MediaTek menilai fase berikutnya pada smartphone bukan lagi sekadar fitur AI yang membuat gambar atau merangkum teks. Perusahaan chip itu melihat arah yang lebih penting, yakni pemrosesan AI real-time yang bisa memberi manfaat langsung dalam penggunaan harian.
Pandangan tersebut disampaikan Director Marketing & Communication MediaTek India & Southeast Asia, Anuj Sidharth, saat berbincang dengan media di Jakarta. Ia menegaskan bahwa integrasi AI di ponsel akan semakin dalam, tidak lagi berhenti pada fitur tambahan yang hanya sesekali dipakai.
AI Tidak Lagi Cukup Jadi Fitur Pelengkap
Menurut Anuj, kemampuan AI di smartphone akan terasa lebih berguna ketika prosesnya berjalan langsung di perangkat dan merespons secara real-time. Dalam pandangannya, pengguna akan mulai melihat AI sebagai alat yang benar-benar membantu aktivitas sehari-hari.
Pernyataan itu menunjukkan pergeseran fokus industri ponsel dari demonstrasi kemampuan generatif menuju penggunaan yang lebih praktis dan kontekstual. MediaTek memposisikan arah ini sebagai evolusi penting untuk pengalaman smartphone ke depan.
Dimensity Terus Diperkuat dari Banyak Sisi
MediaTek mengatakan pengembangan teknologi pada chipset Dimensity terus diarahkan untuk mendukung kebutuhan tersebut. Peningkatannya mencakup GPU, kamera, video, dan Neural Processing Unit atau NPU yang menjadi pusat pemrosesan AI di perangkat.
| Area Pengembangan | Fungsi Utama |
|---|---|
| GPU | Mendukung performa grafis dan pengalaman visual |
| Kamera | Membantu pengolahan hasil foto di perangkat |
| Video | Menopang pemrosesan konten video |
| NPU | Menangani pemrosesan AI di perangkat |
Penguatan di beberapa sektor itu dipandang sebagai cara MediaTek membangun smartphone yang tidak hanya cepat, tetapi juga lebih cerdas dalam memproses berbagai kebutuhan. Di sisi pengguna, pendekatan tersebut diharapkan membuat pengalaman memakai ponsel terasa lebih menyatu.
Gaming dan Ray Tracing Ikut Naik Kelas
Selain AI, MediaTek juga menyoroti perkembangan teknologi gaming di smartphone. Salah satu contoh yang disebut adalah ray tracing, fitur yang dulu lebih lekat dengan PC tetapi kini mulai hadir di ponsel.
Menurut Anuj, kehadiran ray tracing membuat visual gim di smartphone menjadi jauh lebih realistis. Teknologi itu berkaitan dengan simulasi cahaya, bayangan, dan pantulan yang lebih natural dalam permainan.
Bagi MediaTek, peningkatan grafis ini berjalan seiring dengan pengembangan chipset Dimensity. Karena itu, GPU yang lebih kuat dipandang penting bersama AI, kamera, dan video dalam membentuk pengalaman premium di ponsel.
Konektivitas Tetap Jadi Bidang Inovasi
Di luar performa internal, MediaTek juga melihat konektivitas sebagai area yang akan terus berkembang. Anuj menggambarkan masa depan ketika pengguna tetap bisa berkomunikasi meski berada di lokasi tanpa jaringan seluler.
Ia menilai kebutuhan semacam itu akan semakin diinginkan banyak orang pada masa mendatang. Arah tersebut menunjukkan bahwa inovasi smartphone tidak hanya soal tenaga pemrosesan, tetapi juga kemampuan perangkat tetap berguna dalam kondisi jaringan terbatas.
Target MediaTek Meluas ke Ekosistem Perangkat
MediaTek menegaskan inovasinya tidak berhenti di smartphone. Perusahaan itu juga mengembangkan solusi teknologi untuk perangkat otomotif, router WiFi, dan perangkat rumah pintar.
Menurut Anuj, tujuan pengembangan itu adalah meningkatkan kehidupan masyarakat lewat berbagai kategori perangkat. Dengan begitu, teknologi yang dibangun di level chipset diposisikan untuk mendukung ekosistem yang lebih luas dan saling terhubung.
Pasar Indonesia Dinilai Siap Menyerap Premium
Di Indonesia, MediaTek mengaku optimistis terhadap penerimaan chipset premiumnya. Anuj mengatakan lini Dimensity 8000 Series dan Dimensity 9000 Series mendapat sambutan positif dari konsumen di Tanah Air.
Respons tersebut dianggap penting karena menunjukkan pasar lokal mulai terbuka pada pengalaman premium yang ditawarkan chipset kelas atas. MediaTek menyebut dukungan yang diterima di Indonesia sangat kuat, khususnya untuk dua lini tersebut.
Anuj juga menegaskan bahwa langkah MediaTek di segmen premium baru dimulai. Dengan begitu, arah pengembangan AI real-time, grafis yang lebih realistis, dan konektivitas yang lebih fleksibel masih akan terus menjadi fokus inovasi berikutnya.
Perubahan yang sedang disiapkan itu memperlihatkan bahwa persaingan chipset smartphone kini bergerak ke pengalaman yang lebih luas. Bagi pengguna, hasil akhirnya diharapkan bukan hanya ponsel yang cepat, tetapi juga perangkat yang lebih cerdas, lebih imersif, dan lebih siap dipakai di banyak situasi.
Source: inet.detik.com






