Maserati Siap Hidupkan Lagi Manual, Rasa Mekanis Klasik Kembali Diburu

Maserati membuka peluang menghadirkan kembali transmisi manual, tetapi hanya untuk mobil edisi terbatas. Arah ini menyasar pembeli yang masih mencari sensasi berkendara klasik dengan mesin bensin dan perpindahan gigi sendiri.

Permintaan itu ternyata bukan hal kecil. Cristiano Fiorio, Kepala Pemasaran Maserati sekaligus General Manager BottegaFuoriserie, menyebut sekitar 50 persen pelanggan program personalisasi tersebut menginginkan mobil bermesin bensin dengan transmisi manual.

Rasa berkendara yang makin sulit ditemukan

Bagi Maserati, minat pada transmisi manual bukan sekadar nostalgia. Fiorio menilai para pelanggan itu mengejar pengalaman berkendara bernuansa retro yang kini semakin jarang hadir pada mobil modern.

Karena itu, transmisi manual dipertimbangkan sebagai bagian dari lini produk khusus BottegaFuoriserie. Program yang diluncurkan pada November 2025 itu menjadi fondasi rencana Maserati untuk menghadirkan model eksklusif dengan karakter mekanis yang lebih murni.

Fiorio juga berharap proyek tersebut bisa segera diwujudkan. Pendekatan ini sejalan dengan strategi Maserati untuk menawarkan mobil yang lebih emosional dan berbeda dari produk arus utama.

Basis mesin sudah ada, tinggal arah pengembangan

Untuk proyek seperti ini, Maserati memiliki kandidat mesin yang sangat kuat, yakni Nettuno V6 twin-turbo. Mesin tersebut dikenal memiliki performa tinggi sekaligus efisiensi pembakaran yang baik.

Karakter itu membuat Nettuno tetap relevan di tengah pergeseran industri otomotif menuju elektrifikasi. Di saat banyak pabrikan mengurangi peran mesin pembakaran internal, Maserati justru melihat ruang untuk menjadikannya daya tarik utama pada model khusus.

Sebelumnya, Santo Ficili selaku CEO Maserati juga pernah mengungkap pengembangan super grand tourer edisi terbatas berbasis GranTurismo. Model itu disebut akan memakai mesin V6 dan transmisi manual.

Bukan untuk produksi massal

Pandangan serupa juga datang dari Kepala Teknik Maserati, Davide Danesin. Ia menilai masih banyak penggemar mobil performa tinggi yang ingin merasakan karakter mekanis murni, tanpa ketergantungan pada sistem elektrifikasi yang rumit dan berat.

Danesin menegaskan transmisi manual tidak cocok untuk produksi massal. Namun, ia melihatnya sangat relevan untuk mobil edisi terbatas karena justru bisa memperkuat karakter autentik sebuah kendaraan.

Menurut Danesin, mobil yang dirancang sepenuhnya mekanis akan terasa lebih hidup jika dipadukan dengan tuas persneling manual. Kombinasi itu dinilai mampu memberi pengalaman berkendara yang lebih emosional dan interaktif.

Peluang kolaborasi Italia ikut terbuka

Di luar rencana transmisi manual, Maserati juga membuka peluang memperluas kolaborasi dengan Alfa Romeo untuk supercar edisi terbatas. Kerja sama semacam ini bukan hal baru karena kedua merek Italia itu memiliki sejarah berbagi platform dan mesin.

Alfa Romeo 33 Stradale sebelumnya menggunakan mesin V6 twin-turbo yang sama dengan Maserati MC20. Alfa Romeo 8C Competizione juga pernah berbagi basis dengan Maserati GranTurismo.

Ficili menilai sejarah panjang itu bisa menjadi pintu lahirnya supercar eksklusif baru di masa mendatang. Dengan memadukan warisan desain dan teknologi dari dua merek Italia tersebut, Maserati melihat peluang menghadirkan mobil kolektor yang punya daya tarik kuat di pasar mobil performa tinggi.

Berita Terkait