Argentina datang ke babak 16 besar dengan modal yang lebih kuat, sementara Mesir tetap menyimpan ancaman besar lewat Mohamed Salah dan Omar Marmoush. Pertemuan ini menempatkan Lionel Messi dalam sorotan, karena Tim Tango diunggulkan untuk menjaga tren kemenangan mereka.
Secara hasil, Argentina tampil lebih stabil sejak fase grup hingga babak gugur. Mereka menuntaskan Grup J sebagai juara dengan sembilan poin setelah menundukkan Aljazair 3-0, Austria 2-0, dan Yordania 3-1, lalu sempat dipaksa bekerja keras oleh Cape Verde sebelum menang 3-2 melalui extra time di babak 32 besar.
Mesir datang dengan blok rapat dan serangan balik cepat
Mesir juga tidak lolos begitu saja. The Pharaohs menutup Grup G sebagai runner-up dengan lima poin setelah bermain imbang 1-1 melawan Belgia dan Iran, lalu menang 3-1 atas Selandia Baru untuk mengamankan tiket ke fase gugur.
Di babak 32 besar, mereka kembali menunjukkan daya tahan tinggi ketika menghadapi Australia. Laga berakhir 1-1 hingga extra time sebelum Mesir menang 4-2 lewat adu penalti, hasil yang menegaskan organisasi permainan mereka cukup disiplin untuk meladeni lawan yang lebih kuat.
Kekuatan Argentina tetap bertumpu pada kualitas lini depan
Lionel Scaloni disebut masih memantau kondisi Nicolas Gonzalez dan Facundo Medina yang mengalami cedera ringan. Keduanya berpeluang diistirahatkan, tetapi Messi hampir pasti tampil sejak awal untuk memimpin serangan Argentina.
Di lini depan, Julian Alvarez yang belum menemukan ketajaman bisa digantikan Lautaro Martinez dan Thiago Almada. Opsi itu membuat Argentina punya kombinasi yang lebih segar untuk menekan pertahanan Mesir sejak menit awal.
Dengan kedalaman skuad yang lebih baik, Argentina juga memiliki keseimbangan di setiap lini. Emiliano Martinez diperkirakan menjadi penjaga gawang, sementara Nahuel Molina, Cristian Romero, Lisandro Martinez, dan Facundo Medina mengisi barisan belakang.
Di tengah, Rodrigo De Paul, Leandro Paredes, dan Alexis Mac Allister diproyeksikan menopang penguasaan bola serta aliran serangan. Jika skema ini berjalan, Argentina akan punya kontrol lebih besar atas ritme pertandingan.
Salah dan Marmoush tetap jadi tumpuan Mesir
Mesir mendapat kabar positif karena Karim Hafez, Mohamed Abdelmonem, dan Ahmed Fatouh yang sempat cedera berpeluang kembali tersedia. Namun, kekuatan utama mereka tetap berada di dua nama besar di lini depan.
Mohamed Salah dan Omar Marmoush menjadi sumber ancaman paling nyata bagi Argentina, terutama saat Mesir mengalihkan permainan ke transisi cepat. Di belakang mereka, Emam Ashour dan Ahmed Ziko dapat membantu membangun serangan dari lini kedua.
Mesir diperkirakan turun dengan formasi 4-4-2. Mohamed Shobeir berpeluang menjaga gawang, dengan Mohamed Hany, Mohamed Fathy, Yasser Ibrahim, dan Rami Rabia di lini belakang.
Di sektor tengah, Emam Ashour, Hamdy Lasheen, Mohamed Ateya, dan Ahmed Ziko bisa menopang duet Salah dan Marmoush. Susunan ini menunjukkan Mesir kemungkinan besar akan menunggu momentum sambil menjaga blok pertahanan tetap rapat.
Rekam pertemuan dan tren terbaru masih memihak Argentina
Secara historis, Argentina unggul dalam catatan pertemuan kedua tim. Dari dua laga yang tercatat, Tim Tango selalu menang atas Mesir, yakni 2-0 pada 27 Maret 2008 dan 6-0 pada 6 Juni 1928.
Tren lima pertandingan terakhir juga memperlihatkan perbedaan yang cukup jelas. Argentina meraih kemenangan atas Cape Verde, Yordania, Austria, Aljazair, dan Islandia, sedangkan Mesir lebih banyak bermain imbang meski tetap konsisten menahan lawan-lawannya.
| Tim | Lima Laga Terakhir | Catatan Utama |
|---|---|---|
| Argentina | Menang atas Cape Verde, Yordania, Austria, Aljazair, dan Islandia | Produktif dan stabil |
| Mesir | Imbang melawan Australia, Iran, dan Belgia, menang atas Selandia Baru, kalah tipis dari Brasil | Rapat dan mengandalkan momen |
Perbedaan paling mencolok ada pada efektivitas penyelesaian akhir. Argentina mencetak gol lebih banyak dan terlihat lebih nyaman dalam mengontrol pertandingan, sedangkan Mesir lebih bergantung pada disiplin bertahan dan peluang serangan cepat.
Prediksi skor Argentina vs Mesir
Meski Mesir punya organisasi permainan yang rapi, Argentina tetap lebih unggul dalam kualitas individu, pengalaman, dan kedalaman skuad. Situasi itu membuat Messi dan rekan-rekannya masih difavoritkan untuk melangkah ke babak berikutnya.
Prediksi skor yang paling masuk akal mengarah ke kemenangan Argentina 2-0, 3-1, atau 2-1. Bila Salah dan Marmoush mendapat ruang, Mesir masih bisa memberi perlawanan, tetapi Argentina tetap lebih stabil sepanjang laga.
Source: bola.bisnis.com






