Keramik kini tidak lagi dipakai sebagai sekadar pemanis desain. Pada jam tangan mewah, material ini justru menjadi salah satu alasan utama mengapa sebuah model terasa lebih modern, lebih ringan, dan lebih siap dipakai harian dibanding logam biasa.
Daya tarik terbesarnya ada pada kombinasi yang sulit disamai material lain. Keramik dikenal tahan gores, warnanya tidak mudah pudar, dan sifatnya hypoallergenic membuatnya terasa lebih nyaman untuk pemakaian rutin di kulit.
Keramik yang masuk ke ranah sporty
Di sisi desain yang tegas, Omega Speedmaster Moonwatch Professional “Black and White” tampil dengan karakter yang mudah dikenali. Model ini memakai reverse panda dial yang memberi kontras kuat, lalu dipertegas bezel keramik hitam dengan finishing matte.
Pendekatan material seperti ini membuat tampilannya terasa solid tanpa kehilangan kesan klasik. Dibandingkan kilau stainless steel, keramik pada model tersebut menghadirkan warna yang lebih dalam dan memberi nuansa yang lebih kekinian.
Pilihan yang lebih agresif untuk tampilan sehari-hari
IWC Pilot’s Watch Automatic 41 Edition “George Russell” bergerak ke arah desain yang lebih berani. Jam ini memakai casing keramik hitam yang dirancang untuk penggunaan ekstrem.
Di bagian belakang casing titanium, ada detail nomor balap “63” yang menjadi ciri khasnya. IWC juga menempatkan movement kaliber 32113 di dalamnya, sementara strap berwarna turquoise memberi sentuhan kontras yang mencolok.
Keramik dalam bahasa mewah yang lebih halus
Audemars Piguet Royal Oak Selfwinding Perpetual Calendar menunjukkan sisi lain dari keramik. Model ini mempertahankan bentuk oktagonal khas Royal Oak yang sudah lama identik dengan segmen jam mewah.
Versi midnight blue ceramic menjadi pusat perhatian karena bezel hingga integrated bracelet dibuat dari keramik biru gelap yang halus. Warna itu bukan hasil cat biasa, melainkan lahir dari proses pemanasan material keramik yang presisi, sehingga warnanya tidak akan pudar.
Jarum jam dari emas putih yang memiliki material bercahaya menambah lapisan visual di atas dial yang tenang. Kombinasi itu membuat tampilannya terasa elegan tanpa terlihat berlebihan.
Paduan material yang lebih berani
Hublot Big Bang Original Unico King Gold Ceramic membawa pendekatan yang lebih agresif lagi. Hublot memadukan King Gold dengan bezel keramik hitam presisi untuk menghadirkan kesan industrial yang tetap mewah.
Di dalamnya, mesin kronograf in-house menjadi pusat performa jam ini. Keramik di bagian atas juga membantu memberi perlindungan dari benturan sekaligus memperkaya tekstur visual keseluruhan.
Wajah berbeda dari jam keramik lain
Omega Seamaster Diver 300M Milano Cortina 2026 hadir sebagai edisi spesial dengan karakter visual yang lebih artistik. Model ini memakai casing keramik putih yang bersih dan dipadukan dengan aksen gradasi hijau, putih, serta merah-biru pada jarumnya.
Detail paling khas ada pada grafir emblem “Milano Cortina 26” di dial yang memberi kesan seperti efek kristal es. Di antara banyak jam keramik yang cenderung gelap, model ini tampil lebih futuristik dan minimalis.
Melihat deretan model tersebut, jam tangan keramik jelas tidak hanya menjual tampilan. Material ini menawarkan bobot ringan, ketahanan gores, dan kesan mewah yang tetap terasa relevan untuk koleksi jam tangan modern.
Source: www.idntimes.com






