MiMo-V2.5 Dilepas Terbuka, Xiaomi Tawarkan Agen AI Kuat yang Menuntut Mesin Besar

Author: Redaksi Android62

Xiaomi membawa MiMo-V2.5 ke jalur publik dengan status open-weight, sekaligus menegaskan ambisinya di ranah agen AI, coding, dan pemahaman multimodal. Model ini tersedia lewat Hugging Face, API resmi, dan AI Studio, sehingga lebih mudah diakses oleh pengguna maupun pengembang yang ingin mencobanya secara langsung.

Yang membuatnya menonjol bukan hanya aksesnya yang terbuka, tetapi juga klaim kemampuan yang dibawa Xiaomi. Perusahaan menyebut MiMo-V2.5 mampu masuk ke level terdepan dalam tugas agentic, yaitu jenis kerja AI yang lebih panjang, terstruktur, dan berlapis dibanding perintah biasa.

Dibangun untuk teks, gambar, dan video

MiMo-V2.5 dirancang sebagai model multimodal native, jadi kemampuan memahami teks, gambar, dan video sudah menjadi bagian inti dari arsitekturnya. Pendekatan ini berbeda dari model yang hanya menambahkan dukungan visual sebagai fitur tambahan.

Xiaomi juga menyebut model ini dilatih dengan 48 triliun token. Skala pelatihan tersebut menunjukkan bahwa MiMo-V2.5 diproyeksikan untuk menangani beban kerja besar dan bersaing di kategori model AI kelas atas.

Pada sisi pemahaman visual, Xiaomi mengklaim MiMo-V2.5 berada di level yang setara dengan model tertutup. Klaim ini memperkuat posisinya sebagai model open-weight yang tidak hanya kuat di teks, tetapi juga di tugas yang melibatkan gambar dan video.

Sorotan utama ada pada kemampuan agentic

Xiaomi menempatkan agentic sebagai salah satu pembeda paling penting. Perusahaan menyebut MiMo-V2.5 memiliki “frontier-level agentic capability”, istilah yang menandakan kemampuan menjalankan tugas AI yang kompleks secara lebih terarah.

Dalam praktiknya, kemampuan seperti ini membantu model tidak sekadar memberi jawaban singkat. MiMo-V2.5 dirancang untuk menangani rangkaian tugas yang lebih panjang, termasuk alur kerja yang membutuhkan konsistensi konteks dan struktur penalaran yang lebih dalam.

Xiaomi juga mengklaim model barunya mencatat hasil terbaik pada benchmark internal untuk tugas agentic. Posisi itu membuat MiMo-V2.5 ikut masuk ke persaingan model AI yang kini semakin ditentukan oleh kemampuan agen, bukan hanya kemampuan chat biasa.

Kode dan performa internal juga ikut disorot

Selain agentic, Xiaomi menyoroti hasil MiMo-V2.5 pada uji coding internal bernama MiMo Coding Bench. Dalam benchmark itu, versi yang lebih kecil disebut dapat menyamai MiMo-V2.5-Pro yang lebih besar, tetapi dengan biaya hanya setengahnya.

Keterangan itu memberi sinyal bahwa Xiaomi tidak hanya mengejar performa tinggi, tetapi juga efisiensi pada skenario tertentu. Dengan begitu, model ini tampak disiapkan untuk kebutuhan yang berbeda-beda, dari penggunaan yang lebih hemat hingga kapasitas yang lebih besar.

Dua varian, dua sasaran penggunaan

MiMo-V2.5 hadir dalam dua versi berdasarkan skala parameter. Varian standar memiliki 310B total parameter dengan 15B active parameter, sedangkan MiMo-V2.5-Pro membawa 1.02T total parameter dengan 42B active parameter.

Perbedaan ukuran ini menunjukkan arah penggunaan yang tidak sama. Versi standar terlihat lebih fokus pada efisiensi, sementara varian Pro diposisikan untuk beban komputasi yang lebih besar.

Model ini juga mendukung context window hingga 1 juta token. Kapasitas tersebut membuat MiMo-V2.5 mampu memproses konteks yang sangat panjang, sehingga relevan untuk dokumen besar, percakapan yang panjang, atau input kompleks yang butuh daya ingat konteks tinggi.

Terbuka, tetapi tetap berat dijalankan

Status open-weight membuat MiMo-V2.5 lebih mudah diakses dibanding model tertutup. Namun, keterbukaan itu tidak otomatis berarti model ini ringan untuk dipakai secara lokal.

Referensi menyebut kebutuhan menjalankan model ini secara lokal menuntut perangkat kelas berat, seperti Mac Studio dengan spesifikasi tinggi. GPU konsumen juga disebut tidak memiliki VRAM yang cukup untuk kebutuhan model ini, dan bahkan Nvidia RTX 5090 disebut belum memadai untuk menjalankannya secara lokal dalam konfigurasi yang dibutuhkan.

Kondisi itu memperlihatkan jarak antara akses publik dan kebutuhan komputasi nyata. MiMo-V2.5 memang tersedia lebih luas, tetapi pengalaman pemakaian penuh tetap mensyaratkan mesin yang sangat kuat.

Posisi Xiaomi di peta model open-weight

Langkah Xiaomi menambah daftar perusahaan yang ikut mendorong tren model open-weight. Persaingan kini tidak lagi hanya bertumpu pada model tertutup, karena bobot model yang dibuka juga semakin diperhitungkan oleh komunitas pengembang.

Dengan kombinasi multimodal native, context window 1 juta token, serta klaim kemampuan agentic yang kuat, MiMo-V2.5 menargetkan posisi premium di tengah persaingan model AI. Relevansi nyatanya akan sangat bergantung pada pengujian lebih luas melalui Hugging Face, API resmi, AI Studio, dan pemakaian langsung di komunitas pengembang.

Source: www.gsmarena.com
Redaksi Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow Us
Berita Terbaru