Panggung Potret di myBCA Hall menjadi salah satu magnet terbesar pada hari kedua myBCA International Java Jazz Festival 2026 di NICE PIK 2. Kehadiran Melly Goeslaw membuat set itu terasa seperti perjalanan pulang ke banyak lagu yang pernah melekat kuat di ingatan penonton.
Yang menarik, penampilan ini tidak hanya disambut oleh penonton yang tumbuh bersama Potret pada era 2000-an. Generasi yang mengenal lagu-lagu itu lewat streaming dan media sosial juga ikut meramaikan suasana, sehingga nuansa nostalgia di arena konser terasa lintas usia.
Sejak lagu pembuka “Ingin Dicium” terdengar, reaksi penonton langsung mengalir. Suasana makin hidup ketika Potret melanjutkan dengan “Tentang Seseorang”, lalu disambut nyanyian bersama dari banyak orang yang sudah hafal liriknya.
Setelah itu, Melly membawa “Bimbang” yang erat dengan film “Ada Apa dengan Cinta?”. Tidak lama kemudian, “Bahagia” ikut dibawakan dan kembali memancing respons hangat dari penonton yang memenuhi area pertunjukan.
Aransemen jazz memberi warna baru
Penampilan Potret di Java Jazz tidak hanya bertumpu pada lagu-lagu populer yang sudah akrab di telinga publik. Sejumlah nomor diolah dengan sentuhan jazz yang lebih kuat sehingga terasa segar tanpa menghapus karakter asli lagu-lagu tersebut.
“Bunda” tampil dengan warna baru berkat permainan piano yang lebih ekspresif. Sementara itu, “Gantung” hadir dengan nuansa yang lebih jazzy dan memberi pengalaman dengar yang berbeda bagi penonton.
Perubahan rasa itu membuat materi lama terdengar hidup dalam bentuk baru. Di saat yang sama, identitas lagu-lagu Potret tetap mudah dikenali sejak nada awal dimainkan.
Ruang yang seimbang untuk tiap personel
Sorotan panggung tidak hanya tertuju pada vokal Melly Goeslaw. Aksan Sjuman mendapat ruang lewat permainan drum yang lincah, sedangkan Nikita Dompas menonjol melalui permainan gitar yang diwarnai improvisasi.
Kekompakan antarpersonel juga terlihat jelas sepanjang pertunjukan. Setiap pemain mendapat bagian untuk memperlihatkan karakter musikalnya, sehingga set Potret terasa dinamis dari awal sampai akhir.
Melly menanggapi venue baru dan jarak penonton
Di sela penampilan, Melly menyampaikan apresiasi terhadap venue konser baru di NICE PIK 2. Ia menilai kehadiran tempat itu sebagai perkembangan yang positif untuk industri musik dan pertunjukan di Indonesia.
Melly juga menyinggung soal jarak yang lebih jauh untuk mencapai lokasi konser. Ia menyampaikan pesan bahwa jika musisi Indonesia tampil di mana pun, penonton seharusnya tetap datang untuk menyaksikannya.
Candaan usia yang disambut meriah
Melly sempat mencairkan suasana dengan candaan soal usianya. Ia mengatakan bahwa karena sudah berumur 52 tahun, lagu yang cepat perlu diimbangi dengan lagu yang lebih pelan.
Setelah ucapan itu, ia membawakan “Mungkin” yang bernuansa lebih lambat. Momentum tersebut membuat alur penampilan terasa lebih berlapis sebelum energi kembali naik di bagian akhir set.
Potret kemudian menutup penampilan dengan rangkaian lagu seperti “Mak Comblang”, “Bagaikan Langit”, “Salah”, hingga “I Just Wanna Say I Love You”. Set ini pun menjadi salah satu sajian paling menonjol pada sore hari kedua festival, sebelum panggung berlanjut ke musisi lain seperti Wave to Earth dan Ella Mai.
