Mazda Flair Crossover tampil sebagai salah satu SUV mungil paling menarik di pasar Jepang karena harga dasarnya masih dimulai dari Rp178 juta. Meski berada di kelas kei car yang ringkas, model ini justru membawa peningkatan fitur keselamatan yang terasa lebih matang untuk penggunaan harian di jalan perkotaan.
Penyegaran terbaru membuat mobil ini tidak sekadar mengandalkan ukuran kecil dan bentuk tinggi seperti SUV. Mazda menambah paket keselamatan, memperbarui tampilan luar, serta memberi beberapa sentuhan kenyamanan agar Flair Crossover tetap kompetitif di segmen yang sangat padat pesaing.
Fitur keselamatan naik kelas
Salah satu perubahan paling penting ada pada sistem pengereman otomatis Dual Sensor Brake Support II yang mengandalkan kamera dan radar. Fitur ini dipadukan dengan lane-keep assist, blind-spot monitor, adaptive cruise control dengan fungsi stop-hold, serta sensor parkir depan.
Di kabin, Mazda juga menyematkan electronic parking brake dengan auto-hold, port USB-C, dan layar infotainment 9 inci dengan navigasi. Namun, layar berukuran 9 inci lengkap dengan navigasi itu tidak tersedia pada varian entry-level XG.
Dimensi kecil, cocok untuk kota
Flair Crossover merupakan hasil rebadge dari Suzuki Hustler, tetapi Mazda memberi identitas sendiri lewat pembaruan desain, pilihan warna, dan penyempurnaan fitur. Mobil ini hanya dijual di Jepang karena mengikuti regulasi kei car yang membatasi dimensi kendaraan.
| Spesifikasi | Flair Crossover | Catatan |
|---|---|---|
| Panjang | 3.395 mm | Kelas kei car |
| Lebar | 1.475 mm | Ramping untuk jalan kota |
| Tinggi | 1.680 mm | Postur bergaya SUV |
| Wheelbase | 2.460 mm | Cocok untuk mobilitas urban |
Ukurannya membuat Flair Crossover sekelas dengan Suzuki S-Presso dalam hal dimensi. Bagi konsumen yang mencari SUV mungil dengan jejak bodi kecil tetapi posisi duduk tinggi, format ini menjadi salah satu daya tarik utamanya.
Mesin efisien dengan dua pilihan tenaga
Di balik bodinya yang kompak, Flair Crossover memakai mesin mild-hybrid 660cc tiga silinder dengan transmisi CVT. Mazda menyediakan dua pilihan output untuk menyesuaikan kebutuhan pengguna di kelas kei car.
| Varian Mesin | Daya | Keterangan |
|---|---|---|
| Natural aspirated | 48 hp | Fokus efisiensi |
| Turbocharged | 63 hp | Batas maksimal kei car |
Konfigurasi tersebut mempertahankan karakter efisien yang memang dibutuhkan kendaraan kecil di Jepang. Dengan pilihan tenaga berbeda, Mazda tetap menjaga Flair Crossover praktis untuk lalu lintas padat tanpa meninggalkan opsi yang lebih bertenaga.
Warna baru dan posisi harga
Pembaruan eksterior juga terlihat dari pilihan warna baru seperti Woodland Khaki Metallic. Mazda bahkan menyiapkan opsi two-tone dengan atap cokelat atau hitam untuk memberi tampilan yang lebih ekspresif.
Rentang harganya mulai dari Rp178 juta untuk varian XG 2WD hingga Rp252 juta untuk varian tertinggi turbo ZT 4WD. Di bawah ini, posisi harganya dibandingkan dengan Suzuki Hustler yang menjadi basis pengembangannya.
| Model | Harga Awal | Harga Tertinggi |
|---|---|---|
| Mazda Flair Crossover | Rp178 juta | Rp252 juta |
| Suzuki Hustler | Rp176 juta | Rp232 juta |
Mazda membuka pemesanan model terbaru ini di Jepang pada pertengahan 2026. Kehadiran pembaruan tersebut menegaskan bahwa segmen kei car masih punya ruang besar untuk mobil kecil yang efisien, praktis, dan dibekali fitur keselamatan yang semakin lengkap.
Source: www.suara.com






