Lionel Messi kini resmi menjadi bagian dari kepemilikan UE Cornella, klub divisi lima Spanyol yang bermarkas di kawasan Barcelona. Langkah ini menandai investasi pertamanya pada klub Eropa dan memperluas keterlibatannya di sepak bola di luar peran sebagai pemain.
UE Cornella menyampaikan kabar itu tanpa membuka detail nilai akuisisi. Klub menilai masuknya Messi sebagai awal dari fase baru yang bertumpu pada visi jangka panjang, ambisi yang terukur, dan kedekatan dengan akar lokal.
Klub kecil dengan sejarah pembinaan kuat
UE Cornella bukan nama besar di level elite, tetapi klub ini punya reputasi yang cukup kuat dalam pengembangan pemain muda. Klub yang berdiri pada 1951 itu berpusat di Cornella de Llobregat, wilayah Barcelona, dan selama ini dikenal sebagai tempat lahirnya talenta yang kemudian melangkah ke level lebih tinggi.
Jejak akademi Cornella terlihat dari sejumlah nama yang pernah berkembang di sana. Jordi Alba, Gerard Martín, dan kiper Arsenal, David Raya, termasuk di antara pemain yang pernah melalui jalur pembinaan klub tersebut.
Mengapa langkah Messi dianggap penting
Keberadaan Messi di struktur kepemilikan dipandang bisa memberi pengaruh pada arah olahraga maupun organisasi klub. Cornella melihat proyek ini sebagai peluang untuk memperkuat fondasi kelembagaan sekaligus membuka ruang investasi yang lebih sehat bagi pembinaan bakat.
Dalam pernyataannya, klub menegaskan bahwa kehadiran Messi menandai awal era baru dalam sejarah Cornella. Di saat yang sama, klub juga menekankan bahwa pertumbuhan akan dijaga agar tetap sejalan dengan keberlanjutan.
Profil singkat UE Cornella
Berikut ringkasan informasi yang tersedia mengenai UE Cornella:
- Didirikan pada 1951.
- Bermarkas di Cornella de Llobregat, Barcelona.
- Berlaga di divisi lima sepak bola Spanyol.
- Dikenal kuat dalam pembinaan dan akademi pemain muda.
- Pernah melahirkan pemain seperti Jordi Alba dan David Raya.
Identitas lokal dan karakter kelas pekerja juga menjadi bagian penting dari citra klub ini. Karena itu, masuknya nama sebesar Messi diperkirakan dapat menaikkan profil Cornella tanpa menghapus akar rumput yang selama ini melekat.
Bukan keterlibatan pertama Messi di kepemilikan klub
Investasi di Cornella menjadi yang pertama bagi Messi di level klub Eropa, tetapi bukan langkah pertamanya dalam kepemilikan klub sepak bola. Sebelumnya, ia tercatat sebagai mitra Deportivo LSM, klub profesional Uruguay, bersama Luis Suárez dan beberapa pihak lain.
Messi juga menunjukkan perhatian pada jalur pengembangan pemain muda melalui Piala Messi di Chase Stadium. Dalam ajang itu, ia menjadi tuan rumah bagi delapan tim U-16, yang memperlihatkan bahwa minatnya pada pembinaan talenta muda sudah diarahkan ke proyek yang konkret.
Keterkaitan yang terasa dekat dengan sepak bola Barcelona
Hubungan Messi dengan Cornella dinilai masuk akal secara sepak bola karena klub ini memang memiliki sejarah dekat dengan jalur pengembangan pemain di kawasan Barcelona. Jordi Alba pernah menimba ilmu di akademi Cornella sebelum pindah ke Barcelona, sementara Ilie Sánchez juga berkembang di sana sebelum melanjutkan karier ke Barcelona B dan kemudian MLS.
Jejak tersebut membuat Cornella dikenal sebagai jembatan bagi pemain yang ingin naik kelas. Dengan Messi masuk ke struktur kepemilikan, klub berpeluang mendapat sorotan internasional yang lebih besar sambil tetap mempertahankan identitas lokalnya.
Messi kini berusia 38 tahun dan masih memiliki target besar bersama tim nasional Argentina, sementara pada saat yang sama ia mulai memperluas langkah bisnis serta investasinya di sepak bola. Cornella menjadi simbol terbaru dari pergeseran perannya, dari ikon lapangan menjadi figur yang ikut membentuk masa depan klub kecil dengan tradisi besar.
Source: bola.bisnis.com






