Parfum dengan karakter melati, sedap malam, tuberose, dan kantil kembali mencuri perhatian karena menawarkan aroma bunga putih yang tegas, elegan, dan mudah dikenali. Di media sosial, gaya wangi seperti ini sering dikaitkan dengan sebutan “kunti core”, istilah populer yang merujuk pada parfum floral putih yang terasa intens dan mistis.
Dalam pencarian parfum yang memberi kesan feminin namun kuat, banyak orang memilih aroma yang bisa bertahan lama dan meninggalkan impresi “mahal”. Komposisi seperti melati, bunga putih, musk, vanilla, kayu, hingga dupa membuat parfum jenis ini terasa lebih dalam, tidak sekadar manis atau segar.
Aroma kunti core dan ciri utamanya
Secara umum, parfum kunti core menempatkan bunga putih sebagai pusat aroma. Melati, sedap malam, tuberose, lily of the valley, dan kantil menjadi elemen yang paling sering dipakai untuk membangun karakter wanginya.
Pada beberapa produk, nuansa floral itu kemudian diperkuat dengan musk, vanilla, atau sentuhan kayu agar hasil akhirnya terasa lebih matang. Ada pula yang menambahkan dupa untuk memberi kesan mistis dan dramatis, terutama bagi pengguna yang menyukai wangi berkarakter.
Pilihan parfum yang menonjol di kategori ini
Berikut deretan parfum yang sering disebut mewakili karakter kunti core dengan gaya yang berbeda-beda:
Atsiri – Kembang Setaman Jasmine
Parfum ini menampilkan melati yang lembut dan anggun. Karakternya cocok untuk suasana formal atau acara budaya, dengan harga sekitar Rp449 ribuan/100 ml.HINT – Noble
Varian ini memadukan bunga tulip, jasmine, dan musk sehingga aromanya ringan dan menenangkan. Produk ini dibanderol Rp249 ribuan/50 ml.HMNS – Essence of The Night
Terinspirasi dari mekarnya bunga Wijayakusuma pada malam hari, parfum ini menghadirkan nuansa white floral yang eksotis. Harganya Rp398 ribu/100 ml.Aamodini – Kanthi Arum
Extrait de parfum ini menggabungkan melati, sedap malam, dan kantil dengan hasil akhir yang lembut serta powdery. Produk ini dijual Rp196 ribuan/30 ml.Iki Arum – Wengi
Aroma melati dan bunga jeruk membuka komposisi ini, lalu disusul tuberose dan white musk yang memberi kesan feminin. Harganya Rp128 ribuan/50 ml.Crusita – Mystique of Java
Parfum ini membawa nuansa hangat dengan ylang-ylang, lily of the valley, dan jasmine. Aromanya manis, sedikit smoky, serta lembut seperti bedak, dengan harga Rp298 ribuan/50 ml.The Body Tale – Juliette
Juliette menonjolkan esensi melati yang baru dipetik dan lebih cocok dipakai pada malam hari atau acara formal. Harganya Rp228 ribuan/50 ml.Aerostreet – Jasmine Bloom
Perpaduan jasmine, tuberose, dan vanilla membuat parfum ini terasa segar sekaligus feminin. Produk ini diklaim tahan hingga 7 jam dan dijual Rp145 ribuan/50 ml.Viva – Melati Eau de Toilette de Luxe
Wangi klasik melati ini dikenal murni, lembut, dan aman untuk penggunaan harian. Daya tahannya sekitar 4 jam dengan harga Rp20 ribuan.- Ataraksia – Peri Gandamayit
Seri “Horor Mitologi” ini menonjolkan kantil, melati, sedap malam, dupa, dan kayu untuk karakter mistis yang kuat. Parfum ini dijual Rp367 ribuan/55 ml.
Rekomendasi berdasarkan kebutuhan pemakaian
Untuk aktivitas harian, pilihan seperti HINT Noble, Iki Arum Wengi, dan Viva Melati cenderung lebih ringan dan mudah diterima. Sebaliknya, HMNS Essence of The Night, The Body Tale Juliette, dan Ataraksia Peri Gandamayit lebih pas untuk malam hari atau acara formal karena meninggalkan jejak wangi yang lebih tegas.
Jika yang dicari adalah aroma dengan identitas kuat, Crusita Mystique of Java dan Aamodini Kanthi Arum menawarkan profil yang lebih berlapis. Keduanya memberi kesan floral putih yang tidak biasa, sehingga cocok untuk pengguna yang ingin tampil berbeda tanpa meninggalkan nuansa feminin.
| Kebutuhan | Pilihan parfum |
|---|---|
| Harian dan ringan | HINT Noble, Iki Arum Wengi, Viva Melati |
| Elegan dan formal | Atsiri Kembang Setaman Jasmine, The Body Tale Juliette |
| Malam hari | HMNS Essence of The Night, Ataraksia Peri Gandamayit |
| Budget ramah kantong | Viva Melati, Iki Arum Wengi |
| Aroma unik dan berkarakter | Crusita Mystique of Java, Aamodini Kanthi Arum |
Tren parfum kunti core menunjukkan bahwa aroma floral klasik masih memiliki tempat kuat di pasar wewangian. Bagi pencinta parfum yang menginginkan kesan feminin, elegan, dan tahan meninggalkan impresi, deretan melati, kantil, dan sedap malam ini tetap menjadi referensi yang layak dicoba.
Source: www.idntimes.com






