Mesir Akhirnya Pecah Telur di Piala Dunia, Salah Jadi Kunci Kemenangan Bersejarah

Timnas Mesir akhirnya mencatat kemenangan pertama mereka di putaran final Piala Dunia setelah menaklukkan Selandia Baru 3-1. Hasil itu langsung mengakhiri penantian panjang The Pharaohs yang sebelumnya belum pernah menang di ajang ini.

Kemenangan di Stadion BC Place, Vancouver, Kanada, itu terasa semakin besar karena Mesir datang dengan beban sejarah yang berat. Sebelum edisi ini, mereka sudah tiga kali tampil di Piala Dunia, tetapi hasil terbaiknya hanya dua kali imbang pada Piala Dunia 1990 di Italia.

Sempat tertinggal, Mesir membalikkan keadaan

Mesir tidak memulai laga dengan nyaman karena Selandia Baru membuka keunggulan lebih dulu lewat gol cepat Fin Surman pada menit ke-15. Situasi tersebut sempat membuat tim Afrika Utara itu berada di bawah tekanan pada fase awal pertandingan.

Meski begitu, Mesir mampu menjaga ketenangan dan perlahan mengambil alih permainan. Mereka menyamakan kedudukan lewat Mostafa Ziko pada menit ke-58, sebelum Mohamed Salah memastikan momentum berbalik ke pihak Mesir dengan gol pada menit ke-67.

Kapten Mesir itu kembali menjadi pembeda pada menit-menit akhir. Salah mengirim umpan yang dituntaskan Mahmoud Trezeguet untuk gol ketiga Mesir pada menit ke-82 dan mengunci kemenangan 3-1.

Salah menegaskan arti penting kemenangan ini

Usai pertandingan, Salah mengaku pencapaian tersebut sangat berarti bagi seluruh tim. Dalam kutipan yang dimuat FIFA, ia mengatakan, “Ini luar biasa. Saya tidak tahu bagaimana mengungkapkannya dengan kata-kata. Ini adalah pencapaian besar bagi seluruh pemain dan staf.”

Salah juga menegaskan harapannya agar Mesir tetap menjaga momentum. Ia ingin timnya terus melaju dan meninggalkan jejak yang dikenang dalam sejarah sepak bola Mesir.

Peta Grup G ikut berubah

Tiga poin dari laga ini membuat Mesir memimpin klasemen sementara Grup G dengan empat poin. Mereka unggul dua angka dari Iran dan Belgia yang sama-sama mengoleksi dua poin.

Selandia Baru menempati posisi terbawah klasemen sementara dengan satu poin. Kondisi itu membuat persaingan grup masih terbuka lebar dan setiap pertandingan berikutnya tetap menentukan.

Mesir masih memiliki satu laga berat saat menghadapi Iran pada pertandingan terakhir fase grup. Duel tersebut dijadwalkan berlangsung di Stadion Seattle, Amerika Serikat.

Source: www.suara.com

Berita Terkait