Mitratel Pertahankan Dominasi Menara Nasional, Laba Bersih Tembus Rp 2,1 Triliun

Author: Redaksi Android62

Mitratel kembali menegaskan dominasinya di bisnis menara telekomunikasi nasional dengan menguasai 55 persen pangsa pasar. Di tengah posisi tersebut, perusahaan di bawah Telkom Group itu juga mencatat laba bersih Rp 2,1 triliun dan tetap menjaga efisiensi operasional pada level yang kuat.

Kinerja itu terlihat dari kemampuan perusahaan memanfaatkan aset yang sudah ada secara lebih optimal. Dengan 40.230 menara dan jaringan fiber optik sepanjang 70.618 kilometer, Mitratel memiliki fondasi besar untuk menopang pendapatan sekaligus membuka ruang ekspansi bisnis ke depan.

Produktivitas aset makin tinggi

Sepanjang 2025, Mitratel menambah 826 menara baru dan 3.216 tenant. Penambahan itu membuat total penyewa naik menjadi 63.084, menandakan penyerapan aset yang terus membaik di tengah kebutuhan konektivitas yang masih tinggi.

Dari sisi produktivitas, rasio okupansi atau tenancy ratio naik menjadi 1,57 kali. Angka ini disebut sebagai posisi tertinggi dalam lima tahun terakhir, sehingga menunjukkan menara yang dimiliki perusahaan semakin padat terisi.

Pendapatan dan margin tetap terjaga

Di tengah ekspansi aset, Mitratel membukukan pendapatan Rp 9,5 triliun, tumbuh 2,4 persen secara tahunan. Perusahaan juga mencatat EBITDA Rp 7,8 triliun dengan margin 82,2 persen.

Kombinasi pertumbuhan pendapatan dan margin yang tinggi menunjukkan bisnis menara masih memberi ruang efisiensi yang kuat. Saat tenant bertambah dan tingkat okupansi meningkat, perusahaan dapat menjaga profitabilitas tanpa harus menambah beban operasional secara berlebihan.

Fiber optik ikut mendorong pertumbuhan

Selain bergantung pada menara, Mitratel juga memperbesar peran jaringan fiber optik dalam portofolionya. Perusahaan menambah panjang jaringan billable sebesar 9.512 kilometer, sehingga pangsa pasar di segmen ini mencapai 42 persen.

Perluasan itu menunjukkan arah bisnis Mitratel yang tidak hanya bertumpu pada menara telekomunikasi. Infrastruktur fiber optik kini menjadi mesin pertumbuhan tambahan yang dapat mendukung kebutuhan operator maupun layanan konektivitas yang lebih luas.

Disiplin keuangan tetap dijaga

Ekspansi aset biasanya membutuhkan modal besar, namun Mitratel tetap menjaga beban pendanaan agar terkendali. Beban bunga utang tercatat rata-rata 6,17 persen dan seluruhnya berbasis suku bunga mengambang.

Pengelolaan biaya utang menjadi penting karena strategi perusahaan masih menuntut perluasan jaringan. Dengan struktur biaya yang terjaga, laba perusahaan memiliki peluang tetap stabil meski pengembangan infrastruktur terus berlangsung.

Arah belanja modal dan peluang layanan baru

Untuk tahun buku 2026, Mitratel menyiapkan belanja modal sebesar Rp 2,9 triliun. Dana ini akan diarahkan untuk menambah 2.500 tenant organik dan membangun jaringan fiber optik billable baru sepanjang 9.000 kilometer.

Di saat yang sama, perusahaan juga mulai masuk ke layanan Internet Rakyat melalui teknologi Fixed Wireless Access atau FWA. Langkah ini dinilai dapat memperluas akses konektivitas yang lebih terjangkau sekaligus memaksimalkan infrastruktur yang sudah ada.

Analis Mirae Asset Sekuritas, Daniel Widjaja dan Wilbert Alfin, menilai permintaan FWA serta fiberisasi menara dari ekspansi 5G operator seluler bisa menjadi katalis positif bagi kinerja MTEL. Mereka juga menilai posisi Mitratel di ekosistem FWA berpeluang membuka sumber pendapatan baru tanpa membutuhkan investasi besar tambahan, sambil memberikan rekomendasi beli dengan target harga Rp 760 per lembar saham.

Dengan skala aset yang besar, okupansi yang makin kuat, serta ekspansi ke jaringan fiber optik dan layanan FWA, Mitratel tetap berada di posisi dominan dalam infrastruktur telekomunikasi nasional. Perusahaan kini punya pijakan yang lebih lebar untuk menjaga pertumbuhan bisnis dan mempertahankan sumber pendapatan di tengah kebutuhan jaringan digital yang terus berkembang.

Redaksi Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow Us
Berita Terbaru