Didier Deschamps menegaskan Prancis tidak boleh membuang banyak peluang saat menghadapi Maroko di perempat final Piala Dunia 2026. Ia menilai efisiensi di depan gawang akan menjadi faktor penentu dalam laga yang diperkirakan berlangsung ketat.
Pelatih Les Bleus itu menyoroti bahwa jumlah kesempatan emas tidak selalu berbanding lurus dengan jumlah gol. Dalam konferensi pers yang dikutip www.beritasatu.com pada Rabu (8/7/2026), Deschamps menggambarkan pentingnya ketajaman melalui contoh sederhana tentang peluang yang tidak selalu terkonversi menjadi gol.
“Terkadang Anda memiliki enam peluang dan hanya mencetak dua gol, tetapi di lain kesempatan hanya mendapat dua peluang dan keduanya menjadi gol. Yang paling penting adalah efisiensi,” ujarnya.
Maroko datang dengan level yang berbeda
Deschamps juga menilai Maroko bukan lagi tim yang sama seperti empat tahun lalu ketika kedua negara bertemu di semifinal Piala Dunia 2022. Menurutnya, perkembangan Maroko membuat duel kali ini memiliki tingkat kesulitan yang lebih tinggi bagi Prancis.
Ia menyebut Maroko telah tumbuh menjadi tim dengan banyak pemain berkualitas dan pengalaman kompetitif yang kuat. “Profil Maroko sekarang berbeda dibandingkan Paraguai. Kami pernah menghadapi mereka 4 tahun lalu di semifinal. Mereka juga tampil di final Piala Afrika dan memiliki banyak pemain berkualitas. Mereka datang bukan sekadar untuk bermain, tetapi untuk menang. Kami harus siap menghadapi tim yang sangat kuat,” kata Deschamps.
Perjalanan Maroko ke delapan besar juga memperkuat pandangan itu. Mereka lolos mulus dari fase grup sebelum menyingkirkan Belanda dan salah satu tuan rumah, Kanada, untuk memastikan tempat di perempat final.
Prancis masih tajam, tetapi dituntut lebih klinis
Di atas kertas, Prancis tetap datang dengan modal produktivitas paling tinggi di turnamen ini. Les Bleus sudah mencetak 14 gol, namun Deschamps menilai catatan tersebut belum cukup jika penyelesaian akhirnya belum maksimal.
Prancis melaju ke fase ini setelah menang 1-0 atas Paraguai pada babak 16 besar lewat penalti Kylian Mbappe. Bagi Mbappe, gol itu menambah koleksinya menjadi tujuh gol di Piala Dunia 2026, hanya satu gol di bawah Lionel Messi yang memimpin daftar pencetak gol.
| Tim/Pemain | Keterangan | Statistik |
|---|---|---|
| Prancis | Tim paling produktif di turnamen | 14 gol |
| Kylian Mbappe | Pencetak gol ke gawang Paraguai | 7 gol |
| Lionel Messi | Pemimpin daftar pencetak gol Piala Dunia 2026 | 8 gol |
Kekuatan serangan Prancis juga masih ditopang Ousmane Dembele, Michael Olise, dan Bradley Barcola yang tampil impresif sepanjang turnamen. Dengan banyaknya opsi di lini depan, Deschamps tetap percaya timnya memiliki daya gedor besar sepanjang pertandingan.
Kondisi pemain dan hukuman yang tetap berlaku
Di luar persoalan efektivitas, Deschamps masih memantau kondisi gelandang Aurélien Tchouaméni yang sedang menjalani pemulihan cedera otot. Ia mengatakan kondisi sang pemain membaik, tetapi kepastian tampil masih menunggu perkembangan latihan.
“Kondisinya membaik, tetapi saya belum bisa memberikan kepastian. Mungkin dia akan ikut latihan hari ini. Selain dia, semua pemain lain siap tampil,” katanya.
Prancis juga harus menerima kabar lain terkait Michael Olise. Upaya banding atas kartu kuning yang diterimanya saat melawan Paraguai ditolak FIFA, sehingga hukuman tersebut tetap berlaku.
Situasi itu membuat duel Prancis kontra Maroko diprediksi semakin menuntut detail kecil di lapangan. Dengan lawan yang kian matang dan tekanan untuk tampil lebih tajam, efektivitas Prancis bisa menjadi pembeda utama dalam perebutan tiket semifinal.
Source: www.beritasatu.com






