MiCA Bikin Arah Lebih Jelas, Institusi Kini Menuntut Infrastruktur Kripto Yang Siap Audit

Author: Redaksi Android62

Di Paris Blockchain Week 2026, pertanyaan terbesar bukan lagi apakah kripto akan diterima oleh keuangan tradisional. Yang lebih penting justru apa saja syarat yang kini diminta institusi sebelum mereka menempatkan modal dalam jumlah besar.

Sinyal yang muncul jelas mengarah ke kepatuhan, transparansi, dan infrastruktur yang mampu diaudit. Pelaku pasar besar tidak lagi sekadar mencari imbal hasil, tetapi menilai apakah sistem aset digital sudah cukup matang untuk memenuhi standar kerja mereka.

Michael Ivanov, Chief Executive Director di Arcanum Foundation, melihat perubahan itu sebagai pergeseran struktural, bukan sekadar perubahan suasana pasar. Ia menyebut dikotomi “kami versus mereka” antara keuangan tradisional dan firma kripto-native makin memudar, karena perhatian institusi sekarang jauh lebih spesifik.

Menurut Ivanov, investor besar memeriksa privasi, composability on-chain, dan kemampuan pasar untuk menjawab tuntutan akuntabilitas yang biasa berlaku di institusi Eropa. Dalam pandangan itu, transparansi dan audit bukan lagi nilai tambah, melainkan syarat dasar.

Arcanum menilai disiplin verifikasi publik secara real-time tetap penting, bahkan ketika berbicara tentang kebutuhan institusional. Setiap transaksi tercatat, sehingga tidak ada ruang bagi proses yang tersembunyi, dan tim compliance dapat menilai jejak kinerja secara lebih jelas.

Ivanov juga menekankan bahwa catatan perdagangan saja tidak cukup. Pihak yang menjalankan sistem juga harus lolos verifikasi, sehingga struktur operasional dan entitas di baliknya ikut menjadi perhatian utama.

Di titik itu, Arcanum menyebut proses KYB penuh saat menjadi Official Broker di Bybit sebagai pembuktian penting. Validasi tersebut memperkuat kepercayaan karena yang diuji bukan hanya statistik trading, tetapi juga pihak yang mengelola aktivitas tersebut.

Volatilitas tidak lagi dianggap sekadar ancaman

Arcanum juga menyoroti bagaimana volatilitas diperlakukan dalam praktik. Saat likuidasi pasar terjadi pada Oktober, perusahaan itu menyebut tidak ada klien yang kehilangan deposit.

Ivanov mengatakan strategi mereka tidak bergantung pada stop-loss, melainkan membaca volatilitas sebagai sinyal masuk dan melakukan pembelian terdiversifikasi saat harga turun. Pendekatan itu dinilai membantu pemulihan ketika pasar berbalik arah pada malam yang sama.

Ia menyebut bulan tersebut ditutup dengan lebih dari 6% average return. Hasil itu, menurut dia, justru muncul dari peristiwa likuidasi yang biasanya dianggap sebagai tekanan pasar.

Bagi Arcanum, manajemen risiko ditempatkan di logika masuk dan ukuran posisi, bukan pada mekanisme keluar. Menurut Ivanov, sistem yang buru-buru keluar saat tekanan naik justru berisiko mengunci kerugian.

MiCA mengubah arah percakapan institusi

Dari sisi pembayaran dan konektivitas, Arthur Firstov, Chief Business Officer di Mercuryo, menilai MiCA memberi dasar hukum yang jauh lebih jelas bagi institusi. Ia melihat regulasi itu menghapus ambiguitas yang sebelumnya menahan adopsi layanan token digital.

Firstov juga menilai MiCA membuka jalan bagi layanan token digital untuk masuk ke sistem pembayaran TradFi. Namun, ia menegaskan bahwa hambatan terbesar sekarang bergeser ke konektivitas yang patuh regulasi.

Menurut Mercuryo, titik sambungan antara TradFi dan DeFi menyimpan peluang pertumbuhan paling besar. Karena itu, kualitas infrastruktur yang menghubungkan kedua ekosistem menjadi penentu apakah adopsi bisa bergerak lebih jauh.

Perusahaan itu menempatkan layanan konektivitas yang sepenuhnya patuh sebagai elemen krusial. Tanpa jalur yang aman, ringkas, dan mudah diaudit, institusi disebut akan sulit memperluas langkahnya.

Pasar aktif, tetapi belum sepenuhnya matang

Ivanov menilai algorithmic trading mulai menjadi standar di kripto. Meski begitu, kondisi yang membuatnya stabil masih terus matang, karena kedalaman likuiditas di pasangan utama tidak otomatis menyelesaikan persoalan lain.

Ia masih melihat isu kustodian, transparansi pihak lawan, dan perbedaan kepatuhan antaryurisdiksi sebagai tantangan yang menonjol. Dalam hal ini, pasar kripto masih tertinggal dari pasar tradisional yang sudah memiliki rel infrastruktur selama puluhan tahun.

Fragmentasi regulasi di Eropa, Amerika Serikat, dan Asia juga ikut membentuk desain produk. Bagi Arcanum, ini bukan hanya soal patuh hukum, tetapi soal bagaimana layanan harus dibangun agar tetap sesuai di tengah batas regulasi yang berbeda-beda.

Itulah sebabnya keputusan untuk beroperasi lewat Bybit dan membatasi akses pengguna di Amerika Serikat serta Uni Eropa disebut sebagai langkah sadar. Ivanov menambahkan bahwa di Asia, terutama Hong Kong, lingkungan regulasi justru sedang dibentuk untuk menarik modal institusional.

Infrastruktur yang sama, kebutuhan yang berbeda

Firstov menjelaskan bahwa infrastruktur untuk retail dan small fund memiliki banyak titik temu. Keduanya sama-sama membutuhkan on-ramp dan off-ramp yang andal, kustodian yang aman, pembayaran yang patuh regulasi, pelaporan yang jelas, dan pengalaman pengguna yang minim friksi.

Perbedaannya muncul saat kompleksitas meningkat. Retail cenderung mengejar kesederhanaan dan kecepatan, sementara small fund membutuhkan persetujuan berlapis, auditabilitas, rekonsiliasi, dan pelaporan yang lebih rinci.

Bagi Arcanum dan Mercuryo, arah pasar ke depan tidak cukup ditentukan oleh satu fungsi yang bekerja baik. Yang lebih penting adalah produk yang mampu menjembatani trading, distribusi, dan aliran modal on-chain dalam skala yang dapat dipakai berbagai jenis peserta pasar.

Berita Terbaru