Perluasan area mataf di Masjidil Haram menghadirkan lonjakan kapasitas yang sangat besar, dari sekitar 48 ribu jemaah menjadi lebih dari 105 ribu jemaah sekaligus. Perubahan ini membuat ruang tawaf di sekitar Ka’bah jauh lebih lapang dan tertata untuk menampung arus ibadah yang terus meningkat.
Renovasi itu dilakukan oleh PT Waskita Karya (Persero) Tbk dalam proyek yang masuk program perluasan King Abdullah Makkah Extension (KAME). Dengan nilai kontrak 59 juta riyal Saudi, pekerjaan difokuskan pada peningkatan kapasitas dan kelancaran mobilitas jemaah di kawasan paling vital di Masjidil Haram.
Dampak langsung bagi jemaah
Area mataf memegang peran sentral karena menjadi lokasi utama tawaf. Karena itu, pelebaran ruang ini bukan sekadar pembaruan fisik, melainkan kebutuhan operasional untuk menjaga kenyamanan dan keamanan jutaan jemaah haji dan umrah.
Tata letak yang lebih lega membantu pergerakan massa menjadi lebih tertib saat ibadah berlangsung. Kondisi ini penting karena Masjidil Haram hampir tidak pernah sepi dan selalu dipadati jemaah umrah maupun peziarah sepanjang tahun.
Kontribusi Indonesia di kawasan suci
Corporate Secretary Waskita Karya, Ermy Puspa Yunita, menyebut proyek tersebut bukan hanya pencapaian konstruksi. Ia menegaskan pengerjaan itu juga menjadi kontribusi nyata Indonesia dalam memperkuat fasilitas ibadah umat Islam di seluruh dunia.
Keterlibatan di proyek mataf memperpanjang rekam jejak Waskita di Arab Saudi yang sudah berlangsung lebih dari sepuluh tahun. Perusahaan pelat merah itu sebelumnya menggarap King Saud University of Riyadh Techno Valley & Building Administration College di Riyadh pada 2009 dengan nilai kontrak 50 juta riyal Saudi.
Pada 2010 hingga 2012, Waskita ikut membangun King Abdullah Financial District (KAFD), termasuk struktur pencakar langit setinggi 31 lantai di distrik bisnis modern Arab Saudi. Portofolionya di negara itu juga mencakup King Saud Fitness College pada 2011 dengan nilai kontrak 16 juta riyal Saudi.
Jejak proyek yang tersebar di berbagai sektor
Selain di bidang pendidikan dan komersial, Waskita juga mengerjakan Jeddah Flyover untuk mendukung konektivitas transportasi publik di kota pelabuhan tersebut. Di sektor kesehatan, perusahaan membangun King Faisal Specialist Hospital di Jeddah untuk mendukung layanan medis yang lebih modern.
Rangkaian proyek itu menunjukkan kiprah perseroan yang tersebar di pendidikan, kesehatan, perhubungan, komersial, dan situs religi. Dengan portofolio tersebut, Waskita menegaskan posisinya di pasar konstruksi internasional dan memperlihatkan daya saing yang tetap terjaga.
Pasar Arab Saudi masih terbuka luas
Ermy menilai Arab Saudi masih menyimpan potensi besar bagi industri konstruksi global. Karena itu, wilayah tersebut masuk dalam daftar prioritas ekspansi internasional Waskita Karya.
Perusahaan juga telah mengantongi legalitas formal dan izin operasional resmi untuk menjalankan bisnis di Arab Saudi. Bekal itu dinilai memperkuat kesiapan Waskita dalam bersaing dan berkolaborasi dalam proyek-proyek konstruksi berkelas dunia.
Pada saat yang sama, kawasan Masjidil Haram juga menjadi perhatian luas karena malam 1 Muharram 1448 Hijriah yang bertepatan dengan 16 Juni 2026 menjadi momen penggantian kiswah Ka’bah. Otoritas Arab Saudi telah menggeser jadwal penggantian kiswah dari 9 Dzulhijjah menjadi setiap 1 Muharram sebagai simbol penyambutan tahun baru dengan kondisi Ka’bah yang segar.
