Indonesia tidak ringan. Tim ini langsung harus melewati Major Series 2026, yang menjadi satu-satunya jalur resmi menuju Garena Regional Qualifier 2026 sebelum mengincar tiket ke Call of Duty: Mobile World Championship 2026.
Situasi itu membuat kehadiran EVOS langsung menarik perhatian komunitas. Bukan hanya karena nama besar organisasinya, tetapi juga karena mereka datang dengan roster berpengalaman yang dipasang untuk menghadapi tekanan kompetitif sejak awal.
Di tubuh tim, optimisme terlihat jelas. Kapten EVOS, Nickson Jovisco Vebriyan atau EVOS Nyx, menyebut seluruh pemain sudah tidak sabar untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka di panggung besar.
Nyx juga menegaskan bahwa target tim bukan sekadar tampil meramaikan turnamen. Ia ingin EVOS bisa memberikan performa maksimal dan membawa trofi untuk para EVOS Fams.
Roster penuh pengalaman
EVOS tidak datang dengan susunan pemain coba-coba. Mereka membawa deretan nama yang sudah terbiasa bersaing di level tinggi dan menghadapi situasi kompetitif yang ketat.
Skuad tersebut diisi oleh Leo Jei D. Bual atau EVOS Sanji, Jonnel Buemio atau EVOS R1sky, Andrew Cuayudi atau EVOS Andrew, Deny Arya A. P. Dharmawan atau EVOS Vollerei, dan Athaya Farras Asmarawan atau EVOS Farras. Kehadiran mereka membuat EVOS punya modal pengalaman yang kuat sejak laga pertama.
Di sisi strategi, tugas pengaturan drafting dan rotasi map dipercayakan kepada Zana Zulfa Maulana Izzulhaq atau EVOS Zezex. Peran ini menjadi penting karena turnamen akan menuntut keputusan cepat dan pembacaan permainan yang rapi di setiap map.
Kombinasi antara pemain veteran dan pengarah strategi diharapkan bisa menjadi kekuatan utama tim. Karena itu, banyak perhatian kini tertuju pada bagaimana racikan Zezex akan bekerja saat berhadapan dengan tim-tim mapan lainnya.
Ambisi besar dari kubu EVOS
Masuknya EVOS ke skena CODM juga membawa ekspektasi yang besar dari manajemen. Mereka menilai debut ini punya peluang untuk langsung meninggalkan jejak sejarah jika seluruh elemen tim berjalan sesuai rencana.
Optimisme tersebut ikut diperkuat oleh status EVOS sebagai organisasi besar asal Asia Tenggara. Nama besar itu membuat langkah awal mereka di kompetisi CODM Indonesia langsung terasa lebih berat sekaligus lebih disorot.
Bagi para pemain, tantangannya tidak berhenti pada sekadar membuktikan diri. Mereka juga harus menjaga konsistensi sejak fase awal karena jalur menuju level regional dan dunia terbuka hanya untuk tim terbaik.
Tahapan berat di Major Series 2026
Perjalanan EVOS di Major Series 2026 sudah menunggu rangkaian fase yang padat. Mereka harus melewati Swiss Stage yang dijadwalkan berlangsung pada 19 Juni hingga 5 Juli 2026.
Jika mampu melaju, EVOS akan masuk ke Knockout Stage pada 9 sampai 12 Juli 2026. Setelah itu, Grand Final akan digelar pada 19 Juli 2026 sebagai puncak perebutan gelar.
Hasil di turnamen ini sangat menentukan karena hanya tim-tim terbaik di posisi teratas yang berhak melangkah ke Garena Regional Qualifier 2026. Dari sana, pintu menuju Call of Duty: Mobile World Championship 2026 kembali terbuka untuk para peserta yang ingin bersaing di level dunia.
Dengan roster berpengalaman, kapten yang penuh ambisi, dan jalur kompetisi yang langsung mengarah ke panggung besar, debut EVOS di CODM Indonesia menjadi salah satu cerita paling dinanti menjelang bergulirnya Major Series 2026. Persaingan pun dipastikan makin panas sejak tim ini resmi ikut meramaikan arena.
Source: id.mashable.com






