Melinjo Di Pekarangan Jadi Tambahan Penghasilan Warga Musi Rawas, Panen Daun Dan Buahnya Laris Dijual

Melinjo mulai memberi nilai lebih bagi pekarangan rumah warga di Kabupaten Musi Rawas. Tanaman yang tumbuh di sekitar rumah itu tidak hanya dipakai untuk kebutuhan dapur, tetapi juga membuka peluang pendapatan tambahan bagi keluarga.

Di Desa Mataram, Kecamatan Tugumulyo, halaman rumah dimanfaatkan untuk menanam melinjo karena dinilai cocok dengan kondisi lahan yang tersedia. Cara ini membuat ruang kosong di sekitar rumah berubah menjadi area yang lebih produktif dan bernilai ekonomi.

Salah satu warga yang memanfaatkan peluang tersebut adalah Iwan. Ia menanam melinjo di pekarangan rumahnya yang cukup luas dan melihat tanaman itu sebagai pilihan yang praktis untuk jangka panjang.

Menurut Iwan, lahan yang ada di sekitar rumah sebaiknya tidak dibiarkan kosong jika masih bisa dimanfaatkan. Melinjo dipilih karena perawatannya tidak rumit dan tetap memiliki pasar yang jelas.

“Karena lahan pekarangan rumah ini cukup luas, kami mencoba menanam tanaman melinjo,” ujar Iwan saat dibincangi KORANLINGGAUPOS.ID, Sabtu 18 April 2026.

Hampir seluruh bagian melinjo bernilai jual

Daya tarik melinjo tidak berhenti pada hasil panennya saja. Daun muda, buah muda, hingga buah tua sama-sama memiliki manfaat dan bisa dipasarkan sesuai kebutuhan.

Daun muda dan buah muda biasanya dipakai sebagai campuran sayur lodeh. Sementara itu, buah tua kerap diolah menjadi emping melinjo, produk olahan yang sudah lama dikenal masyarakat.

Untuk penjualan, hasil panen melinjo umumnya dibeli oleh pengepul sayuran yang berkeliling setiap satu minggu sekali. Dari situ, daun muda melinjo disebut dijual Rp 10.000 per kilogram, sedangkan buah melinjo tua mencapai Rp 90.000 per kilogram.

Pekarangan kecil tetap bisa menghasilkan

Di halaman rumah Iwan saat ini terdapat sekitar 10 batang melinjo. Jumlah itu memang belum banyak, tetapi sudah memberi manfaat tambahan bagi keluarga.

Pemanfaatan pekarangan seperti ini menunjukkan bahwa lahan terbatas tetap bisa menghasilkan jika dipilih tanaman yang tepat. Warga tidak perlu menunggu memiliki lahan pertanian luas untuk mulai memperoleh nilai ekonomi dari sekitar rumah.

Langkah ini juga memberi keuntungan dari sisi konsumsi rumah tangga. Hasil panen bisa dipakai sendiri terlebih dahulu, lalu sisanya dijual ketika ada kelebihan.

Mendukung kebutuhan keluarga dari ruang yang ada

Pola menanam melinjo di pekarangan sejalan dengan upaya memperkuat ketahanan pangan di tingkat rumah tangga. Dengan memanfaatkan lahan yang tersedia, keluarga memiliki sumber bahan pangan sekaligus peluang pendapatan yang tidak bergantung pada satu sumber saja.

Kondisi tersebut membuka kesempatan bagi warga lain di Musi Rawas untuk melihat halaman rumah dengan cara yang lebih produktif. Tanaman bernilai jual dapat menjadi pilihan selama sesuai dengan kondisi lahan dan kebutuhan warga.

Dari contoh di Desa Mataram, terlihat bahwa halaman rumah bukan lagi sekadar ruang kosong di sekitar bangunan. Bila dikelola dengan baik, pekarangan dapat menjadi sumber bahan makanan sekaligus penghasil tambahan yang membantu ekonomi keluarga.

Berita Terkait