MG4 EV bekas kini menjadi salah satu mobil listrik yang paling diperhatikan pasar karena selisih harganya sangat besar dibanding unit baru. Varian Magnify i-Smart disebut sudah berada di kisaran Rp280 jutaan, padahal harga barunya sebelumnya berada di sekitar Rp400 jutaan.
Perbedaan itu membuat banyak konsumen mulai melirik mobil listrik bekas sebagai pilihan yang lebih masuk akal. Di sisi lain, MG4 EV tetap menawarkan biaya pakai harian yang rendah, sehingga daya tariknya tidak hanya bertumpu pada harga beli yang turun.
Biaya harian yang sulit ditandingi
Salah satu alasan MG4 EV bekas cepat menarik perhatian adalah efisiensi pengisian dayanya. Untuk sekali isi di stasiun pengisian kendaraan listrik umum, biayanya disebut hanya sekitar Rp43 ribu.
Dengan biaya tersebut, mobil bisa dipakai hampir satu minggu. Angka ini jauh lebih rendah dibanding mobil bensin yang umumnya membutuhkan bahan bakar sekitar Rp400 ribu hingga Rp500 ribu per pekan.
Pajak tahunannya juga ringan, yakni sekitar Rp143 ribu per tahun. Kombinasi ini membuat total beban kepemilikan terasa lebih hemat, terutama bagi pengguna yang menempuh perjalanan harian secara rutin.
| Komponen | MG4 EV | Keterangan |
|---|---|---|
| Harga bekas | Rp280 jutaan | Varian Magnify i-Smart |
| Harga baru sebelumnya | Rp400 jutaan | Sebelum turun ke pasar bekas |
| Biaya isi daya | Rp43 ribu | Sekali isi di SPKLU |
| Pajak tahunan | Rp143 ribu | Beban rutin pemilik |
Kondisi unit masih tergolong muda
Salah satu contoh unit yang dibeli menunjukkan bagaimana nilai MG4 EV bekas masih terjaga. Mobil tersebut baru menempuh sekitar 9.000 kilometer dan usianya baru sekitar satu tahun.
Secara fisik, unit itu hanya memiliki sedikit lecet pada bagian lips bumper depan akibat gesekan pemakaian. Selebihnya, bodi disebut masih orisinal tanpa bekas tabrakan maupun perbaikan besar.
Nilai tambah lain datang dari garansi baterai yang masih panjang. Karena usia mobil masih muda, sisa garansi delapan tahun masih sekitar tujuh tahun lagi.
Pembeli juga mendapatkan wall charger dari pemilik sebelumnya. Perangkat ini bernilai jutaan rupiah jika harus dibeli terpisah, sehingga paket pembelian terasa lebih menguntungkan.
Rasa berkendara tetap menjadi daya tarik
Selain faktor harga dan biaya pakai, MG4 EV juga menarik dari sisi karakter berkendara. Mobil ini memakai penggerak roda belakang atau rear wheel drive, yang memberi nuansa berbeda dibanding banyak mobil listrik lain di kelasnya.
Posisi baterai yang diletakkan di lantai kendaraan membantu pembagian bobot lebih seimbang. Hasilnya, handling terasa stabil saat bermanuver dan memberi rasa berkendara yang lebih meyakinkan.
Posisi duduk pengemudi yang rendah juga membuat mobil ini terasa seperti hatchback sporty. Pengaturan setir tilt dan telescopic turut membantu pengemudi mendapatkan posisi berkendara yang nyaman.
Untuk penumpang belakang, ruang kaki masih dinilai lega dan mendukung perjalanan luar kota. Hal ini membuat MG4 EV tetap relevan untuk penggunaan harian maupun keluarga kecil.
Masih ada kekurangan yang perlu dicermati
Di balik sejumlah keunggulan, MG4 EV bekas tetap menyimpan catatan. Kabin belakang belum memiliki ventilasi AC, sehingga hembusan udara dingin bisa terasa kurang merata saat cuaca sangat panas.
Mobil ini juga belum dilengkapi sunroof maupun rear seat entertainment. Beberapa fitur itu mulai banyak ditemui pada mobil listrik lain di kelas harga yang mirip.
Dari sisi tampilan, desain velg bawaan dinilai belum terlalu sporty. Karena itu, pemilik berencana menggantinya agar penampilan mobil lebih sesuai selera.
Hal penting sebelum membeli
Calon pembeli tetap perlu memeriksa riwayat kendaraan dengan teliti. Tabrakan berat, jejak banjir, kondisi bodi, panel, dan interior harus diperiksa seperti saat membeli mobil bekas konvensional.
Odometer juga patut menjadi perhatian karena menunjukkan tingkat pemakaian. Untuk mobil berusia sekitar satu tahun dengan jarak tempuh sekitar 9.000 kilometer, kondisi itu masih tergolong wajar.
Pemeriksaan baterai mendalam biasanya lebih penting untuk mobil yang lebih tua atau jarak tempuhnya tinggi. Namun, jika usia kendaraan masih muda dan garansinya masih panjang, fokus utama bisa diarahkan ke kondisi fisik dan kelengkapan pendukung.
Di luar itu, perangkat pengisian daya perlu dipastikan sejak awal. Jika unit bekas sudah termasuk wall charger, nilai transaksi tentu terasa lebih menarik karena pembeli tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan untuk perangkat tersebut.







