Mirra Andreeva resmi menambah satu bab baru dalam sejarah Roland Garros setelah merebut gelar French Open. Petenis berusia 19 tahun itu menuntaskan final di Paris dengan kemenangan 6-3, 6-2 atas Maja Chwalinska.
Hasil tersebut langsung menempatkan Andreeva di kelompok elite tenis putri. Ia menjadi juara tunggal putri termuda di Roland Garros sejak Monica Seles, yang berusia 18 tahun ketika meraih gelar French Open ketiganya secara beruntun pada 1992.
Final itu berlangsung dengan kendali penuh dari Andreeva. Sebagai unggulan kedelapan, ia mampu menjaga ritme permainan sejak awal dan tidak memberi banyak ruang bagi lawannya untuk membalikkan keadaan.
Di sisi lain, Chwalinska datang ke partai puncak dengan status yang jauh berbeda. Petenis kualifikasi asal Polandia itu menempati peringkat 114, sehingga perbedaan pengalaman dan status unggulan terlihat jelas sepanjang laga.
Kemenangan ini terasa makin besar karena datang di panggung Grand Slam yang sangat bergengsi. Roland Garros kembali menjadi tempat lahirnya cerita tentang pemain muda yang mampu menembus lapisan teratas tenis putri.
Usai memastikan gelar, Andreeva menunjukkan rasa tak percayanya saat menerima trofi. Ia menyebut Roland Garros sudah lama menjadi turnamen impiannya sejak kecil.
“Saya telah menonton Roland Garros di TV sejak saya masih sangat muda. Ini juga merupakan mimpi besar saya untuk memenangkan turnamen ini, dan jujur saja saya tidak percaya bahwa saya memegang trofi ini sekarang,” ujarnya, dikutip dari WTATennis.
Nama Andreeva sendiri sebenarnya sudah lama mencuri perhatian di tenis putri. Sorotan terhadap dirinya menguat ketika ia memenangi pertandingan WTA Tour pertamanya pada usia 15 tahun setelah mendapat wildcard di Madrid WTA 1000.
Perkembangannya terus berlanjut setelah itu. Beberapa bulan kemudian, ia mencapai babak ketiga Roland Garros dan juga menembus minggu kedua Wimbledon.
Rangkaian hasil tersebut membangun reputasinya sebagai salah satu prospek paling menjanjikan di tenis putri. Gelar di Paris kini memberi bobot baru pada perjalanan yang sudah lebih dulu dipantau banyak pihak.
Di usia yang masih 19 tahun, Andreeva kini menegaskan bahwa generasi baru mulai benar-benar hadir di panggung utama. Roland Garros menjadi tempat penting yang mengubah statusnya dari talenta muda menjanjikan menjadi juara Grand Slam yang tercatat dalam sejarah turnamen.
Source: bola.bisnis.com