Meta Disorot, Iklan Medsos Diduga Jadi Jalur Baru Penipuan yang Sulit Dibendung

Platform media sosial kini menghadapi tekanan yang semakin besar setelah iklan penipuan dan produk ilegal disebut ikut menyumbang pendapatan besar. Reuters melaporkan Meta memperoleh sekitar 10% atau US$16 miliar pada 2024 dari iklan penipuan dan produk ilegal lainnya.

Temuan itu memicu dorongan politik di Amerika Serikat untuk memperketat tanggung jawab platform digital. Dua senator dari Partai Republik dan Demokrat mendorong rancangan aturan bernama Safeguarding Consumers from Advertising Misconduct Act atau SCAM Act.

Platform Diminta Lebih Aktif

Aturan tersebut meminta perusahaan media sosial memverifikasi para pengiklan sebelum iklan tayang. SCAM Act juga mewajibkan platform menindak cepat laporan penipuan yang datang dari pengguna maupun pemerintah.

Jika perusahaan tidak patuh, Komisi Perdagangan Federal atau FTC dan jaksa agung negara bagian dapat mengambil langkah hukum. Skema ini menunjukkan bahwa perhatian regulator tidak lagi hanya tertuju pada pelaku penipuan, tetapi juga pada platform yang menampung iklan tersebut.

Tekanan Politik Kian Menguat

Senator Bernie Moreno dari Partai Republik menegaskan bahwa perusahaan media sosial tidak bisa diam saat model bisnis mereka memungkinkan penipuan yang menyasar masyarakat Amerika. Ia mengatakan, “Kita tidak bisa hanya diam ketika perusahaan media sosial memiliki model bisnis yang secara sadar memungkinkan penipuan yang menargetkan masyarakat Amerika,” dikutip dari Reuters, Minggu (12/7/2026).

Senator Ruben Gallego dari Partai Demokrat juga menyoroti tanggung jawab perusahaan yang meraup pendapatan dari iklan. Menurutnya, jika sebuah perusahaan menghasilkan uang dari iklan di situsnya, maka perusahaan itu wajib memastikan iklan tersebut tidak menipu.

Meta Membantah Porsi Pendapatan yang Disebutkan

Meta memastikan pihaknya terus memerangi penipuan secara agresif di seluruh platformnya. Perusahaan induk Instagram dan Facebook itu juga membantah tuduhan bahwa porsi pendapatan dari iklan melanggar seperti yang disebutkan terlalu dilebih-lebihkan.

Meski demikian, sorotan regulator diperkirakan belum akan mereda selama iklan semacam itu masih muncul di ekosistem media sosial. Bagi pengguna, kondisi ini menjadi pengingat bahwa iklan yang tampak agresif atau menjanjikan hasil tidak wajar perlu diwaspadai.

Kasus ini juga menambah tekanan bagi perusahaan teknologi yang bergantung pada pendapatan iklan. Di sisi lain, pembahasan soal verifikasi pengiklan dan respons cepat atas laporan penipuan kini menjadi dua titik penting dalam upaya mencegah praktik serupa berulang.

Tokoh / PihakPeranSikap / TindakanDetail Penting
Bernie MorenoSenator Partai RepublikMendorong SCAM ActMenilai platform tidak boleh diam saat model bisnis memungkinkan penipuan
Ruben GallegoSenator Partai DemokratMendorong SCAM ActMenuntut perusahaan iklan memastikan konten di situsnya tidak menipu
MetaPemilik Instagram dan FacebookMembantah tuduhanMenilai porsi pendapatan dari iklan yang melanggar terlalu dilebih-lebihkan
Source: www.cnbcindonesia.com
Berita Terkait