Ponsel Android yang sudah berhenti menerima pembaruan sistem dan keamanan makin rentan dipakai untuk aktivitas harian, terutama jika menyimpan data penting. Karena itu, masa dukungan software perlu dicek sebelum perangkat terlambat dianggap tidak aman.
Pembaruan pada Android umumnya terbagi menjadi dua jalur. Pertama adalah pembaruan versi Android utama yang biasanya dirilis tiap tahun, lalu pembaruan keamanan yang hadir berkala untuk menutup celah, memperbaiki bug, dan mengurangi risiko serangan digital.
Risiko saat dukungan berakhir
Perangkat yang masih berjalan normal belum tentu aman dari sisi keamanan. Ponsel lama tetap bisa dipakai untuk telepon, pesan singkat, dan browsing ringan, tetapi tanpa patch keamanan perangkat menjadi lebih mudah diserang.
Kondisi itu menjadi lebih serius ketika ponsel digunakan untuk mobile banking, belanja online, email pribadi, atau penyimpanan kata sandi. Celah yang tidak lagi ditambal dapat dimanfaatkan malware maupun pelaku kejahatan siber.
| Jenis pembaruan | Fungsi utama | Waktu rilis |
|---|---|---|
| Pembaruan versi Android utama | Membawa fitur baru, peningkatan performa, dan perubahan besar pada sistem | Biasanya tiap tahun |
| Security updates | Menutup celah keamanan, memperbaiki bug, dan melindungi perangkat | Berkala sepanjang tahun |
Cara mengecek status update ponsel
Langkah awal dimulai dari menu Pengaturan atau Settings di smartphone untuk melihat model perangkat. Informasi model penting karena masa dukungan software berbeda-beda pada tiap ponsel.
Setelah itu, pengguna dapat membuka situs endoflife.date yang menyediakan database masa dukungan berbagai perangkat, termasuk smartphone Android. Di sana, kategori Device dapat dipilih lalu nama merek seperti Samsung atau Google dicari sesuai perangkat yang digunakan.
Model ponsel kemudian dimasukkan ke kolom pencarian agar detail dukungan terlihat jelas. Data yang muncul mencakup tahun rilis smartphone, batas akhir update Android, dan masa dukungan security update.
Situs tersebut juga memakai indikator warna untuk membantu membaca status lebih cepat. Hijau berarti dukungan masih aman, kuning menandakan masa dukungan mendekati akhir, dan merah menunjukkan dukungan sudah berakhir.
Masih layak dipakai atau perlu waspada
Jika status perangkat masih hijau, ponsel relatif aman karena masih menerima pembaruan. Namun, ketika indikator mulai mendekati kuning atau merah, pengguna perlu lebih waspada terhadap risiko keamanan.
Tidak semua ponsel yang berhenti menerima update harus langsung diganti. Untuk penggunaan ringan seperti telepon atau chat biasa, perangkat masih mungkin tetap dipakai.
Namun, untuk transaksi finansial, pekerjaan, dan penyimpanan data sensitif, perangkat yang masih mendapat dukungan software jauh lebih aman. Pemeriksaan status update menjadi cara sederhana untuk menilai apakah ponsel Android masih layak dipakai atau sudah perlu dipertimbangkan untuk diganti.
Source: id.mashable.com






