Mercedes-Benz membawa C-Class masuk ke era baru dengan versi listrik penuh yang langsung menonjol lewat jarak tempuh hingga 756 kilometer sekali isi daya. Untuk sedan menengah, angka itu membuatnya tampil sebagai salah satu opsi paling menarik di kelasnya, terutama bagi pengguna yang menginginkan mobil harian dengan kemampuan jelajah jauh.
Daya tariknya tidak berhenti di angka tersebut. Dalam kondisi optimal, pengisian selama 10 menit disebut mampu menambah jarak tempuh sampai 325 kilometer, berkat sistem kelistrikan 800 volt yang digunakan Mercedes.
Baterai besar dan pengisian cepat
Mercedes membekali model ini dengan baterai 94 kWh sebagai sumber tenaga utama. Kombinasi baterai besar dan arsitektur 800 volt dirancang untuk menjaga efisiensi sekaligus memberi kemudahan saat harus mengisi daya dalam waktu singkat.
Pendekatan itu juga dipadukan dengan pompa panas multi-sumber. Teknologi ini membantu menghemat energi, sehingga penggunaan daya tidak hanya difokuskan untuk menggerakkan mobil, tetapi juga untuk mendukung kenyamanan kabin.
Mercedes menyebut, pada suhu minus 7 derajat Celsius, kabin dapat menghangat dua kali lebih cepat dibanding model bermesin biasa. Di saat yang sama, konsumsi energinya diklaim hanya sekitar separuhnya.
Desain baru, tetapi karakter C-Class tetap dijaga
Secara tampilan, C-Class listrik ini bergerak ke arah yang lebih licin dan aerodinamis. Atap bergaya coupe, buritan yang lebih tegas, serta gril depan dengan lebih dari 1.000 elemen menyala membuat wajahnya terasa jauh lebih modern.
Walau memakai platform baru, Mercedes tetap berusaha menjaga karakter C-Class yang dikenal halus dan mudah dipakai setiap hari. Kenyamanan dan kemudahan berkendara tetap menjadi bagian penting dalam pengembangannya.
Fokus itu terlihat pula pada pengaturan kaki-kaki dan kemudahan manuver. Mercedes menyiapkan kemudi roda belakang hingga 4,5 derajat, yang membuat radius putar menyusut menjadi 11,2 meter.
Kabin berubah total dengan layar besar
Perubahan terbesar justru hadir di dalam kabin. Mercedes memasang MBUX Hyperscreen 39,1 inci yang membentang di dasbor dan menggabungkan informasi pengemudi, hiburan, serta fitur untuk penumpang.
Sistem tersebut berjalan di atas MB.OS, platform operasi baru Mercedes. Salah satu keunggulannya adalah dukungan pembaruan jarak jauh, sehingga fitur baru bisa ditambahkan tanpa pemilik perlu datang ke diler.
Nuansa premium di interior juga dibuat lebih lengkap. Ada kursi pijat dengan ventilasi, sistem audio canggih, serta atap panoramik dengan pencahayaan ambient dan 162 elemen bintang menyala.
Siap untuk kota maupun perjalanan jauh
Selain untuk kenyamanan, mobil ini juga dibekali perlengkapan yang mendukung penggunaan harian dan perjalanan panjang. Suspensi udara AIRMATIC ikut dipasang untuk menjaga kenyamanan saat melaju jarak jauh.
Mercedes juga menyematkan MBUX Virtual Assistant berbasis kecerdasan buatan generatif. Fitur ini dirancang agar perintah suara terasa lebih alami saat digunakan.
Untuk navigasi, mobil ini mendapat tampilan augmented reality dan perencanaan rute khusus mobil listrik. Kombinasi tersebut membantu pengemudi membaca arah jalan sekaligus menyesuaikan perjalanan dengan kebutuhan pengisian daya.
Tetap praktis meski sarat teknologi
Di tengah semua teknologi itu, C-Class listrik tetap dibuat praktis. Mobil ini memiliki bagasi belakang, ruang penyimpanan depan 101 liter, dan kemampuan derek hingga 1,8 ton.
Chairman Mercedes-Benz Ola Källenius menyebut model ini sebagai C-Class paling bertenaga dan paling sporty yang pernah dibuat. Ia juga menekankan perpaduan performa, kenyamanan, dinamika, kecerdasan, dan jarak tempuh nyata yang menurutnya luar biasa.
C-Class listrik akan lebih dulu hadir di Amerika Serikat, lalu menyusul pasar lain termasuk Inggris. Harga dan spesifikasi lengkapnya belum diumumkan, sehingga detail final masih ditunggu sebelum mobil ini masuk ke pasar lebih luas.
Source: voi.id