Indonesia terus menekan Israel agar membebaskan seluruh warga negara Indonesia yang ikut dalam misi kemanusiaan menuju Gaza. Sikap itu muncul setelah kapal Global Summit Flotilla (GSF) 2.0 dicegat dan sejumlah relawan Indonesia ditangkap di perairan Mediterania Timur.
Pemerintah menilai tindakan militer Israel terhadap rombongan misi tersebut tidak dapat dibenarkan. Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman mengatakan Indonesia mengecam keras langkah itu dan meminta seluruh kapal beserta awak misi kemanusiaan segera dilepaskan agar bantuan untuk rakyat Palestina tetap bisa disalurkan sesuai hukum humaniter internasional.
Lima WNI sudah ditangkap, empat lainnya masih di laut
Berdasarkan data Kementerian Luar Negeri, ada sembilan WNI yang ikut dalam rombongan misi itu. Dari jumlah tersebut, lima orang telah ditangkap, sementara empat lainnya masih berada di kapal berbeda di sekitar perairan Siprus, Mediterania Timur.
Dudung menyebut keadaan di lapangan masih bergerak dan tetap berisiko bagi para relawan yang belum tertangkap. Karena itu, pemerintah menempatkan perlindungan WNI sebagai prioritas utama selama situasi masih berkembang.
Koordinasi perlindungan terus dilakukan
Kementerian Luar Negeri telah bergerak bersama sejumlah perwakilan RI di luar negeri untuk mengikuti perkembangan terbaru. KBRI Ankara, KBRI Kairo, KBRI Roma, KBRI Amman, dan KJRI Istanbul ikut dilibatkan dalam koordinasi penanganan.
Langkah perlindungan juga disiapkan bila dokumen perjalanan WNI disita. Pemerintah menyiapkan penerbitan surat perjalanan laksana paspor atau SPLP, disertai dukungan medis jika diperlukan dalam proses penanganan berikutnya.
Fokus pada kepulangan tanpa hambatan
Selain perlindungan awal, perwakilan RI juga melakukan pendekatan kepada otoritas setempat agar proses transit dan kepulangan para WNI berjalan lancar. Pemerintah ingin memastikan tidak ada hambatan keimigrasian yang membuat pemulangan mereka tertunda setelah penahanan terjadi.
Sikap Indonesia juga sejalan dengan pernyataan bersama sembilan negara lain yang mengecam tindakan Israel terhadap misi kemanusiaan itu. Negara-negara tersebut adalah Turki, Bangladesh, Brasil, Kolombia, Yordania, Libia, Maladewa, Pakistan, dan Spanyol.
Dudung mengatakan pernyataan bersama itu mengutuk keras serangan Israel terhadap GSF. Hingga kini, pemerintah tetap mendorong pembebasan seluruh WNI dan menjaga agar jalur bantuan kemanusiaan ke Gaza tidak terputus.
Pencegatan kapal dan penahanan relawan membuat misi ke Gaza kembali menjadi perhatian internasional. Di tengah kondisi yang belum mereda, Indonesia terus memantau empat WNI yang masih berada di kapal berbeda di kawasan Siprus, Mediterania Timur.
Source: www.beritasatu.com






