Di Brno, Milan Kundera dan Vera Akhirnya Beristirahat dengan Nisan yang Melayang

Author: Redaksi Android62

Abu Milan Kundera dan istrinya, Vera, akhirnya dimakamkan di Brno, kota kelahiran sang novelis, setelah perjalanan panjang yang berawal dari pengasingan politik dan berakhir di Paris. Prosesi pemakaman berlangsung tertutup di pemakaman sentral Brno, dengan kehadiran anggota keluarga, sahabat, staf Kedutaan Prancis, dan perwakilan kota.

Pemerintah kota Brno menyebut pemakaman itu sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada Kundera, yang selama hidupnya juga diakui sebagai warga kehormatan. Abu pasangan tersebut dibawa ke Brno oleh penerbit Prancis Antoine Gallimard pada Januari 2025, sesuai dengan keinginan Kundera agar tempat peristirahatan terakhirnya berada di kota kelahirannya.

Nisan putih yang tampak melayang

Di atas makam itu kini berdiri batu nisan putih dengan rancangan yang tampak seolah melayang di udara. Desain tersebut lahir dari sayembara arsitektur 2025 yang diikuti 39 rancangan, dan dimenangkan oleh arsitek Austria Johannes Paar.

Pemerintah kota menilai rancangan itu sejalan dengan permintaan Kundera untuk pemakaman yang sederhana dan tidak berlebihan. Karakter visual nisan tersebut juga dianggap mencerminkan gaya sastra Kundera yang ringkas, tetapi tetap kuat dan tajam.

Jejak panjang dari Praha ke Paris

Kundera wafat di apartemennya di Paris pada Juli 2023 dalam usia 94 tahun, sementara Vera menyimpan abu sang novelis di rumah sampai ia meninggal pada September 2024. Setelah itu, keduanya akhirnya disatukan kembali di Brno, kota yang memberi warna awal bagi kehidupan Kundera.

Nama Kundera dikenal luas melalui novel seperti The Joke dan The Unbearable Lightness of Being. Karya-karyanya kerap menyoroti kondisi manusia dengan nada gelap, provokatif, dan satir, yang banyak dipengaruhi pengalaman hidupnya sebagai pembangkang.

Ia meninggalkan Cekoslowakia yang saat itu berada di bawah rezim komunis pada 1975 bersama Vera. Kundera kemudian menjadi warga negara Prancis pada 1981 setelah kewarganegaraan Cekoslowakia dicabut karena sikapnya yang dianggap menentang penguasa.

Sepanjang kariernya, Kundera sering disebut sebagai salah satu kandidat terkuat penerima Nobel Sastra. Meski penghargaan itu tak pernah diraihnya, namanya tetap bertahan sebagai salah satu tokoh penting dalam sastra Eropa modern.

Berita Terbaru